Senin, 20 Mei 2024 WIB

Kemenkes Imbau Warga Lakukan Tes Covid-19 bila Alami Batuk dan Flu

* Cakupan Vaksinasi Covid Dosis Keempat di Jakarta Baru 10 Persen
Redaksi - Rabu, 13 Desember 2023 09:23 WIB
238 view
Kemenkes Imbau Warga Lakukan Tes Covid-19 bila Alami Batuk dan Flu
(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Ilustrasi vaksin booster Covid-19. 
Jakarta (SIB)
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat segera melengkapi vaksinasi Covid-19 di akhir tahun menyusul terjadi lonjakan kasus di dalam dan luar negeri.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksinasi diperlukan mengingat mobilitas masyarakat di masa Natal dan Tahun Baru semakin meninggi.
"Sangat direkomendasikan untuk segera melengkapi vaksinasi Covid-19 baik dosis primer maupun booster sesuai ketentuan,” kata Nadia dalam siaran pers, Selasa (12/12).
Nadia juga mengimbau agar masyarakat segera melakukan tes Covid-19 bila terserang batuk dan flu. Jika hasilnya positif, segera lakukan isolasi mandiri dan mengakses telemedisin setelah mendapatkan notifikasi dari Kemenkes.
Kemudian, gunakan masker saat sakit flu atau saat berada di kerumunan atau tempat umum yang berisiko. Tak ketinggalan, rutin cuci tangan dengan sabun.
"Lakukan cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir, lengkapi vaksinasi sampai booster kedua, dan tunda bepergian ke daerah yang melaporkan lonjakan kasus Covid-19," ucap Nadia.
Adapun sebagai langkah antisipasi, Kemenkes sudah mengeluarkan surat edaran tentang Kewaspadaan terhadap Lonjakan Covid-19 bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri.
Diketahui, pelaku perjalanan luar negeri mempunyai risiko tertular Covid-19 akibat berinteraksi dengan orang lain dari berbagai negara.
Oleh karena itu, setiap orang perlu mempunyai kekebalan yang cukup untuk melakukan perjalanan sehingga tidak menjadi sumber penularan selama perjalanan dan saat kembali ke Tanah Air.
Surat edaran juga meminta agar pusat pelayanan kesehatan tetap memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19. Pemerintah daerah juga diminta untuk menjamin ketersediaan vaksin dan logistik lainnya.
“Kepala Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota diminta untuk memastikan semua puskesmas dan fasyankes lainnya yang berada di wilayah kerjanya tetap memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19,” ucap Nadia.



Baru 10%
Sementara itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan cakupan vaksinasi Covid-19 dosis keempat atau booster kedua masih jauh dari target. Seperti apa datanya?
"Dari sekitar 8,4 juta orang target pemberian dosis 1-4 usia 18 tahun ke atas di DKI Jakarta, saat ini cakupan dosis 4 baru tercapai 10 persen," kata Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama dalam keterangannya, Selasa (12/12).
Berdasarkan data yang diterima, Pemprov DKI memasang target 8.395.427 untuk vaksinasi Covid-19 di setiap dosis. Namun, capaian dosis keempat baru 723.920 atau 9,8% dari target semestinya.
Sementara itu, capaian vaksinasi dosis pertama sebesar 12.592.982 atau 134,2% dari target. Begitu pula dengan capaian dosis kedua sebanyak 10.955.900 atau 117% dari target semestinya. Di sisi lain, untuk capaian dosis ketiga masih di bawah target, yakni 5.535.945 atau 75%.
Lebih lanjut Dinkes memerinci sasaran vaksinasi Covid-19 bagi lansia sebanyak 761.279. Sejauh ini, cakupan dosis pertama sebanyak 805.245 atau 106%.
Lalu dosis kedua sebanyak 741.966 atau 97%. Kemudian dosis ketiga 446.987 atau 59% dan dosis keempat 111.510 atau 15% dari target.
Sementara untuk sasaran vaksinasi bagi remaja 1.000.121. Sejauh ini, cakupan dosis pertama sebanyak 1.211.270 atau 121% dan dosis kedua 1.067.702 atau 107% dari sasaran.
Terakhir, sasaran vaksinasi untuk anak 6-11 tahun sebanyak 987.422 berdasarkan data KPCPEN atau 1.142.505 berdasarkan data Dukcapil dan 833.010 berdasarkan data dapodik.
Rinciannya sebanyak 849.643 atau 86% sasaran tercapai untuk dosis pertama. Kemudian 730.692 atau 74% sasaran tercapai untuk dosis kedua.
Seperti diketahui, dalam sepekan ini ada 271 kasus baru yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak dua kematian akibat Covid-19 di Desember 2023, pasca-sebelumnya nihil kasus fatal selama dua bulan berturut-turut.(**)


Baca Juga:


Baca Juga:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
3.883 Kasus TB/TBC di Kota Medan Sedang Diobati
DPRD SU Desak Kemenkes dan Dinkes Gerak Cepat Antisipasi Mewabahnya Malaria di Nisel
DPRD SU Desak Kemenkes RI dan Dinkes Gerak Cepat Antisipasi Mewabahnya Kasus Malaria di Nisel
Waspada, Kasus Flu Singapura di Indonesia Mulai Meningkat
Kemenkes Sebut Perubahan Iklim 2024 Picu Kenaikan Kasus DBD
Dirut PT. EKI Kembalikan Rp 500 Juta ke KPK Terkait Kasus Korupsi APD Kemenkes
komentar
beritaTerbaru