Kemenkes Siapkan Skema, Tahun 2022 Vaksinasi Dosis Ketiga untuk Umum Berbayar

* Peserta BPJS PBI Jadi Prioritas

173 view
Kemenkes Siapkan Skema, Tahun 2022 Vaksinasi Dosis Ketiga untuk Umum Berbayar
(PICTURE ALLIANCE/ROBBIN UTRECHT via DW INDONESIA)
Ilustrasi vaksinasi Covid-19.
Jakarta (SIB)
Pelaksanaan Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan skema pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau booster untuk masyarakat umum pada tahun 2022.

"Kita tahun depan kita sudah buat skema untuk melakukan booster, tahun depan kita akan melakukan booster vaksin bagi yang sudah mendapatkan vaksin dosis satu dan dua," kata Maxi dalam diskusi secara virtual melalui kanal YouTube FMB9ID, Selasa (7/9).

Maxi mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum merekomendasikan pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga. Sebab, distribusi vaksin Covid-19 di dunia hingga saat ini belum merata dan rata-rata vaksinasi di dunia belum mencapai 10 persen.

"Tapi bukan soal tidak boleh secara medis tetapi secara kesetaraan itu masih banyak masyarakat dunia yang belum divaksin," ujarnya.

Lebih lanjut, Maxi menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga akan dilakukan secara berbayar, kecuali bagi masyarakat yang mendapatkan bantuan iuran pada program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Prioritas
Menurut Maxi, booster vaksin Covid-19 akan diprioritaskan kepada kelompok masyarakat tertentu. Misalnya, diprioritaskan untuk peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Pengkategorian kelompok prioritas masyarakat yang menerima booster vaksin Covid-19 ini karena keterbatasan anggaran pemerintah. Pemerintah tidak mampu membeli tambahan vaksin Covid-19 untuk 70 persen atau 208.265.720 orang dari total 276.059.226 penduduk Indonesia.

"Pemerintah tidak mampu melakukan pembayaran itu semua sekaligus seperti sekarang ini. Jadi kita akan prioritaskan terutama yang masuk di BPJS itu penerima bantuan iuran, bararti masyarakat miskin tapi jumlahnya cukup banyak hampir 100 juta," ujar dia.

Data Kementerian Kesehatan 7 September pukul 12.00 WIB, 68.208.588 orang di Indonesia atau setara dengan 32,75 persen dari total sasaran 208.265.720 penduduk sudah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama. Sementara yang sudah menerima vaksin Covid-19 dosis lengkap, yakni satu dan dua sebanyak 39.165.980 orang.

Adapun jumlah orang yang sudah mendapatkan booster vaksin Covid-19 sebanyak 726.589 orang atau 49,47 persen dari target 1.468.764. Penerima booster vaksin Covid-19 ini merupakan tenaga kesehatan. (Kps/Merdeka/a)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com