Pertanyakan Pemkab Toba

Kenapa Tambang Batu di Lereng Perbukitan Danau Toba Masih Beroperasi ?


209 view
Foto Dok/Ketua Nelayan Tradisional Danau Toba
TAMBANG BATU: Aktivitas tambang batu di Perbukitan Danau Toba di Desa Horsik Kabupaten Toba hingga saat ini masih tetap beroperasi, Minggu (11/4).
Ajibata (SIB)
Tokoh masyarakat Kecamatan Lumban Lobu Kabupaten Toba kecewa karena tambang batu di lereng perbukitan Danau Toba di Desa Horsik Kecamatan Ajibata dan Desa Aek Nalas Kecamatan Uluan Kabupaten Toba hingga saat ini masih tetap beroperasi.

"Penambangan ilegal masih tetap beroperasi dan bahkan saat ini semakin menjadi-jadi. Setiap hari puluhan truk batu hasil produksi tambang ilegal dari lereng perbukitan Danau Toba diperdagangkan ke beberapa daerah di Kabupaten Toba," ujar tokoh masyarakat Kecamatan Lumbanlobu Kabupaten Toba M Siburian melalui selulernya, Minggu (11/4).

Disampaikannya, batu diperdagangkan ke beberapa daerah di Kabupaten Toba untuk keuntungan pribadi tanpa memperhitungkan dampak penambangan terhadap ekosistim Danau Toba."Kalau tambang ini masih tetap dibiarkan beroperasi akan merusak ekosistim Danau Toba karena struktur perbukitan akan rusak dan dikhawatirkan akan longsor ke danau," kata Siburian.

Dia berharap aktivitas galian batu di perbukitan Danau Toba dihentikan dan meminta kepada intansi terkait untuk menindak para pelaku penambangan.

PERTANYAKAN PEMKAB
Sementara itu pemerhati Lingkungan Kabupaten Toba Sogar Manurung mempertanyakan Pemkab Toba kenapa tak serius menghentikan aktivitas pengambilan batu di Desa Siregar Aek Nalas, Kecamatan Uluan. Pasalnya, sudah berlangsung bertahun-tahun tetapi belum dilakukan penindakan.

Sogar yang juga Kepala Cabang Wilayah III Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi meminta agar penembangan batu di Siregar Aek Nalas harus dihentikan.

"Sampai sekarang kita masih bingung mengapa Pamkab Toba tidak mau menindak tegas penambang batu di Siregar Aek Nalas”, ujar Sogar di Porsea, Minggu (11/4) seperti dilansir dari hariansib.com.

Menurut Sogar, pengambilan batu di pinggiran Danau Toba akan merusak ekosistem. Selain itu, lokasi tersebut merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang harus dijaga dan dilestarikan.

"Buktikanlah keseriusan Pemkab Toba untuk memajukan pariwisata dan melastarikan Danau Toba. Tangkap para pengambil batu dari Siregar Aek Nalas. Jangan hanya pemerintah pusat yang serius memajukan pariwisata Danau Toba, Pemkab Toba juga harus menunjukkan keseriusannya," terangnya.

Camat Uluan, Henry Butar Butar dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat kepada Kepala Desa Siregar Aek Nalas untuk menghentikan pengambilan batu. Namun surat tersebut belum diindahkan para penambang batu.
Diakuinya, banyak tangkahan batu tak memiliki izin di Kecamatan Uluan.

AKAN DITINDAK
Sementara itu Kasat Resk Polres Toba, AKP Nelson J Sipahutar melalui selulernya menyampaikan akan menindak para pelaku yang menambang batu secara ilegal di perbukitan kawasan Danau Toba wilayah hukum Polres Toba.

"Ya pak, kami akan menindak para pelaku yang menambang batu secara ilegal di sepanjang perbukitan Danau Toba," ungkapnya melalui WA pribadinya.

Sebelumnya, anggota DPRD Provinsi Sumatera Viktor Silaen dan Gusmiyadi telah meninjau dan menyoroti aktivitas tambang batu di lokasi perbukitan pinggiran Danau Toba Desa Horsik Kecamatan Ajibata dan di sekitar Desa Aek Nalas Kecamatan Uluan Kabupaten Toba, Rabu (17/03) lalu, namun hingga saat ini tambang tersebut masih beroperasi dan belum ada tindakan dari pihak-pihak terkait.(D09/SS23/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com