Kepala BP2RD Sumut: Bayar Pajak Kendaraan Sudah Bisa dari "Tempat Tidur"

* Wajib Pajak Tidak Perlu Lagi Antre di Kantor Samsat Atau Samsat Keliling

172 view
Kepala BP2RD Sumut: Bayar Pajak Kendaraan Sudah Bisa dari "Tempat Tidur"
Internet
Achmad Fadly
Medan (SIB)
Kepala BP2RD (Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah) Sumut Achmad Fadly mengatakan, membayar pajak kendaran bermotor saat ini, tidak perlu lagi mengantre dan berlama-lama di kantor Samsat atau lokasi Samsat keliling, tapi sudah bisa dari ‘tempat tidur’ melalui aplikasi pembayaran secara online.

"Kini wajib pajak tak perlu ngurus ke Samsat atau kantor Pajak, cukup dari rumah bahkan dari tempat tidur pun bisa," ungkap Achmad Fadly kepada wartawan, Rabu (29/9) saat berkunjung ke Gedung DPRD Sumut.

"Transaksi pembayaran pajak saat ini sudah semakin mudah dan cepat, cukup melalui banking sistem yang mempunyai fasilitas perbankan di handphone atau pada play store atau App di android. Bisa juga melalui Indomaret dan Alfamart. Kemudahan ini sudah dimulai bulan September 2021," ujarnya.

"Begitu juga membayar pajak STNK online saat ini sudah bisa menggunakan layanan E-Samsat melalui aplikasi. Jadi, sekarang AutoFamily tidak perlu repot mendatangi Kantor Samsat. Aplikasi yang bisa digunakan untuk membayar pajak STNK online untuk kendaraan bermotor di Indonesia adalah Samsat Online Nasional (Samolnas). Aplikasi ini dibuat oleh Tim Pembina Samsat Nasional," tambahnya.

Sebagai warga negara yang baik, katanya, sudah sewajarnya AutoFamily membayar pajak. Apalagi sekarang sudah lebih mudah, karena ada sistem online. Dengan inovasi terbaru saat ini tentunya sangat memudahkan masyarakat dalam proses administrasi.

“Bayar Pajak STNK online menggunakan Aplikasi Samsat Online Nasional, Auto Family sebenarnya tidak hanya bisa membayar pajak STNK saja. Tapi juga bisa digunakan untuk beberapa hal lainnya, yakni pembayaran dan pengesahan tahunan secara online Pajak Kendaraan Bermotor, pengesahan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), dan SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan),” katanya.

Program lain yang memudahkan masyarakat membayar pajak kendaraan, tambah Fadly, BP2RD Sumut melaksanakan Program Mandiri Ketuk Pintu (PMKP) sebagai upaya mengejar target PAD, khususnya dari Pajak Kendaraan Bermotor.

Lebih lanjut Fadly menjelaskan, pelaksanaan PMKP ini, tidak mengabaikan kondisi masyarakat yang mempunyai kewajiban akan dampak dari pandemi Covid-19, sehingga memberikan keringanan kepada warga memiliki kewajiban pembayaran PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dengan keringanan 30 hingga 80 persen dari denda PKB-nya.

"Melalui program tersebut, diharapkan masyarakat memberikan sambutan positif dalam memenuhi kewajibannya,” tambahnya. (A4/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com