* Jangan Anggap Remeh Protokol Kesehatan

Kepala Daerah Diminta Tegas Larang Warga Mudik

* Doni Monardo Minta Pos Penyekatan Mudik Dijaga 24 Jam

188 view
ANTARA
 Ilustrasi - Mudik.  
Jakarta (SIB) -Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepala daerah untuk terus menyosialisasikan disiplin protokol kesehatan. Jokowi juga menginstruksikan Gubernur hingga Wali Kota melarang warganya mudik.

"Saya minta kepada Gubernur, Bupati, Walikota untuk terus mengingatkan masyarakat untuk berdisiplin menjalankan protokol kesehatan dan juga bersinergi dengan Pemerintah Pusat dengan melarang mudik warganya pada Lebaran tahun ini," kata Jokowi dalam video yang ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (2/5).

Jokowi menekankan lagi, di masa pandemi ini kesehatan dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Untuk itu Jokowi tidak meremehkan Covid-19.

"Taatilah protokol kesehatan, jangan lengah, jangan menganggap remeh dan tetap waspada. Bersama-sama Insyaallah kita mampu mengatasi ujian dan cobaan yang berat ini," ujarnya.

Masyarakat diminta untuk tidak cepat berpuas diri dan merasa sudah aman. Jokowi menuturkan kedisiplinan protokol kesehatan masih menjadi kunci.

"Memang, tren kesembuhan terus meningkat dan bahkan hari ini jumlah kasus aktif berada di 100 ribu orang. Kemudian ada penurunan kasus harian, tapi jangan dulu berpuas diri. Jangan optimisme berlebihan. Jangan merasa situasi sudah terkendali. Jangan merasa sudah aman. Belum. Upaya menekan kasus aktif ini harus terus dilakukan. Harus terus dilakukan. Dan sangat bergantung dengan kedisiplinan kita semua dalam menjalankan protokol kesehatan," kata Jokowi.

Protokol kesehatan, lanjut Jokowi, harus tetap dijalankan oleh semua pihak. Apalagi mereka yang berada di zona merah, termasuk zona hijau.

"Iya, kita semua baik yang sudah divaksin maupun yang belum divaksin. Baik yang berada di zona merah, zona oranye, zona kuning, dan zona hijau, harus tetap berdisiplin menjalankan protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," imbuh Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada penularan Covid-19. Jokowi meminta masyarakat tidak lengah meskipun kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan.

"Pandemi Covid masih nyata ada di negara kita. Oleh sebab itu, kita harus tetap benar-benar waspada. Tetap tidak boleh lengah. Tidak boleh menyepelekan yang namanya Covid. Memang, kurva kasus Covid di Tanah Air sudah melandai sejak penerapan PPKM skala mikro dan dimulainya program vaksinasi," kata Jokowi .

Dijaga 24 Jam
Sebelumnya Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo meninjau pos penyekatan di Gerbang Tol (GT) Palimanan. Posko-posko penyekatan itu didirikan guna mencegah masyarakat mudik saat aturan larangan mudik berlaku pada 6-17 Mei 2021.

Kunjungan Doni ke posko penyekatan di GT Palimanan dilakukan pada Kamis (29/4). Didampingi jajaran Forkopimda Jawa Barat (Jabar), seperti Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat, Kajati Jabar Ade Eddy Adhyaksa, dan lainnya.

Doni berpesan agar jangan sampai posko yang dijaga petugas gabungan TNI-Polri kosong. Dia menyebut petugas harus mengatur penjagaan secara bergantian agar tidak ada kendaraan pemudik yang lolos.

"Mohon diperhatikan sehingga posko penyekatan ini terus dijaga selama 24 jam," Kata Doni dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/5).

Dalam kesempatan itu, Doni, yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), meninjau simulasi penyekatan di GT Palimanan yang dilaksanakan petugas gabungan dari Polresta Cirebon, Dishub, BPBD, dan lainnya. Petugas akan memberhentikan sejumlah kendaraan berpelat nomor dari luar Cirebon kemudian menanyakan daerah asal dan tujuannya.

Kemudian akan dilakukan pengecekan sesuai prosedur yang ada, apabila tidak memenuhi, selanjutnya petugas langsung memutarbalikkan ke daerah asalnya. Bagi para pengendara yang masuk dalam pengecualian yang diperbolehkan mudik, maka petugas akan memasang sticker sebagai tanda sudah dilakukan pengecekan.

Tidak hanya itu, pos penyekatan juga akan melakukan pengambilan sampel swab secara acak kepada para pengendara. Hal ini dilakukan untuk tetap selalu menjaga protokol kesehatan.

Larangan mudik Lebaran sudah resmi diumumkan pemerintah untuk meminimalkan mobilitas masyarakat. Salah satu langkah preventif juga dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 berikut adendumnya. Hal ini merupakan bentuk upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang masih menjadi musuh bersama.

Mendukung hal ini, TNI/Polri, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), juga instansi lainnya mendukung larangan mudik dengan melakukan penyekatan di beberapa ruas utama jalur mudik. Adapun penyekatan ini tersebar di wilayah yang dianggap sering dilalui oleh para pemudik setiap tahunnya. (detikcom/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com