Dibiayai Pemerintah, Hasil Pertanian di Food Estate Diserahkan ke Petani yang Mengelola

Kepala UPT Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Klaim Kerusakan Tanaman Bawang di Humbahas Kategori Ringan


255 view
Foto SIB/Frans Simanjuntak
RUSAK: Beginilah kondisi tanaman bawang merah dan bawang putih hasil program food estate hortikultura di Desa Siriaria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas. Foto dipetik, Selasa (9/2).
Medan (SIB)
Kepala UPT Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara, Marino, mengatakan, saat ini lahan lokasi food estate di Desa Siria-ria Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan yang sudah terbuka seluas 215 hektare, sudah ditanami bawang merah 105 hektare, bawang putih 55 hektare dan kentang 55 hektare.

"Food estate di Indonesia itu ada di 2 provinsi yakni Provinsi Sumut khusus tanaman hortikultura dan Kalteng Khusus padi," ungkap Marino kepada SIB, Jumat (19/2)

Disebutnya, untuk bawang merah umur pertanamannya rata-rata sudah 20 sampai 40 HST (Hari Setelah Tanam). Panennya diperkirakan 2 minggu lagi dan lahan serta tanaman tersebut milik petani yang terhimpun dalam 7 kelompok tani.

"Seluruh biaya yakni bibit, pupuk, sarana dan prasarana serta operasional termasuk olah tanah, tanam dan lain-lain disediakan Kementerian Pertanian. Jika panen hasilnya nanti diserahkan langsung kepada petani itu sendiri," ujarnya.

Setiap petani yang mengolah tanahnya dan merawat tanamannya diberi upah oleh pemerintah dan hasilnya untuk petani bersangkutan.

Marino menyebutkan, tanaman di lahan food estate yakni bawang merah dan bawang putih karena keduanya sudah akur serta kentang.

RINGAN
Ditanya tanaman bawang di Humbahas yang disebut-sebut rusak, diakuinya ada, tapi masih dalam kondisi ringan. Artinya kerusakan itu ada kategorinya.

Dia merinci kalau serangan ringan kerusakannya kurang dari 11%, serangan sedang lebih dari 11% kurang dari 25%. Serangan berat lebih dari 25% sampai kurang dari 85%

Puso bila tingkat serangannya lebih dari 85%. Sedangkan serangan yang ada saat ini masih dalam kategori ringan. Makanya serangan ringan itu jika petaninya segera mengendalikan atau merespon akan pulih seperti semula, ujar Marino. (M2/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com