Ketua Bappilu PDIP Sebut Puan Belum Tunjukkan Gelagat Nyapres


218 view
Ketua Bappilu PDIP Sebut Puan Belum Tunjukkan Gelagat Nyapres
(Foto: ANTARA)
Ketua DPR RI, Puan Maharani. 

Jakarta (SIB)

Politikus senior PDIP Panda Nababan sempat berbicara terkait Puan Maharani sebagai salah satu pejabat yang sudah meminta izin ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk maju sebagai capres 2024. Ketua Bappilu Partai PDIP Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul menilai pernyataan Panda Nababan benar, tapi semua keputusan ada di tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.


"Kalau di PDIP ya pasti tunggu Ibu (Megawati), bahwa keinginan mungkin dikatakan atau tidak, tapi kalau dikatakan pada Ibu, itu fatsun tata krama politik di internal kami. Tapi, kalau bicara Pak Panda dan Jokowi bukan tidak percaya, tapi itu kan antara beliau berdua," kata Bambang Pacul dalam satu acara, Jumat (6/5).


Pacul menyebut kemungkinan pernyataan Panda Nababan terkait Puan sudah izin Jokowi untuk nyapres benar. Meski begitu, menurutnya, pernyataan Panda Nababan tidak bisa dijadikan keputusan PDIP untuk mencalonkan bakal calon presiden pada 2024.


"Wah, nilai begitu kan susah, tapi Pak Panda politisi senior, beliau juga mantan wartawan, dan tentu kalau ngomong pasti juga punya dasar. Jadi, kalau kemungkinan bener juga iya, tapi kita kan tidak bisa pegangan ini dipakai pegangan keputusan, nggak boleh, nggak boleh," ucapnya.


Selain itu, Bambang Pacul melihat belum ada pernyataan langsung dari Puan terkait keinginan maju sebagai calon presiden pada 2024. Dia juga menyebut belum ada tindakan signifikan dari Puan yang menunjukkan gelagat nyapres.


"Mbak Puan kata-kata (mau nyapres) nggak keluar, pikiran (mau nyapres) nggak keluar, pikiran nggak keluar, kata-kata nggak keluar, tindakannya masih normatif, terus mau apa?" ujar Bambang Pacul.


Bambang Pacul menyebut hal tersebut berbeda dengan bakal calon presiden lainnya, seperti Erick Thohir, Airlangga Hartarto, dan Sandiaga Uno. Menurutnya, ketiga tokoh tersebut sudah menunjukkan keinginan mau nyapres.


"Kalau orang tanya 'apakah kamu ingin jadi presiden?', iya aku pengin, langkahnya nggak ada piye? Kalau kita bicara Erick Thohir langkahnya ada kok, Pak Airlangga ada langkahnya, apa lagi? Pak Prabowo belum. Pak Sandi sudah dong, ada langkahnya, jadi kalau kita bisa lihat di situ," tuturnya.


Baliho Puan Maharani

Lebih lanjut Bambang Pacul juga membahas terkait baliho 'kepak sayap kebinekaan' Puan Maharani. Dia membantah jika baliho tersebut dikaitkan dengan tindakan Puan untuk maju sebagai capres 2024.


"Itu tindakan, clear, itu tindakan clear, kalau itu bisa dipandang sebagai apa, itu kan sebagai Ketua DPR, kita bangga punya Ketua DPR, gitu loh. Tindakan tetapi masih dalam konstruksi sebagai Ketua DPR," sebut Bambang Pacul.


Politikus PDIP ini juga menyebut apa yang dilakukan Puan tersebut tidak bisa dikatakan sebagai langkah kemajon. Dia menegaskan Puan belum mendeklarasikan diri sebagai capres dari PDIP.


"Belum, yoh ndak no (kemajon). Kalau kemajon kalau sudah men-declare, sudah keluar dari konstruksi posisi, konstruksi posisi. Kalau posisinya kiper terus lari ke depan memasukkan bola, boleh nggak? Ya boleh, tetapi ini sudah kemajon gitu loh kipernya. Tugasnya jaga gawang mau ke depan, nggak boleh begitu," imbuhnya.


Sebelumnya, Panda Nababan sempat membeberkan sekelumit cerita dari balik tembok Istana soal 'persiapan' Pemilu 2024.


Panda menuturkan Jokowi sudah mengumpulkan menteri-menterinya hingga Ketua DPR Puan Maharani dan bertanya soal hasrat mereka maju Pilpres 2024. Mereka, kata dia, bahkan menyatakan keinginannya untuk bertarung di Pilpres 2024 ke Jokowi.


"Presiden Jokowi, yang kudengar cerita, dia sudah tanya Airlangga (Menteri Koordinator Perekonomian), mau maju nggak jadi Presiden, jawab Airlangga maju," kata Panda dalam suatu acara, Rabu (13/4).


"(Jokowi) tanya Sandiaga Uno, Sandiaga Uno bilang maju. Dia tanya Erick, maju. Dia tanya Puan, maju," kata Panda. (detikcom/d)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com