Ketua DPRD SU Kecewa Pengerjaan Proyek Multiyears Rp 2,7 Triliun di Simalungun Lambat

* PT Waskita Karya: Proyek Masih Tahap Desain

451 view
Ketua DPRD SU Kecewa Pengerjaan Proyek Multiyears Rp 2,7 Triliun di Simalungun Lambat
(Foto Dok/staf).
SIDAK: Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting didampingi Bupati Simalungun Radiapoh Sinaga, Dinas BMBK Sumut Marlindo, Ali Effendy Siburian dari PT Waskita Karya, Camat Kecamatan Siantar Edward FH Girsang melakukan “sidak” untuk melihat pengerjaan proyek multiyears di Simalungun, Jumat (14/10). 

Medan (SIB)

Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting kecewa melihat lambatnya pengerjaan proyek jalan provinsi di wilayah Kabupaten Simalungun, yang merupakan bagian di proyek multiyears senilai Rp 2,7 triliun yang ditangani Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumut.


Lambannya pengerjaan proyek itu menimbulkan kekesalan pengguna jalan.


"Saat kita melakukan Sidak lapangan untuk melihat progres pengerjaan proyek perbaikan jalan dan jembatan provinsi di Simalungun yang anggarannya masuk dalam proyek multiyears, ternyata hasilnya sangat mengecewakan," ujar Baskami Ginting kepada wartawan, Minggu (16/10) di Medan.


Menurutnya, anggaran tahap pertama untuk proyek multiyears itu telah dialokasikan di APBD Sumut TA 2022 sebesar Rp500 miliar. Tapi di lapangan belum ada pelaksanaan pekerjaan, terlihat masih pembersihan jalan, sehingga pelaksanaannya terkesan lambat.


"Menyikapi kelambanan ini, kita mendesak Dinas BMBK Sumut segera memerintahkan kontraktor PT Waskita Karya mengebut pekerjaannya, mengingat banyaknya masyarakat mengeluh karena kondisi jalan yang rusak parah," katanya.


Dalam Sidak tersebut, Ketua DPRD Sumut didampingi Bupati Simalungun Radiapoh Sinaga, pejabat Dinas BMBK Sumut yaitu Marlindo, Ali Effendy Siburian dari PT Waskita Karya dan Camat Kecamatan Siantar Edward FH Girsang sempat melihat pengerjaan proyek jalan provinsi jurusan Asahan Km 4,5 Dolokmarlawan Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.


"Kita melihat faktanya di lapangan, progres proyek itu tidak sesuai yang dijanjikan Kadis BMBK Sumut, sehingga masyarakat kita harapkan ikut mengawasi pengerjaan proyek peningkatan infrastruktur dimaksud, agar penyelesaiannya bisa tepat waktu," kata Baskami.


Menurut dia, ada empat ruas jalan provinsi di wilayah Simalungun yang saat ini kondisinya hancur-lebur dan sangat perlu dikebut perbaikannya. Keempat ruas jalan itu adalah jalan provinsi jurusan Perdagangan, jalan besar jurusan Siantar - Saribudolok (Panei Tongah), Jalan Asahan maupun jalan menuju Tigaras.


"Sudah berulang-kali masyarakat mengadukan ke eksekutif dan legislatif, agar perbaikan jalan provinsi ini dipercepat," tegasnya mengingatkan PT Waskita Karya untuk bergerak cepat menyelesaikan proyek multiyears ini tepat waktu, jangan sampai target untuk memuluskan jalan provinsi pada 2024 tidak terealisasi.


Sementara itu, Bupati Simalungun menyatakan, pihaknya juga telah melakukan konfirmasi kepada PT Waskita Karya selaku kontraktor pelaksana proyek, agar bergerak cepat mengerjakan proyek jalan dimaksud sesuai target penyelesaian pada akhir 2022 ini.


Tahap Desain

Dalam kesempatan itu, Ali Effendy Siburian dari PT Waskita Karya mengungkapkan, progres pengerjaan perbaikan jalan provinsi di Simalungun, masih tahap pemetaan, desain and build.


"Kita sudah melakukan desain bersama manajemen konstruksi dan bekerja sesuai gambar. Ditargetkan empat ruas jalan provinsi ini tuntas hingga akhir tahun 2022. Kami akan bekerja maksimal menyelesaikan proyek multiyears dimaksud,” katanya. (A4/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com