Ketua MPR Harap PON XX Papua Mampu Perkukuh Rasa Persatuan

* Anggota DPR: Kehadiran Jokowi Buka PON Bukti Papua Bukan “Anak Tiri”

134 view
Ketua MPR Harap PON XX Papua Mampu Perkukuh Rasa Persatuan
Foto: MPR
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berharap penyelenggaraan PON XX di Papua akan memperkukuh rasa persatuan dan kesatuan.
Jakarta (SIB)
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berharap penyelenggaraan PON XX di Papua akan memperkukuh rasa persatuan dan kesatuan. Selain itu, PON juga diharapkan dapat menumbuhkembangkan nilai-nilai kebangsaan dan rasa nasionalisme di setiap diri anak bangsa.

"Terdapat hubungan simbiosis mutualisme antara olahraga dengan nasionalisme. Di satu sisi, olahraga menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan dan membangun nasionalisme bangsa. Di sisi lain, jiwa dan semangat nasionalisme yang ditanamkan untuk memotivasi para atlet telah berperan penting dalam memajukan prestasi olahraga," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (3/10).

Usai menghadiri Pembukaan PON XX Papua di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Ketua DPR RI ke-20 ini mengapresiasi peran pemerintah, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga dan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), dalam membangun semangat persatuan dan kesatuan bangsa, melalui pembinaan olahraga secara nasional.

Penyelenggaraan PON XX Papua menjadi bukti keberpihakan pemerintah untuk memprioritaskan pemerataan pembangunan di daerah. Khususnya, peningkatan pembangunan infrastruktur di daerah luar Jawa.

"Kebijakan pemerintah memberikan beasiswa pendidikan bagi atlet berprestasi dari segenap penjuru Nusantara, adalah contoh lain upaya Pemerintah yang patut diapresiasi dan didukung bersama. Kita tentunya berharap semakin banyak lagi aktivitas dan event olahraga yang dapat diintegrasikan dan dikolaborasikan dengan berbagai kegiatan yang dapat menumbuhkan jiwa dan semangat nasionalisme," tuturnya.

Momentum Penting
Begitu juga dengan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Ia menilai penunjukan Papua sebagai tuan rumah PON XX menjadi bukti kuatnya kesatuan dan persatuan bangsa. PON XX Papua dianggapnya sebagai cerminan kerukunan NKRI yang membentang dari Sabang sampai Merauke.

"Saya menilai PON XX Papua ini adalah momentum yang sangat penting sekali bagi persatuan dan kesatuan nasional. Ini adalah PON pertama yang diselenggarakan di Papua," ujar LaNyalla dalam keterangan tertulis.

Senator asal Jawa Timur itu menguraikan perhelatan event olahraga terbesar di Indonesia itu menjadi bukti nyata pengakuan otentik negara terhadap tanah Papua.

"Saya melihat momentum penyelenggaraan PON XX ini bukti bahwa Papua adalah bagian dari Tanah Air ini. Tak perlu lagi ada keraguan. Mari saatnya kita bergandengan tangan, mempererat kesatuan dan persatuan bangsa dalam bingkai NKRI," seru LaNyalla.

LaNyalla memandang Papua sudah sangat siap menghelat event akbar ini. Hal itu, menurutnya, terlihat dari kesiapan fasilitas venue, para atlet yang akan bertanding, hingga protokol kesehatan yang berjalan sangat ketat dan disiplin.

"Saya ucapkan selamat bertanding kepada seluruh atlet dari seluruh Indonesia yang berlaga pada ajang ini. Tunjukkan sportivitas dan semangat kalian. Dari tanah Papua, kita tunjukkan prestasi untuk bangsa," sebut LaNyalla.

Bukan 'Anak Tiri'
Sementara itu, anggota DPR RI dapil Papua Barat, Robert Kardinal, menilai kehadiran Jokowi membuka langsung PON XX membuktikan bahwa Papua bukan 'anak tiri'.

"Kami bangga Papua terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan PON XX tahun ini. Kehadiran Presiden Jokowi, yang membuka PON XX Papua, memberi makna khusus bahwa Papua tidak diperlakukan berbeda dari provinsi lain di Indonesia," kata Robert dalam keterangannya.

Karena itu, Robert meminta masyarakat Papua tidak lagi berpikir bahwa mereka dibedakan dengan masyarakat lain di luar Papua. Anggota komisi olahraga DPR itu (Komisi X) menegaskan kepada masyarakat Papua, jangan mau dipecah belah.

"Momentum yang dibuka langsung Presiden Jokowi secara jelas telah menunjukkan bahwa Papua tak dianaktirikan. Jangan ada lagi pemikiran bahwa kita berbeda. Jangan mau dipecah belah," imbau Robert.

Menurut Robert, bukti Papua bukan anak tiri tak hanya terlihat dari kehadiran Presiden Jokowi membuka secara langsung PON XX di Papua. Sebagai gambaran, Robert memaparkan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 40,85 triliun untuk pembangunan infrastruktur, guna mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar di Papua tahun depan.

Pengalokasian anggaran itu tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022. Anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun berbagai program dasar di beberapa wilayah, termasuk Papua.

Setidaknya ada dua proyek besar di Papua yang dianggarkan dalam RKP 2022, yaitu pembangunan Jalan Trans Papua Merauke-Sorong senilai Rp 1,81 triliun dan Jembatan Udara 37 Rute di Papua sebesar Rp 210,72 miliar.

"Penyelenggaraan PON XX mempertegas kehadiran pemerintah dalam berbagai sektor di Papua, tak hanya pembangunan infrastruktur berupa jalan dan lainnya, tapi juga melalui perhelatan olahraga yang mempersatukan bangsa Indonesia. Papua adalah Indonesia," sebut politisi Golkar itu. (detikcom/d)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com