Ketua MUI Risih Lihat Terdakwa Mendadak Pakai Atribut Agama Saat Sidang


180 view
Ketua MUI Risih Lihat Terdakwa Mendadak Pakai Atribut Agama Saat Sidang
(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Ilustrasi. Terdakwa Pinangki Sirna Malasari memakai pakaian agamis saat sidang 

Jakarta (SIB)

Jaksa Agung ST Burhanuddin bercerita pernah naik pitam gegara melihat sejumlah terdakwa korupsi memakai pakaian islami saat disidang. Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis turut merasakan hal serupa dan mempertanyakan apa alasan para terdakwa melakukan hal tersebut.


"Setuju Pak Jaksa Agung RI. Saya dulu bertanya-bertanya kenapa terdakwa ke persidangan pakaiannya mendadak kaya orang saleh," kata Cholil melalui akun Twitternya @cholilnafis, Rabu (18/5).


Cholil menyebut kerap merasa risih melihat penampilan para terdakwa yang tiba-tiba menggunakan pakaian bersimbol Islam. Dia mendukung Burhanuddin yang menerapkan pakaian khusus berupa rompi bagi para terdakwa korupsi.


"Bahkan serasa risih melihat pakaian simbol muslim dipakainya. Saya dukung pakaian terdakwa itu khusus yang mudah dikenal, khususnya koruptor," tulis Cholil.


Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengaku pernah mengamuk kepada anak buah terkait seragam terdakwa saat bersidang yang mendadak menggunakan peci dan hijab. Burhanuddin lalu meminta agar pakaian terdakwa diganti saja menjadi rompi.


Awalnya Burhanuddin bercerita terkait koruptor yang tidak hanya berasal dari pekerja kerah putih, tetapi bisa juga yang memakai kaus oblong. Bahkan menurut Burhanuddin, ada juga koruptor yang berkedok memakai baju koko. Karena itu, Burhanuddin mengaku pernah marah ke bawahannya dan meminta agar terdakwa saat bersidang tidak menggunakan baju koko.


"Makanya selalu dikatakan bahwa koruptor itu adalah kerah putih. Saya nggak tahu sekarang malah nggak pakai kerah putih lagi, pakai kaus oblong juga bisa. Jangankan kaus oblong, kayak ustaz gini saja bisa," kata Burhanuddin, dikutip dari podcast Deddy Corbuzier, Kamis (12/5).


Burhanuddin mengaku marah karena terdakwa diberi seragam baju koko dan peci seolah-olah akan merusak citra agama tertentu. Bukan hanya laki-laki, perempuan yang tertangkap juga terkadang mengubah tampilannya dengan memakai hijab.


Oleh karena itu, saat ini ia meminta agar baju terdakwa saat bersidang diganti menjadi rompi tahanan.


"Tadinya nggak berhijab, itu malah merusak (image orang yang berhijab). Makanya saya ngamuk waktu itu, terus nggak ada lagi, sekarang pakai rompi aja," tuturnya. (detikcom/d)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com