Puan Temui Muhaimin dan Airlangga

Ketum PKB Muhaimin Iskandar Masuk Kandidat Cawapres Ganjar

* Golkar-PDIP Sepakat Bentuk Tim Teknis

260 view
Ketum PKB Muhaimin Iskandar Masuk Kandidat Cawapres Ganjar
(Foto: Liputan6/Antara/Hafiz Mubarak)
BERTEMU: Ketua DPP PDIP Puan Maharani bertemu Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Widya Chandra, Jakarta, Kamis (27/7) (kiri). Usai bertemu Muhaimin, Puan juga bertemu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Jalan Tirtayasa Raya No 32, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (27/7) (kanan). 
Jakarta (SIB)
Ketua PDIP Puan Maharani temui Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Partai Golkar Airlangga Hartarto secara terpisah, Kamis (27/7).
Saat bertemu Muhaimin, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani menegaskan bahwa PDIP dengan Partai Kebangkitan Bangsa memiliki hubungan baik sejak lama sehingga tidak memiliki kendala komunikasi di antara dua pimpinan partai tersebut.
"Hubungan PDIP dan PKB itu panjang, kita bersama-sama mendukung Pak Jokowi sudah 10 tahun, kemudian di DPR kita sama-sama mengawal DPR dan lembaga legislatif bersama-sama, saya ketuanya dan Cak Imin wakil ketuanya," kata Puan Maharani di Widya Chandra, Jakarta, Kamis (27/7).
Puan juga mengatakan, komunikasi antara dirinya dengan Cak Imin selalu harmonis dan berbagai persoalan yang muncul selalu diselesaikan secara kekeluargaan.
"Selalu harmonis, selalu adem ayem tanpa ada masalah, karena semua bisa dibicarakan dengan baik, semua bisa disampaikan secara kekeluargaan," ujarnya.
Ketua DPR itu mengatakan, pertemuannya dengan Muhaimin adalah hal biasa menjelang tahun politik 2024, seraya menegaskan dirinya optimistis Ganjar Pranowo akan keluar sebagai pemenang Pilpres 2024.
"Tentu ini salah satu hal yang saya lakukan untuk menuju Pemilu 2024 dan insyaallah nanti calon presiden Ganjar Pranowo nanti bisa menjadi pemenangnya," tuturnya.
Puan juga memahami soal kerja sama PKB bersama Gerindra yang sudah terjalin selama 11 bulan terakhir.
"Saya memahami juga bahwa Cak Imin atau PKB sudah menjalin kerja sama atau koalisi 11 bulan, harus ditekankan 11 bulan loh Cak Imin, dengan Partai Gerindra dan tentu saja saya menghormati hal tersebut," kata Puan.
Meski demikian, Puan mengatakan bahwa politik di Indonesia sangat dinamis dan segala kemungkinan bisa saja terjadi. PDIP membuka pintu selebar-lebarnya untuk semua pihak yang ingin berkomunikasi dengan partai berlogo banteng tersebut.
"Namun, namanya politik itu kan dinamis, tentu saja masih ada kemungkinan-kemungkinan untuk kemudian menjalin komunikasi yang lebih intensif untuk nantinya, siapa tahu masih bisa PKB itu bersama dengan PDI Perjuangan," pungkasnya.
Masuk Kandidat
Puan Maharani juga menegaskan dirinya serius saat menyebut Muhaimin Iskandar sebagai salah satu kandidat bakal calon wakil presiden untuk mendampingi bakal calon presiden yang diusung PDIP Ganjar Pranowo.
"Saya serius loh waktu saya bilang kandidat cawapres, capres atau bakal capres-nya PDIP Pak Ganjar itu Cak Imin. (Cak Imin sempat bertanya) ‘Mbak tenanan (benar) enggak mbak ngomong begitu?’ (Saya jawab) yo bener mosok ngawur," kata Puan.
Meski begitu, Puan menyatakan memang belum ada keputusan tentang siapa cawapres Ganjar Pranowo untuk Pemilu 2024.
Puan juga mengatakan pertemuan hari ini masih sebatas menyatukan visi dan misi demi bangsa dan negara, dan sama sekali tidak ada pembahasan soal bakal cawapres.
"Saya bocorin sedikit Cak Imin, di pertemuan ini nggak ada pembicaraan persyaratan-persyaratan (untuk cawapres) karena kita masih menyatukan pemikiran-pemikiran apa yang akan dilakukan, bagaimana ke depan, bagaimana membangun bangsa ini," ungkap Puan.
Oleh karena itu, Puan menyatakan masih akan dilakukan pembicaraan lebih lanjut secara intensif sampai bulan Oktober yang merupakan tenggat waktu pendaftaran capres-cawapres.
"Jadi itu masih panjang, masih banyak yang harus kita lakukan. Namun, saya meyakini nggak ada yang pernah salah melakukan silaturahmi dan membicarakan semua itu secara terbuka sebagai sesama anak bangsa," ucap Puan.
PDIP pun disebut masih mempertimbangkan banyak hal terkait kandidat cawapres yang akan mendampingi Ganjar Pranowo. Soal apakah akan bertambah atau berkurang, menurut Puan, masih akan dipertimbangkan.
"Karena kita mempertimbangkan semua aspek yang ini baik, yang ini bagus, yang ini apik, tapi mana yang kemudian mempunyai visi yang sama dengan bakal capres PDIP Pak Ganjar," sebutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Cak Imin mengaku bahagia atas kedatangan Puan. Menurutnya, selalu ada perubahan dalam setiap dinamika politik.
"Sehingga kalau toh ada titik temu baru antara PDIP dan PKB, tentu saya akan berbicara dengan Pak Prabowo," kata Cak Imin
"Untuk kapan dan bagaimana tapi sampai hari ini kita terus berproses berdinamika, berdialektika sampai nanti kalo ada kesimpulan yang serius baru saya ajak Pak Prabowo," tambahnya.
Sebelumnya Puan menyebut kandidat cawapres yang akan mendampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 mengerucut lima nama. Puan menyebutkan nama itu adalah Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Sandiaga Uno, Erick Thohir, Andika Perkasa, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Untuk namanya Pak Sandiaga, Pak Erick, Pak Andika, Mas AHY, Cak Imin mantap semua. Dulu ada 10 nama, sekarang sudah mengerucut lima nama," tutur Puan usai Harlah ke-25 PKB di Stadion Manahan, Solo, Minggu (23/7).
Bentuk Tim Teknis
Sementara itu secara terpisah, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa telah ada kesepakatan antara Golkar dan PDI Perjuangan untuk membentuk tim teknis menjelang Pemilu 2024.
"Kami menyepakati hal yang sifatnya teknis perlu dibangun dan dari Partai Golkar sudah membentuk tim teknis," kata Airlangga di Jakarta, Kamis (27/7).
Airlangga juga mempersilakan PDIP untuk secepatnya membangun tim teknis. Tim dari Golkar dipimpin oleh Wakil Ketua Umum Mechias Markus Mekeng.
Secara prinsip, kata Airlangga, Partai Golkar dan PDIP telah bersama-sama di pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sementara dirinya dan Puan Maharani pernah sama-sama di DPR hingga kabinet pemerintahan.
Sementara itu, Puan Maharani mengatakan, pertemuan itu belum untuk mengambil keputusan konkret.
"Tim teknis yang nanti akan kami bentuk pada waktu tidak terlalu lama," katanya.
Menurut Puan, komunikasi dan pertemuan selanjutnya terus dilakukan, untuk menyamakan visi dan misi, serta hal-hal yang dapat disepakati bersama.
"Kesepakatan bagaimana membangun bangsa dan negara bersama, bukan hanya tahun ini, bukan hanya tahun depan, juga bagaimana membangun bangsa dan negara pasca-Pemilu 2024," kata Puan menegaskan.
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengunjungi kediamanan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Jalan Tirtayasa Raya No 32, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (22/7).
Puan tiba sekitar pukul 15.00 WIB. Puan disambut Airlangga bersama sejumlah elite Partai Golkar, di antaranya Sekjen Lodewijk F Paulus dan Wakil Ketua Umum Mechias Markus Mekeng.
Sementara Puan Maharani didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Bambang Wuryanto dan Said Abdullah.
Konsolidasi Politik
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan bahwa pertemuan Puan Maharani dengan Airlangga Hartarto merupakan proses konsolidasi politik menjelang Pemilihan Umum 2024.
"Itu sebagai proses konsolidasi politik dalam rangka Pemilu 2024," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (27/7).
Hasto mengatakan, pertemuan itu juga merupakan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri karena partai berlambang banteng moncong putih itu adalah partai inklusif yang mewakili dan merepresentasikan seluruh kekuatan politik dan rakyat Indonesia. (Antaranews/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com