Ketum PPP Suharso Monoarfa Dipolisikan Buntut Ucapan ‘Amplop Kiai'


372 view
Ketum PPP Suharso Monoarfa Dipolisikan Buntut Ucapan ‘Amplop Kiai'
(Foto: dok. PPP)
Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa 

Jakarta (SIB)

Pernyataan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa, soal 'amplop kiai' berbuntut panjang. Suharso Monoarfa dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Laporan itu dilayangkan oleh pria bernama Ari Kurniawan pada Sabtu (20/8). Pelapor yang mengaku lulusan pesantren ini menilai pernyataan 'amplop kiai' telah mencemarkan nama baik para kiai dan pesantren di Indonesia.

"Jadi hari Sabtu kami dampingi Pak Ari. Saya selaku kuasa hukumnya (melaporkan) atas dugaan tindak pidana penghinaan terhadap kiai terkait omongannya Pak Suharso itu waktu dia pidato di acaranya KPK itu," kata pengacara Ari, Ali Jufri, saat dihubungi, Senin (22/8).

Menurut Jufri, pernyataan Suharso Monoarfa dinilai telah merendahkan sosok para kiai dan pesantren. Pelapor pun mempertanyakan alasan Suharso mengungkap persoalan 'amplop kiai' itu di depan publik.

"Persoalan kiai ini kan sebutan kepada orang-orang alim, orang-orang yang punya pesantren. Kemudian dalam konteks ini karena Pak Suharso bicara di depan publik ini kan menurut kami tidak etis," katanya.

"Ini sebuah bentuk penghinaan terhadap kiai dan pesantren di mana pesantren ini kan mendidik generasi baru menjadi generasi masa depan. Tapi ketika ada pernyataan ini menjadi tidak baik. Jadi kami melaporkan atas dugaan penghinaan," tambahnya.

Bukti video pernyataan Suharso perihal 'amplop kiai' pun telah diserahkan kepada penyidik. Laporan tersebut kini telah diterima oleh Polda Metro Jaya.

Dalam laporannya, Suharso Monoarfa dilaporkan atas dugaan pelanggaran di Pasal 156 dan atau Pasal 156 A KUHP. Suharso dianggap melanggar aturan perihal menyatakan kebencian atau penghinaan terhadap suatu agama atau golongan di muka umum.

Laporan kepada Suharso ini teregister dengan nomor LP/B/428/VII/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA, Tanggal: 20 Agustus 2022.

Laporan itu kini bakal ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Minta Maaf

Sebelumnya, Suharso Monoarfa, sudah meminta maaf usai video yang berisi dirinya sedang melakukan pidato di KPK beredar di media sosial.

Permintaan maaf ini disampaikannya secara terbuka usai menghadiri acara Sekolah Politik yang digelar selama 2 hari bagi kader PPP di Bogor.

"Saya menyesalkan ada pihak yang dengan sengaja mencuplik sepotong dari sambutan saya pada acara Politik Identitas Cerdas Berintegritas yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin, 15 Agustus 2022 lalu, cuplikan yang sepotong itu menjadi di luar konteks dan membentuk opini negatif," ujar Suharso dalam keterangan tertulis, Kamis (19/8).

Suharso menegaskan sambutannya tidaklah berdiri sendiri, melainkan merespons atas apa yang disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron.

Ia juga berusaha menyambungkan dengan apa yang telah dipresentasikan oleh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Wawan Wardhiana.

Selain itu, kata dia, Kiai Ghufron mengatakan bahwa dengan mengikuti acara Politik Cerdas Berintegritas, diharapkan peserta menetapkan dirinya agar jangan terbawa mengandalkan 'keuangan yang maha kuasa' dan meninggalkan 'Ketuhanan yang Maha Esa'. Terlebih Partai Persatuan Pembangunan berazaskan Islam.

Suharso juga menuturkan bahwa Wawan Wardhiana mengingatkan dengan sebuah idiom seperti 'bukan membenarkan hal yang biasa, melainkan membiasakan hal yang benar'.

"Itu pesan-pesan yang ingin saya tangkap dan ingin saya ulang dan garis bawahi. Sama sekali saya tidak ada maksud untuk menyalahkan siapa pun," kata Suharso.

"Saya akui ilustrasi dalam sambutan itu adalah sebuah kekhilafan dan tidak pantas saya ungkapkan," lanjutnya.

Ia mengakui bahwa semestinya ada cara lain, bukan dengan mengungkapkan ilustrasi yang justru mengundang interpretasi yang keliru, apalagi dipotong-potong.

"Untuk itu saya mohon dibukakan pintu maaf yang seluas luasnya," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, sekolah politik ini adalah salah satu bentuk program PPP untuk kadernya menghadapi pemilihan umum tahun 2024.

Tujuannya yakni agar para kader memiliki wawasan yang lebih baik tentang PPP dan Politik pada umumnya.

Selain itu, pada pelaksanaan Sekolah Politik PPP angkatan ke 5 ini diikuti oleh Ketua dan Sekretaris 55 DPC PPP. Hadir dalam pembukaan Waketum Zainut Tauhid Saadi, Waketum Ermalena, Sekjen Arwani Thomafi, Sekretaris Fraksi PPP DPR Ahmad Baidhowi, Wasekjen Idy Muzayad, Wasekjen Chairunnisa, Sekjen AMK Ainul Yaqin.

Hadir juga Kepala Sekolah DR Endin Soefihara dan Sekretaris Majlis Pakar DPP Aunur Rofiq. Akan hadir sebagai nara sumber Ketua Majlis Pertimbangan DPP H Muhamad Mardiyono, Ketua Majlis Syariah KH Mustofa Aqil Siraj, Waketum Arsul Sani dan Waketum Amir Uskara. (ygs/mea)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com