Kivlan Zen Divonis 4 Bulan dan 15 Hari Penjara Kasus Senpi Ilegal


103 view
Kivlan Zen Divonis 4 Bulan dan 15 Hari Penjara Kasus Senpi Ilegal
Agung Pambudhy/detikcom
Kivlan Zen
Jakarta (SIB)
Kivlan Zen divonis 4 bulan dan 15 hari penjara. Kivlan dinyatakan majelis hakim bersalah memiliki senjata api dan peluru tajam ilegal yakni tanpa memiliki surat-surat resmi kepemilikan senjata.

"Mengadili, menyatakan Terdakwa Kivlan Zen telah terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana turut serta secara tanpa hak menerima, menguasai dan menyimpan amunisi sebagaimana didakwaan ke-satu," kata hakim ketua, Agung Suhendro di Pengadilan Negeri Jakpus, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Jumat (24/9).

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 4 bulan dan 15 hari. Mentapkan masa penangkapan dan penahanan terdakwa dikurangkan dari pidana yang dijatuhkan," lanjut hakim.

Dalam pertimbangannya, hakim mengesampingkan pernyataan Kivlan yang mengaku tidak pernah memerintahkan Helmy Kurniawan alias Iwan untuk membeli senjata. Hakim menyebut Kivlan justru memerintahkan anak buahnya untuk membeli senjata api ilegal.

"Bahwa majelis hakim menilai keterangan terdakwa yang menyatakan pada waktu terdakwa bertemu saksi Helmi Kurniawan alias Iwan tersebut terdakwa tidak pernah mengatakan atau memerintahkan 'Wan mulai kamu cari senjata di pasar gelap atau darimana, karena suatu saat kita pasti butuhkan, kalau nanti uang saya masuk, saya kasih kamu, kalau belum ada tolong ditalangi' dan keterangan terdakwa yang lainnya tersebut adalah merupakan keterangan tidak benar dan harus dikesampingkan. Menimbang dalan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas bahwa terbukti saksi Helmi Kurniawan alias Iwan, saksi Azwarmi alias Army, saksi Tajudin, dan saksi Irfansyah, melakukan perbuatan secara tanpa hak menguasai dan menyimpan senajata api dan amunisi dengan demikian unsur ini terpenuhi," kata hakim.

Kivlan Zen disebut membeli senjata dan peluru secara ilegal melalui Helmi Kurniawan (Iwan), Tajudin (Udin), Azwarmi, Irfansyah (Irfan) pada Mei 2018-Juni 2019. Hakim mengatakan Kivlan membeli senpi senilai Rp 145 juta.

"Terbukti terdakwa memerintahkan saksi Iwan untuk membeli senjata api, terdakwa juga menyerahkan uang Rp 145 juta kepada saksi Iwan untuk membeli senjata api, dan Iwan telah mendapatkan satu buah senpi dengan harga Rp 50 juta, dan telah memeproleh 2 senpi laras pendek dan 1 senpi laras panjang. Bahwa kemudian saksi Iwan mengatakan ke terdakwa telah mendapat 4 senpi, dan terdakwa mengatakan agar Iwan menyerahkan senpi laras pendek ke saksi Azwarmi, dan saksi Tajudin, sedangkan 1 senpi laras panjang ditaruh di rumah Iwan maka perbuatan terdakwa bersama saksi Iwan, Azwarmi dan Tajudin menerima senpi tersebut adalah termasuk dalam unsur orang turut serta," tegas hakim.

Kivlan Zen dinyatakan hakim bersalah melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo pasal 56 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya, Kivlan Zen dituntut jaksa dengan hukuman 7 bulan penjara. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Banding
Kivlan Zen menyatakan akan mengajukan banding atas vonis majelis hakim PN Jakarta Pusat yang menyatakan dirinya bersalah karena memiliki senjata api (senpi) ilegal. Kivlan keberatan atas vonis tersebut.

"Terima kasih Yang Mulia atas putusan, jaksa, dan penasihat hukum saya, saya menolak karena tidak dimasukkan semua bukti dan saksi fakta. Itu termasuk saya punya yang pleidoi saya dengan bukti data, foto, segala macam, tidak dimasukkan membantah semua tuntutan. Dengan demikian saya tolak keputusan hakim yang menyatakan saya bersalah walaupun saya dihukum cuma 4 bulan 15 hari, tapi itu kehormatan saya," ujar Kivlan dalam persidangan yang digelar di PN Jakpus, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (24/9).

"Saya akan banding. Jadi, tidak masukkan saya punya pleidoi dan bukti saya tidak bersalah. Saya tidak bersalah, one hundred percent saya tidak bersalah atas keputusan ini, tapi saya banding," ucap Kivlan. (Detikcom/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com