Komet Terbesar Melebihi Luas Kaltim Ditemukan


285 view
Komet Terbesar Melebihi Luas Kaltim Ditemukan
Foto: Ist/harianSIB.com
Ilustrasi komet.

Jakarta (SIB)

Ahli astronomi dan astrofisika dari Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, berbicara tentang adanya sebuah komet yang berukuran lebih besar dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Thomas mengatakan komet itu sudah menjadi perhatian komunitas astronomi global, termasuk di Indonesia.


"Ya, itu sudah jadi perhatian komunitas astronomi global, termasuk di Indonesia," kata Thomas saat dihubungi, Sabtu (16/4).


Thomas menyebutkan, BRIN akan mengamati komet itu di beberapa fasilitas pengamatan astronomi BRIN. Hal itu, kata Thomas, apabila komet sudah mendekat ke arah Bumi sehingga bisa diamati dengan teleskop yang ada.


"BRIN juga akan mengamati di beberapa fasilitas pengamatan astronomi BRIN, antara lain di Kupang, Sumedang, Pasuruan, Garut, dan Bandung. Bila sudah mendekat bumi, sehingga bisa teramati dengan teleskop yang ada," ujar Thomas.


Thomas menjelaskan, komet raksasa itu tidaklah berbahaya. Bahkan, saat komet itu sudah mendekati Bumi, hal itulah yang paling ditunggu oleh para astronom. Hal itu dikarenakan komet akan terlihat jelas.


"Tidak berbahaya. Mengarah ke Bumi dalam arti, orbitnya mengelilingi matahari saat ini menuju posisi yang relatif dekat orbit Bumi. Tetapi saat paling dekat dengan bumi, jaraknya masih lebih jauh dari jarak bulan. Ketika mendekati Bumi, itu saat paling ditunggu astronom karena akan tampak paling jelas," jelas Thomas.


"Jadi sama sekali tidak berbahaya, bahkan sangat ditunggu untuk diamati dengan teleskop. Mungkin juga akan teramati dengan mata tanpa alat karena ini komet terbesar, kemungkinan juga menjadi komet paling terang. Jarak terdekat Bumi pada 2031," sambungnya.


Sebelumnya, satu komet dengan inti berukuran 50 kali lebih besar dari komet-komet yang biasa kita temui meluncur ke arah Bumi dengan kecepatan 35.400 kilometer per jam.


Teleskop Hubble milik badan ruang angkasa Amerika Serikat NASA menetapkan inti komet yang terdiri dari es itu memiliki massa sekitar 500 triliun ton dengan lebar 137 kilometer, lebih besar dari Negara Bagian Rhode Island di AS maupun Provinsi Kalimantan Timur di Indonesia.


Tapi tidak perlu khawatir. Meski mengarah ke Bumi, jarak terdekat komet ini dengan Bumi diperkirakan 1 miliar mil dari matahari, dan itu tidak akan terjadi sampai 2031.


Komet ini pertama kali terlihat pada 2010, namun Hubble baru bisa mengkonfirmasi besarnya sekarang. Dan ukurannya lebih besar dari komet-komet lain yang pernah dilihat oleh astronom sebelumnya.


"Kami telah menduga bahwa komet ini sangat besar, karena sinarnya sangat terang meskipun jaraknya masih sangat jauh," ujar David Jewitt, guru besar ilmu planet dan astronomi di Universitas California, Los Angeles (UCLA).


"Sekarang kami telah mendapat konfirmasi itu," kata Jewitt.


NASA menjabarkan bola tanah dan es itu sebagai binatang raksasa 'yang meluncur ke arah sini'.


Menurut pernyataan badan antariksa itu, komet ini pertama kali ditemukan oleh astronom Pedro Bernardinelli dan Gary Bernstein di gambar arsip dari Survei Energi Gelap di Observatorium Cerro Tololo Inter-Amerika di Chile.


Komet oleh NASA disebut sebagai 'balok Lego' es yang merupakan sisa peninggalan dari era pembentukan awal planet-planet.


"Mereka terlempar keluar dari tata surya akibat permainan pinball gaya gravitasi di antara planet-planet besar di sisi luar sistem," sebut NASA dalam pernyataannya.


"Komet-komet yang tertendang ke luar kemudian berdiam di Awan Oort, sebuah reservoir besar untuk komet-komet yang mengitari sistem tata surya dari kejauhan."


Man-To Hui dari Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Macau mengatakan komet ini sebagai 'objek yang menakjubkan'.


"Kami telah menduga ukurannya akan cukup besar, tapi kami butuh data terbaik untuk mengkonfirmasinya," katanya.


Komet Bernardinelli-Bernstein telah mengikuti orbit berbentuk bulat panjang sejauh tiga juta tahun, yang membawanya sejauh sekitar setengah tahun cahaya dari Matahari.


Komet ini sekarang berjarak kurang dari 2 miliar mil dari Matahari, dengan posisi nyaris tegak lurus dengan sistem tata surya kita. (detikcom/d)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com