Komisi III DPR Usir Komnas Perempuan Telat Rapat


107 view
Komisi III DPR Usir Komnas Perempuan Telat Rapat
(INDOZONE/Harits Tryan)
Rapat kerja Komisi III dengan Komnas HAM 
Jakarta (SIB)
Pimpinan Komisi III DPR RI mengusir pihak Komnas Perempuan dari rapat kerja. Pihak Komnas Perempuan diusir karena datang rapat terlambat.

Diusirnya pihak Komnas Perempuan terjadi saat rapat kerja Komisi III DPR RI, kompleks parlemen, Senayan, Kamis (13/1). Turut hadir juga pimpinan Komnas HAM.

"Maaf ya Komnas Perempuan silakan keluar ya, kita rapat jam 10.00, silakan keluar. Anda tidak menghormati kuorum, karena Anda telat, silakan keluar dulu, jangan langsung duduk, tidak ada etikanya," kata Wakil Ketua Komisi III, Desmond J Mahesa.

Desmond mengusir pihak Komnas Perempuan karena geram pihak Komnas Perempuan datang terlambat. Pihak Komnas Perempuan datang terlambat lalu masuk ruang rapat dan duduk di bangku yang disediakan.

"Harusnya izin dulu, silakan keluar," minta Desmond.

"Izin Bapak Ketua," ujar pihak Komnas Perempuan menyela Desmond.

Desmond menyebut pihak Komnas Perempuan terlambat datang rapat. Desmond tetap meminta Komnas Perempuan meninggalkan ruang rapat.

"Ya Anda telat, itu masalah Anda, bukan masalah kami, silakan keluar saja," katanya.

Pihak Komnas Perempuan yang mengenakan pakaian warna merah muda membela diri. Dia mengatakan sudah mengikuti rapat sejak awal melalui virtual, lalu hadir secara fisik.

"Bukan, saya menyampaikan bahwa saya mengikutinya sudah lewat online, dan kemudian memang ada permasalahan di jalan tidak mungkin kami elak, tapi saya sudah mengikuti sejak dari awal," sebutnya.

Desmond menegaskan meminta Komnas Perempuan meninggalkan ruang rapat. Pihak Komnas Perempuan akhirnya keluar meninggalkan ruang rapat Komisi III.

"Lain kali tepat waktu ya, masuk juga jangan nyelonong, harusnya kasih tahu sekretariat boleh nggak masuk, boleh, baru kita duduk, ini kan ada etika parlemennya," ujar Desmond.

"Saya minta maaf Ketua," imbuh pihak Komnas Perempuan.

Buka Suara
Komnas Perempuan mengungkap cerita di balik pengusiran oleh Komisi III DPR RI saat rapat kerja. Komnas Perempuan mengatakan ada miskomunikasi dengan Komisi III.

"Tadi Bang Desmond masuk nemuin kami di ruang tunggu. Intinya ya miskomunikasi aja dan kita sungguh berharap, karena kayanya hari ini fokusnya ke Komnas HAM, kami ya berharap ada ruang yang khusus juga untuk melihat bagaimana situasi-situasi penegakan HAM untuk kelompok perempuan," kata Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani di Kompleks Parlemen.

"Kita tahu kekerasan terhadap perempuan adalah bangunan dari pelanggaran HAM dan membutuhkan perhatian dari Komisi III," imbuhnya.

Diceritakan Andy, Wakil Ketua Komisi III Desmond J Mahesa memang menemui Komnas Perempuan seusai pengusiran. Andy menegaskan bahwa dia sudah hadir secara virtual tepat waktu.

"Iya. Tadi kan kami pikir sudah diperbolehkan karena sudah izin sebelum jam 10.00. Bang Desmond tidak terinformasi, ya kami pikir oh ya Bu. Dan itu kan tipis banget ya, saya kan juga sudah terlambat sebetulnya datangnya. Karena saya sudah di Zoom dari jam 10.00," ujar Andy.

Andy bercerita tak hadir secara fisik sejak awal. Namun pertemuan Komnas Perempuan dengan Komisi III tak mungkin diwakili.

"Sudah (hadir virtual). Karena dari awal saya sudah bilang tidak bisa hadir jam 10.00, tapi tidak mungkin saya wakilkan karena ini pertemuan yang sangat penting untuk Komnas Perempuan jadi harus ketuanya yang hadir," kata Andy.

"Saya sudah bilang saya pastikan terlambat. Saya minta maaf sekali saya akan terlambat, saya akan ikuti dari daring dulu, secepat-cepatnya saya akan hadir ke ruangan," tambahnya.

Andy mengatakan sudah menyampaikan akan hadir terlambat secara fisik ke sekretariat Komisi III. Sementara itu, Andy saat ini belum memiliki kontak Ketua Komisi III Bambang Wuryanto.

"Sekalipun kami sudah melayangkan surat ke Komisi III, karena Komnas Perempuan kan juga mendukung ratifikasi konveksi penghilangan paksa. Dan kami sudah menyelesaikan," ujar Andy.

Komnas Perempuan meminta penjadwalan ulang rapat dengan Komisi III. Sebab, ada sejumlah agenda dan isu penting soal perempuan yang perlu dibahas dengan Komisi III.

"Iya (jadwal rapat ulang). Kami berharap ada pertemuan yang secara khusus mengenai hak asasi perempuan di Indonesia. Kita lihat beberapa kasus yang diangkat tadi kan menjadi ruangnya Komnas Perempuan ada RUU TPKS, bagaimana Herry Wirawan, dan lain-lain," kata Andy.

"Termasuk Komnas Perempuan di tahun 2022 ini akan melakukan evaluasi besar pada restorative justice yang tadi ditanyakan. Jadi sebenernya kita sudah sangat siap untuk pertemuan hari ini, ya kita tunggu lah. Kami sungguh berharap dari pimpinan Komisi III akan menginformasikan," imbuhnya. (detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com