Lonjakan Covid-19

Komisi IX DPR RI Minta Daerah Luar Jawa-Bali Siapkan Skenario Terburuk

* Menkes Wanti-wanti 7 Provinsi

215 view
Komisi IX DPR RI Minta Daerah Luar Jawa-Bali Siapkan Skenario Terburuk
Foto Ant/Dokumen Pribadi
TINJAU: Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris (Kiri) meninjau vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum di Pura Chandra Prabha Jelambar, Jakarta, Senin (5/7).
Jakarta (SIB)
Video dan foto soal longgarnya prokes di luar Jawa-Bali bertebaran saat PPKM Darurat diberlakukan. Daerah-daerah di luar Jawa-Bali diminta tak euforia dan menyiapkan skenario terburuk jika Covid melonjak.

"Kita menyayangkan sempat viral beberapa waktu lalu, walaupun di Jawa-Bali sudah diberlakukan PPKM Darurat, tetapi masih ada saja kegiatan yang menciptakan kerumunan di beberapa tempat (luar Jawa-Bali). Bahkan ada pejabat negara juga yang memposting di media sosialnya, mengumpulkan massa dalam berbagai kegiatan," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris kepada wartawan, Senin (5/7). Charles kemarin meninjau vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum, termasuk remaja di atas 12 tahun, di Pura Chandra Prabha Jelambar, Jakarta Barat.

Politikus PDIP ini mengatakan, ketika PPKM Darurat di Jawa-Bali diberlakukan, pejabat negara, seperti kepala daerah, seharusnya fokus pada penanganan Covid-19 di wilayahnya.

"Jadi tolong juga fokus jaga di luar Jawa dan Bali. Kita juga harus mempersiapkan skenario terburuk. Kita harus mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus di tempat lain," ujar Charles.

Dia berharap pemerintah daerah di luar Jawa-Bali juga bisa fokus memastikan bahwa wilayahnya melakukan pembatasan sosial secara ketat.

"Sehingga tempat yang saat ini masih hijau (di luar Jawa-Bali), jangan menjadi merah. Apalagi kapasitas fasilitas kesehatannya berbeda dengan di Jawa," ujarnya.

Charles mengatakan di Ibu Kota DKI Jakarta saja yang fasilitas kesehatannya terbilang baik bisa kewalahan menghadapi lonjakan kasus yang begitu tinggi.

"Saya tidak bisa terbayang di wilayah lain yang saat ini faskesnya tidak sebaik di Pulau Jawa apabila menghadapi kondisi yang sama seperti ini. Mungkin akan lebih mengerikan lagi," ujarnya.

Wanti-wanti
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mewanti-wanti tujuh provinsi di luar Pulau Jawa menyangkut penyebaran virus Corona varian Delta. Menkes Budi Gunadi menyebut ada pola penyebaran yang perlu diwaspadai tujuh provinsi ini.

"Ini juga menjadi kekhawatiran saya karena kita mengamati varian Delta ini masuk sejak bulan Maret di Indonesia. Waktu itu WHO belum menyebut ini sebagai variant of concern atau varian berbahaya. WHO menyatakan varian ini varian berbahaya itu tanggal 11 Mei, kemudian mulai memperketat genome sequencing kita di daerah-daerah di mana varian Delta sudah masuk," kata Menkes Budi menjawab pertanyaan soal varian Delta dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI, yang disiarkan YouTube DPR RI, Senin (5/7).

Awal penyebaran virus Corona varian Delta di Pulau Jawa dan Bali. Kemudian penyebaran semakin meningkat seusai Lebaran.

"Di Jakarta waktu itu, ada di Karawang, ada di Cilacap, kemudian di Madura, dan ada di Bali. Kita sudah mencoba memperketat tapi sejak 11 Mei ditetapkan WHO, 13 Mei kita ada Lebaran, seminggu kemudiannya sudah naik dengan cepat," ujarnya.

Menkes Budi Gunadi kemudian memikirkan bagaimana langkah ke depannya agar varian Delta menyebar ke luar Pulau Jawa. Budi Gunadi memaparkan ada kenaikan signifikan kasus Corona di luar Pulau Jawa.

"Kekhawatiran kami, ke depannya bagaimana? Antisipasinya bagaimana? Kita sekarang juga sudah melihat daerah-daerah provinsi di luar Jawa, yang memang terlihat jumlah kenaikan kasusnya itu extraordinary," ucapnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran varian Delta yang begitu cepat, Menkes Budi meminta adanya pengetatan seperti di daerah yang pernah ditemukan varian Delta. Menkes Budi mewanti-wanti tujuh provinsi di luar Jawa soal penyebaran virus Corona varian Delta.

"Jadi ada beberapa provinsi yang sudah saya minta untuk segara dilakukan genome sequencing yang lebih ketat sama seperti yang kita lakukan sebelumnya, untuk mengamati apakah memang penyebaran ke sana juga terjadi. Ada dua provinsi di Kalimantan yang saya minta untuk diperiksa, yaitu Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, dan ada empat provinsi di Sumatera yaitu Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Lampung, ada lima, yang memang pola penyebarannya perlu kita antisipasi dengan lebih hati-hati, apakah penyebaran Delta ini sudah sampai di sana," imbuhnya. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com