Komnas HAM: Kasus Brigadir J Semakin Terang Benderang

* Diduga Ada yang Ingin Bikin Bharada E Tanggung Sendiri Kasus Brigadir J

113 view
Komnas HAM: Kasus Brigadir J Semakin Terang Benderang
Foto : Tangkapan layar video
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam.

Jakarta (SIB)

Komnas HAM telah memeriksa 10 dari 15 HP yang ditunjukkan tim siber Mabes Polri terkait kasus kematian Brigadir J. Dari pemeriksaan itu, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan pihaknya semakin menemukan titik terang.


"Ini yang membuat posisi kami melihat proses penanganan kasus Brigadir Yoshua ini semakin lama semakin terang benderang," kata Anam di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (5/8).


Anam mengatakan, dari pemeriksaan itu, beberapa hal sudah mulai terkonfirmasi. Dia mengatakan proses kemarin mencocokkan keterangan yang didapat dari Jambi dengan isi dari ponsel.


"Jadi constraint waktunya terkonfirmasi, substansinya juga terkonfirmasi, di samping agenda kami mendapatkan keterangan, karena memang sejak awal keterangan ini berangkat dari yang kami miliki, tadi proses dari pagi sampe sore itu bahan-bahan yang kami miliki dari Jambi itu terkonfirmasi satu soal constraint waktunya, satu soal substansi," katanya.


Tanggung Sendiri

Sementara itu, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengaku sempat marah terkait keberadaan CCTV di rumah Irjen Ferdy Sambo. Dia mengatakan dugaan ada yang salah terkait keberadaan CCTV perlahan terbukti dengan langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot 25 polisi.


"Jadi ini semua tergantung pada CCTV dan saksinya. Saya katakan di awal, kalau Anda baca berita nonton TV, sebenarnya saya marah, 'saya akan lapor ke presiden', itu bahasa ancaman saya untuk mengatakan 'Hei kalian jangan bohong tentang CCTV' dan tadi malam anda lihat Kapolri mengambil sikap untuk dia kemudian menindak 25 orang itu walaupun belum dapat dikatakan pasti bersalah, tapi sampai ada yang dicopot dimasukkan kurungan internal mereka berarti kan indikasi kuat bahwa memang ada langkah-langkah yang dikatakan sebagai obstruction of justice begitu," kata Taufan dalam diskusi daring, Jumat (5/8).


Dia mengatakan Komnas HAM meributkan keberadaan CCTV karena melihat ada masalah terkait hal itu. Dia juga mengatakan ada upaya menjadikan Bharada E sebagai satu-satunya yang menanggung kasus tewasnya Brigadir Yoshua.


"Jadi kami ribut-ribut soal CCTV itu karena kami juga melihat ada langkah-langkah lain tapi saya belum bisa buka langkah-langkah yang memang sepertinya mengupayakan nanti Bharada E aja yang nanggung semua ini," ujarnya.


Diperintah Bunuh Yoshua

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Timsus akan mengusut tuntas terkait kasus pembunuhan Brigadir Yoshua. Timsus Polri kini mendalami kemungkinan Bharada E diperintah untuk melakukan penembakan tersebut.


"Tentunya ini sedang kita kembangkan apakah ada yang menyuruh atau atas niat dia sendiri," ujar Jenderal Sigit dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Kamis (4/8).


Sigit mengatakan penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J tidak akan berhenti pada tersangka Bharada E saja. Timsus Polri akan terus mengembangkan penyidikan tersebut.


Dia kembali menegaskan komitmennya membuat terang peristiwa pidana tersebut. Sigit juga menegaskan akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam peristiwa kematian Brigadir Yoshua. (detikcom/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com