Konser Musik Cibis Park Tak Berizin, Polisi: Diusut Tuntas Pasti Disanksi


121 view
Detik.com
Konser musik di Cibis Park, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel) telah menimbulkan kerumunan di tengah pandemi Covid-19. 
Jakarta (SIB)
Konser musik di Cibis Park, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel) telah menimbulkan kerumunan di tengah pandemi Covid-19. Polres Jaksel menyelidiki kerumunan konser tersebut dan menyiapkan sanksi bagi pelanggar.

"Iya pasti akan disanksi, sekali lagi tergantung alat bukti yang kita kumpulkan. Jika memang ada tindak pidananya pasti akan kita usut tuntas," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Azis Andriansyah kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (3/5).

Azis menyebut, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pihak terkait, termasuk manajemen, pengelola kegiatan juga EO (event organizer) kegiatan tersebut.

"Ya kita kan baru saja lakukan olah TKP, saat ini kita akan segera melakukan pemeriksaan. Insyaallah kita lakukan (pemeriksaan) secara marathon," kata Azis.

Pihak kepolisian sebelumnya telah mengambil keterangan dari manajemen, pengelola juga EO (event organizer) kegiatan. Mereka membenarkan adanya kegiatan konser musik tersebut untuk meramaikan bazaar UMKM.

"Dari pihak pengelola meminta bantuan salah satu tenant yang ada di situ untuk melakukan kegiatan agar meramaikan kegiatan tersebut. Kemudian dibuatlah acara pertunjukan musik untuk meramaikan kegiatan UMKM tersebut," jelas Azis.

Diketahui, rekaman video acara panggung musik di Cibis Park, Cilandak, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tanpa menerapkan protokol kesehatan viral di media sosial. Suasana kerumunan di acara ini terekam dalam video yang diunggah band Superglad.

Band Superglad mengunggah video siaran langsung kegiatan manggung-nya di akun Instagramnya saat mengisi acara musik di Cibis Park, Jakarta Selatan. Video siaran langsung berdurasi 39 menit 42 detik itu menayangkan momen Superglad di belakang panggung hingga saat naik panggung.

"Offline pertama Superglad di era Pandemi!" tulis akun @superglad_band seperti dilihat detikcom, Senin (3/5).

Dalam video, tampak aksi panggung Superglad menimbulkan kerumunan penonton. Para penonton yang didominasi remaja kebanyakan tidak mengenakan masker sesuai dengan imbauan pemerintah di tengah pandemi Covid-19.

Penonton terlihat menikmati lagu-lagu yang dimainkan Superglad. Mereka melompat-lompat dan tak menerapkan jaga jarak, saling berdempetan satu sama lain.

Akui
Pemprov DKI melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta mengatakan tidak memberikan izin konser musik di Cibis Park, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pihak Disparekraf saat ini sedang mengecek langsung tempat konser itu.

"Pertunjukan musik sampai dengan sekarang masih dilarang. Dipastikan kegiatan tersebut tidak memiliki izin atau persetujuan teknis dari kami," ujar Kepala Seksi Pengawasan Dinas Parekraf DKI Jakarta, Iffan, kepada wartawan, Senin (3/5).

Iffan juga menegaskan bahwa Pemprov DKI masih melarang pergelaran kegiatan seni atau konser musik yang dilakukan secara langsung. Dia menyebut soal konser di Cibis itu seharusnya pihak mal menyadari larangan konser.

"Kecolongan atau tidak, yang jelas pihak mal harusnya tau bahwa kegiatan musik hidup terlarang selama Ramadhan," kata Iffan.

Iffan juga mengatakan pihaknya tidak bisa memantau secara menyeluruh kegiatan di mal yang ada di Jakarta. Hal itu karena keterbatasan SDM di Disparekraf.

"Memang itu bukan alasan, cuma sekali lagi bahwa kegiatan berlangsung tidak ada rekom (rekomendasi) dari kami," jelas Iffan.

Konser musik di Cibis Park, Cilandak, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel) jadi sorotan karena menimbulkan kerumunan di tengah pandemi Covid-19. Konser musik itu disebut berada di area pengelolaan Bhumyamca.

"Bhumyamca tidak di bawah pembinaan Korps Marinir," kata Komandan Korps Marinir, Mayjen Suhartono saat dikonfirmasi, Senin (3/5).

Dengan demikian, lanjut Suhartono, acara konser musik tersebut tak ada hubungannya dengan Korps Marinir. Suhartono kemudian menuturkan dirinya sendiri baru tahu perihal konser musik itu dari awak media.

"Saya juga baru tahu acara tersebut dari media. Saya sampaikan bahwa acara tersebut tidak ada kaitannya dengan Korps Marinir sama sekali," tegas mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) tersebut. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com