Kontraktor Muda di Medan Angkat Bicara Sikapi Proyek BMBK Rp 2,7 T

* Model Paket Tunggal akan Ditiru PUPR Daerah, Rawan Korupsi

621 view
Kontraktor Muda di Medan Angkat Bicara Sikapi Proyek BMBK Rp 2,7 T
Foto SIB/Frans Sihombing
KONTRAKTOR MUDA: Tampak Josh Fereira (4 dari kiri) berpose dengan rekannya sesama kontraktor muda di Komunitas Pengusaha Konstruksi Medan (KPK-M), di sekretariat bersama (Sekber) Forum Kontraktor Anak Medan (F-KAM) di kantor Gapeksindo Jaya Abadi jalan Seimencirim Medan, baru-baru ini. 

Medan (SIB)

Para rekanan atau kontraktor muda sektor jasa konstruksi di Sumut, yang terhimpun dalam Komunitas Pengusaha Kontraktor Medan (KPK-M), menengarai dan mewanti-wanti kebijakan menyatukan proyek-proyek pembangunan jalan dan jembatan senilai total Rp2,7 triliun di Dinas PU Bina Marga Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Sumatera Utara menjadi paket tunggal (satu paket saja), sangat rawan ditiru Dinas PUPR kabupaten-kota di daerah ini.


Fungsionaris KPK-M, Josh P Fereira dan Monica Elionora Panggabean, menyebutkan Pemprov Sumut dalam hal ini Dinas BMBK seharusnya menjadi pembina aktif dan intensif bagi usaha UMKM khususnya jasa konstruksi di Sumut. Selain sesuai dengan nomenklatur atau sebutannya: Bina Marga Bina Konstruksi, juga karena mayoritas (80 persen, data TMPI 2019) perusahaan jasa konstruksi di daerah ini adalah kelas menengah-kecil (UKM).


“Tidak hanya di kalangan kontraktor, pihak pebisnis lainpun banyak yang mempertanyakan kebijakan Pemerintah Provinsi Sumut yang memaksakan proyek senilai Rp2,7 triliun di Dinas BMBK itu sebagai tender paket tunggal dengan alasan demi kualitas dan pola kerja rancang—bangun (design and build) ini. Kita khawatir model tender begini akan ditiru dan menjadi acuan bagi dinas PUPR atau BMBK daerah lainnya di kabupaten-kota di Sumut. Hal yang lebih dikhawatirkan adalah timbulnya celah dan peluang aksi atau tindak pidana korupsi dari model monopolistik,” ujar Josh Fereira kepada SIB, di Medan Selasa (1/3), bersama rekan-rekannya sesama kontraktor muda di Gapeksindo Jaya Abadi Comunity Medan dan Divisi Pengadaan Barang dan Jasa di Komisi Advokasi Darerah (KAD Sumut-pencegahan korupsi).


Josh juga mengapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mewanti-wanti Gubernur Sumut Edy Rahmayadi agar jangan menjadi ‘urutan korban’ ketiga kali berturut-turut (hattrick) atas kasus korupsi yang sebelumnya menimpa dua Gubernur Sumut.


Sembari menayangkan data rekaman LPSE situasi terkini tentang penyeleggaraan proyek senilai Rp 2,7 triliun setelah dibatalkan tendernya pada 23 Februari lalu, Josh mengungkap belum ada tanda-tanda tender akan diulang dengan perubahan volume proyek menjadi paket majemuk, karena masih terindikasi akan tetap ditender dengan paket tunggal.


Terlampirnya jadwal (sesuai data portal LPSE-BPJ Pemprovsu), untuk pekerjaan jalan dan jembatan senilai Rp 2,7 triliun itu, ujar dia, juga menunjukkan adanya suatu ‘skenario’ yang ganjil karena seluruh jadwal (tabel tahapan) mulai 16 Februari hingga 1 Maret, dari tahap pra kualifikasi hingga pengiriman persyaratan prakualiafikasi, masih tampak ‘nihil’ dan hanya tertera ‘tidak ada perubahan’. Sehingga, jadwal lain dengan total 20 item proses tender pada tabulasi tersebut juga (dikhawatirkan) akan ‘nihil’.


“Anehnya, sampai hari ini belum ada info dari LPSE kapan proyek itu akan ditender ulang, atau memang takkan ditender lagi? Dari awal kita kontraktor muda Sumut di Medan akan tetap memantau dan monitor terus. Melalui tender rancang bangun yang Rp 2,7 triliun ini kita tunjukkan kepada berbagai pihak terutama Dinas BMBK Sumut di Pemprovsu, bahwa masih ada rekanan lokal yang tidak tinggal diam dalam hal ini,” katanya serius, didukung rekanan lainnya yang ikut dalam rencana aksi Forum Kontraktor Anak Medan (FKAM).


Namun, ketika dikonfirmasi SIB, Selasa (1/3) petang, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ-LPSE) Pemprov Sumut, Mulyono ST MSi, dengan singkat via WA menyebutkan proses lelang ulang terhadap proyek jalan dan jembatan yang Rp2,7 triliun itu sudah dimulai dan sedang berlangsung. (A5/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com