Kopassus dan Brimob Bentrok di Papua, Dipicu Urusan Rokok

* 5 Anggota Brimob Terluka

219 view
Kopassus dan Brimob Bentrok di Papua, Dipicu Urusan Rokok
(Dok. Polda Papua)
Anggota Kopassus dan Brimob yang terlibat bentrok karena urusan rokok di Papua berdamai
Jakarta (SIB)
Personel TNI dari Satgas Nanggala Kopassus terlibat bentrokan dengan personel Polri yang tergabung dalam Satgas Amole (Brimob) di Kabupaten Mimika, Papua. Kejadian itu dipicu karena kesalahpahaman mengenai urusan rokok.

"Pada hari Sabtu, tanggal 27 November 2021, bertempat di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72 tepat di depan Mess Hall, Timika, Papua, telah terjadi kasus kesalahpahaman antara personil Satgas Nanggala Kopassus dengan Satgas Amole," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal saat dimintai konfirmasi, Senin (29/11).

Kamal mengungkapkan bentrokan itu terjadi karena rokok. Awalnya, ada enam anggota Satgas Amole Kompi 3 yang sedang berjualan rokok di sekitar pos.

Kemudian, sekitar 20 personel Kopassus datang dengan maksud membeli rokok yang mereka jual. Namun anggota Kopassus komplain mengenai harga rokok itu.

"Kesalahpahaman tersebut berawal dari enam personel Satgas Amole Kompi 3 yang berada di Pos RCTU Ridge Camp Mile 72 yang sedang berjualan rokok. Selanjutnya, tiba personel Nanggala Kopassus sebanyak 20 orang membeli rokok dan komplain mengenai harga rokok yang dijual personel Amole Kompi 3 Penugasan," tuturnya.

Setelah itu, Kamal menjelaskan, anggota Kopassus melakukan pengeroyokan terhadap enam anggota Brimob tersebut. Mereka menggunakan benda tumpul dan tajam dalam pengeroyokan.

"Selanjutnya, pengeroyokan dengan menggunakan benda tumpul dan tajam terhadap enam personel Amole Kompi 3 Penugasan," ucap Kamal.

Kamal menyatakan bentrokan itu hanya kesalahpahaman. Menurutnya, kedua belah pihak telah berdamai.

5 Brimob Luka
Dilaporkan, lima anggota Brimob terluka akibat bentrok itu.

"Korban di antaranya : Bripka Risma, benjol terkena stik, Bripka Ramazana luka ringan, Briptu Edi luka ringan tergores (pisau) sangkur, Bharaka Heru luka ringan, Bharatu Munawir tidak terluka, Bharatu Julianda luka ringan," ujar Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri saat dimintai konfirmasi, Senin (29/11).

Kejadian ini terjadi pada Sabtu (27/11) sekitar pukul 18.08 WIT. Anggota Brimob dikeroyok oleh sekitar 20 personel Kopassus dengan menggunakan benda tumpul dan tajam.

Fakhiri mengatakan , personel Brimob yang ada di lokasi saat itu turut melakukan perlawanan. Mereka sekaligus menyelamatkan kelima anggota Brimob yang terluka.

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menyatakan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sudah memerintahkan untuk memeriksa anggota Polri yang terlibat pertikaian dengan TNI di Tembagapura, Kabupaten Mimika.

"Anggota TNI juga akan diproses, dan saya sudah meminta Komandan Satgas Amole untuk segera memproses kasus-kasus tersebut. Panglima TNI dan Kapolri tidak berkenan anggota melakukan kegiatan di luar SOP (standar operasional prosedur) termasuk berjualan saat bertugas," kata Irjen Pol Fakhiri.

Dia membenarkan saat ini sudah dilakukan perdamaian. Namun agar tidak terulang, maka para pihak yang terlibat akan diproses.

"Anggota penugasan dilarang melakukan aktivitas di luar SOP, apalagi berjualan," ujar Kapolda Papua.

Diproses Hukum
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bicara soal kasus bentrokan itu meminta semua oknum yang terlibat diproses hukum.

Andika mengatakan, peristiwa ini sedang ditangani oleh Pusat Polisi Militer TNI bersama Pusat Militer TNI Angkatan Darat (AD).

"Pusat Polisi Militer TNI bersama sama dengan Pusat Militer TNI AD sedang lakukan PROSES HUKUM terhadap semua OKNUM anggota TNI yang terlibat dalam dugaan tindak pidana di Timika tersebut," kata Andika saat dikonfirmasi, Senin (29/11).

Andika mengatakan, TNI juga berkoordinasi dengan Polri terkait penanganan persoalan ini.

"TNI juga sudah lakukan koordinasi dengan Polri untuk lakukan proses hukum terhadap oknum anggota Polri yang terlibat dalam dugaan tindak pidana di Timika tersebut," ucapnya.

Demikian halnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta persoalan ini diselesaikan dengan baik dan tuntas agar tidak terulang.

"Saya perintahkan ke Kapolda dan satgas untuk lakukan pemeriksaan dan proses disiplin oleh Propam," kata Sigit, Senin (29/11).

Sigit juga telah meminta Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri berkoordinasi dengan pihak TNI untuk menyelesaikan persoalan ini dengan damai.

"Saya perintahkan Kapolda, segera koordinasi untuk lakukan mitigasi dan proses perdamaian. Agar kejadian ini tidak terulang kembali dan selesaikan segera," ucapnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit meminta persoalan ini diselesaikan dengan damai. Dia tidak ingin persoalan ini berlarut karena selama ini sinergitas dan soliditas TNI-Polri, khususnya di Papua selalu harmonis. (detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com