Koster Target 3 Juta Warga Bali Divaksin Corona, Selesai dalam 100 Hari


132 view
(Angga/detikcom)
Gubernur Bali, I Wayan Koster
Denpasar (SIB)
Gubernur Bali Wayan Koster menargetkan 3 juta penduduk Bali akan divaksinasi Covid-19. Jumlah ini 70 persen dari 4,3 juta penduduk di Pulau Dewata.

"Vaksinasi di Pulau Bali akan berlangsung 100 hari, yakni dari 23 Maret sampai 30 Juni 2021, dengan target sasaran penduduk yang divaksinasi sebanyak 28.602 orang per hari dan dilaksanakan setiap hari mulai pukul 08.00 Wita sampai selesai," kata Koster dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Selasa (23/3).

"Untuk mencapai vaksinasi sebanyak 3 juta orang tersebut, tercatat jumlah penduduk yang sudah divaksinasi di Bali sebanyak 139.884 orang, dan 2.860.116 penduduk Bali belum divaksinasi, sehingga saat ini saya sedang berjuang agar 2.860.116 orang ini segera mendapatkan vaksinasi," tegasnya.

Guna menyukseskan vaksinasi tersebut, diperlukan sumber daya berupa tenaga vaksinator sejumlah 716 orang. Sumber tenaga vaksinator ini berasal dari tenaga kesehatan provinsi/kabupaten/kota dan TNI/Polri.

"Ada juga tenaga pendukung vaksinasi sebanyak 4.296 orang, tenaga kesehatan sebanyak 2.864 orang, tenaga nonkesehatan sebanyak 1.432 orang. Selain itu, sumber tenaga pendukung lainnya juga sangat diperlukan yang meliputi tenaga kesehatan provinsi/kabupaten/kota, TNI/Polri dan tenaga setempat," tambah Koster.

Koster mengatakan vaksinasi bisa dilakukan dengan memanfaatkan tempat di fasilitas kesehatan, gedung milik pemerintah pusat, gedung milik pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota, gedung milik TNI/Polri, gedung milik perguruan tinggi, gedung/aula sekolah, hotel, pusat perbelanjaan, pasar tradisional, wantilan desa adat, dan tempat lainnya yang memenuhi syarat.

"Selama kegiatan, fasilitas pendukung seperti laptop, printer, jaringan internet, meja, dan kursi, ambulans, serta petugas medis harus siap di tempat vaksinasi," tegas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, itu.

Agar kegiatan vaksinasi dilakukan secara terpola dan cepat, menurut Koster, Pemprov Bali menangani vaksinasi untuk anggota DPRD provinsi, ASN, dan non-ASN provinsi instansi vertikal, BUMN dan BUMD, lembaga perbankan, pekerja pariwisata, pekerja pasar swalayan, perguruan tinggi, lembaga adat dan lembaga keagamaan provinsi, organisasi profesi provinsi, organisasi kemasyarakatan provinsi, dan kelompok masyarakat tertentu. Berbagai kelompok vaksinasi ini penanggung jawabnya adalah kepala dinas kesehatan dan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali.

"Sedangkan kabupaten/kota menangani vaksinasi untuk anggota DPRD kabupaten/kota, ASN dan non-ASN kabupaten/kota, BUMD kabupaten/kota, pasar tradisional, lembaga dat dan keagamaan kabupaten/kota, organisasi profesi kabupaten/kota, organisasi kemasyarakatan kabupaten/kota, krama desa/kelurahan/desa adat yang menjadi penanggung jawab adalah bupati/wali kota," jelas Koster.

Koster berharap sinergisitas instansi/lembaga pendukung mulai TNI dan Polri, perguruan tinggi, dan organisasi profesi bisa dilakukan secara gotong royong. Untuk pembiayaan bersumber dari APBD provinsi, APBD kabupaten/kota, dan pihak lain penyelenggara vaksinasi.

"Sedangkan penyediaan vaksin menjadi tanggung jawab pemerintah pusat yang dialokasikan melalui pemerintah provinsi," terang Ketua DPD PDIP Provinsi Bali itu. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com