Krisis Ekonomi, Penduduk Afghanistan Terpaksa Menjual Anak


162 view
Krisis Ekonomi, Penduduk Afghanistan Terpaksa Menjual Anak
Saeed Ali Achakzai/Reuters
Anak-anak Afghanistan bersama keluarga mereka saat berada di tenda darurat di dekat stasiun kereta api di Chaman, Pakistan 1 September 2021. 

Kabul (SIB)

Sebuah keluarga di provinsi Balkh Afghanistan berusaha menjual anak mereka karena kemiskinan yang ekstrim, Laman berita Tolo melaporkan pada Sabtu (12/11), dilansir dari NDTV.


Ini terjadi salah satunya pada anak berusia dua tahun, yang diselamatkan dari penjualan setelah beberapa penduduk setempat di provinsi tersebut membantu keluarganya dengan makanan dan bantuan lain untuk memperbaiki situasi ekonomi mereka.


"Kami mengadakan pertemuan dengan Palang Merah selama beberapa hari, kami akan membuat anggota lembaga ini mengetahui bagaimana membantu kami," kata Noorul Hadi Abu Idris, wakil gubernur Balkh.


Menurut Tolo, ibu anak tersebut mengatakan, dia terpaksa mencoba dan menjual anaknya karena kemiskinan yang ekstrim.


"Saya dalam situasi yang sangat sulit, saya tidak punya apa-apa untuk dimakan atau digunakan untuk bahan bakar, saya belum melakukan persiapan apa pun untuk musim dingin. Saya harus menjual putri saya dan mendapatkan beberapa barang untuk musim dingin," kata Nasrin, sang ibu dari anak tersebut.


Dia meratap kepada pejabat tentang situasi provinsi dan penduduk yang tinggal di sana dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.


Nasrin mengatakan, baik pemerintah daerah maupun lembaga kemanusiaan tidak pernah menawarkan bantuan apa pun kepadanya selama lebih dari satu tahun.


“Saya sendiri dua atau tiga kali ke pihak berwenang dan memohon agar nama saya dicantumkan jika ada bantuan. Mereka menjawab bahwa kami telah mencantumkan nama Anda, tetapi sejauh ini saya belum menerima dukungan apa pun,” kata Nasrin.


Sejak Taliban menguasai Afghanistan, orang-orang di negara itu dilaporkan tidak menerima fasilitas dasar dan menyatakan mengalami krisis kemanusiaan yang parah.


Program Pangan Dunia juga mengangkat keprihatinan tentang krisis ekonomi di Afghanistan dan juga meningkatnya pengangguran.


Setelah lonjakan kerawanan pangan yang berlebihan di Afghanistan, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memberikan bantuan kepada 38 persen warga Afghanistan untuk membantu mereka menghindari dampak krisis yang sedang berlangsung. (Kompas/d)





Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com