LSI Denny JA: Jika Jadi Presiden, Ganjar Bisa Jadi Ketum PDIP


380 view
LSI Denny JA: Jika Jadi Presiden, Ganjar Bisa Jadi Ketum PDIP
(Foto: dok. Istimewa)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Jakarta (SIB)

Hasil survei LSI Denny JA menyebut elektabilitas Ganjar Pranowo 23,5 persen atau berada di urutan kedua, setelah Prabowo Subianto, yang mendapat elektabilitas 28,9 persen. Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, mengatakan, jika Ganjar terpilih menjadi presiden, nantinya berpotensi menjabat Ketua Umum PDIP.

Ardian menyampaikan Ganjar memiliki tingkat pengenalan 66,4 persen , tingkat kesukaan 82,1 persen, dan elektabilitas 23,5 persen. Namun, meskipun memiliki elektabilitas tinggi, Ganjar tidak menguasai partai.

"Sungguhpun Ganjar elektabilitasnya nomor 2, ia sama juga seperti Pak Anies. Meskipun Pak Ganjar kader partai, tapi tidak menguasai partai," Ardian dalam konferensi pers yang digelar virtual, Selasa (14/6).

Selain itu, masa jabatan gubernur Ganjar akan selesai pada September 2023. Lebih lanjut, Ardian mengatakan, jika Ganjar menjadi capres PDIP dan terpilih sebagai presiden, ia akan berpotensi menjadi Ketum PDIP.

"Jika ia menjadi calon presiden dari PDIP, dan terpilih sebagai presiden, Pak Ganjar potensial pula menjadi Ketum PDIP setelah Ibu Megawati. Ini juga dikhawatirkan para elite PDIP, yang tetap menginginkan Ketum PDIP dari trah Sukarno," ujar Ardian.

Sementara itu, LSI Denny JA juga menjabarkan analisis terkait elektabilitas Puan Maharani. Berdasarkan data survei LSI Denny JA, Puan memiliki elektabilitas 2 persen, sedangkan tingkat pengenalan 66,8 persen, dan tingkat kesukaan 53,4 persen.

Namun Ardian memberi catatan, meskipun Puan merupakan tokoh utama trah Sukarno yang memegang tiket PDIP, elektabilitasnya selaku capres dinilai belum meyakinkan. Namun, jika Puan sebagai cawapres, misalnya dari Prabowo, hal itu dinilai dapat berdampak ke peraihan kursi PDIP.

"Jika Puan hanya sebagai cawapres, dan capresnya dari partai lain, misalnya Pak Prabowo, PDIP memberi peluang emas bagi Gerindra untuk mengalahkan PDIP dalam Pemilu 2024 yang akan datang," kata Ardian.

Selanjutnya, analisis LSI Denny JA menyatakan, jika Ganjar diizinkan maju sebagai capres dari PDIP dan terpilih, akan berpotensi menjadi Ketum PDIP. Maka Ganjar dinilai akan tidak disukai elite pro trah Sukarno.

"Jika tiket capres diberikan ke Pak Ganjar, Ganjar jika terpilih presiden, bisa pula menjadi Ketum PDIP yang tidak disukai oleh elite pro trah Sukarno," ungkapnya.

Meski begitu, Ardian menilai Puan dari poros PDIP maupun Airlangga Hartarto dari poros Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) masih bisa meningkatkan elektabilitasnya hingga masa pendaftaran Pilpres 2024 berakhir.

"Baik Airlangga Hartarto ataupun Puan Maharani (keduanya memegang tiket poros), masih memiliki waktu 15 bulan (Juni 2022-September 2023 era pendaftaran), untuk menambah elektabilitasnya menjadi capres yang kuat," katanya.

Sementara itu, berdasarkan survei LSI Denny JA, elektabilitas Airlangga Hartarto 4,5 persen, tingkat pengenalan 47,6 persen, dan tingkat kesukaan 65,6 persen.

Ardian menyebut, meski Airlangga menjadi pemain utama di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan memiliki tiket, elektabilitasnya belum masuk dalam 5 besar. Ardian menambahkan, per data kemarin, Airlangga menjadi cawapres pilihan yang dapat memberikan tiket bagi capres yang kuat. (detikcom/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com