Lagi, Jaksa Sita 2 Kapal di Kasus Surya Darmadi Rugikan Negara Rp 104,1 T

* Kejagung: Surya Darmadi Segera Disidang

216 view
Lagi, Jaksa Sita 2 Kapal di Kasus Surya Darmadi Rugikan Negara Rp 104,1 T
Foto: dok. Kejaksaan Agung
Kapal motor Royal Palma 9 yang disita Kejaksaan Agung di kasus Surya Darmadi.

Jakarta (SIB)

Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menyita kapal terkait kasus dugaan korupsi lahan sawit PT Duta Palma di Kabupaten Indragiri Hulu yang menjerat Surya Darmadi. Terbaru, ada dua kapal yang disita jaksa.


Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana menerangkan, penyitaan ini dilakukan berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri/HI/Perikanan/Tipikor Tanjungpinang Kelas IA Nomor: 56/Pen.Pid.Sus-TPK/2022/PN Tpg tertanggal 24 Agustus 2022.


"Rabu, 31 Agustus 2022, tim penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) kembali melakukan penyitaan terhadap aset yang terkait dengan tersangka SD," kata Ketut dalam keterangan pers tertulis, Rabu (31/8).


Ketut menerangkan, kapal yang disita itu adalah satu unit kapal barge dengan nama Kapal Royal Palma-IV serta Kapal Royal Palma 21.


"Penyitaan dilakukan guna kepentingan penyidikan terhadap perkara tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal yaitu tindak pidana korupsi dalam kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit yang dilakukan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu atas nama tersangka SD," ujarnya.



Sudah Sita


Ketut sebelumnya mengungkapkan, Sebelumnya pihaknya sudah menyita dua kapal. Kapal yang disita itu adalah satu unit kapal motor tunda dengan nama kapal Royal Palma-9. Kapal tersebut saat ini berada di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.


"Satu unit kapal motor tunda dengan nama kapal Royal Palma-9, eks Deli Muda-II, dengan tanda panggilan YD 4513, tempat pendaftaran Jakarta, tanda pendaftaran 1997 Ba No. 921/L, ukuran 23,15 x 7,00 x 2,90, tonase kotor (GT) 166, tonase bersih (NT) 99, tahun pembangunan 1996 milik PT Delimuda Nusantara berkedudukan di Jakarta berdasarkan PAS BESAR tanggal 19 Maret 2014 yang didaftarkan di Tanjung Priok, nomor urut 158, nomor halaman 158, buku register I yang berada di Kabupaten Banyuasin," ungkapnya.


Kemudian, Kejagung juga menyita satu unit kapal tongkang dengan nama kapal Royal Palma-2. Kapal itu, menurut Ketut, juga berada di posisi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com