Langgar PPKM, Izin Kafe Holywing Dibekukan Denda Rp 50 Juta

* 4 Orang Manajemen Diperiksa Polda Metro Jaya

141 view
Langgar PPKM, Izin Kafe Holywing Dibekukan Denda Rp 50 Juta
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Suasana Kafe Holywings Kemang, Jakarta Selatan setelah disanksi penutupan karena melanggar aturan PPKM Level 3.  
Jakarta (SIB)
Kerumunan pengunjung di Holywings Kemang, Jakarta Selatan, berbuntut panjang. Satpol PP DKI Jakarta memberi sanksi pembekuan operasional terhadap Kafe Holywings Kemang selama PPKM berlangsung dan denda sebesar Rp 50 juta.

"Malam ini akan kita kenakan denda dan juga penutupan selama pembekuan ya termasuk pembekuannya selama PPKM, (denda) Rp 50 juta," kata Kasatpol PP Jaksel Ujang Harmawan kepada wartawan, Senin (6/9).

Sementara itu, Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan pembekuan izin operasional diberikan lantaran Holywings bukan sekali ini melanggar kapasitas di masa PPKM. Satpol PP DKI Jakarta mencatat, Holywings Kemang setidaknya sudah 3 kali melanggar peraturan di masa PPKM Jakarta.

"Kita menemukan pelanggaran terhadap aktivitas kegiatannya, di mana tempat ini ada pelanggaran terkait kapasitas, kemudian juga terkait jam operasional," kata Arifin, Senin (4/9).

"Dan berdasarkan data yang kami miliki, tempat ini sudah yang ke-3 kali melakukan pelanggaran. Yang pertama pada bulan Februari 2021, Maret 2021, kemudian kemarin tanggal 4 September," tambahnya.

Diperiksa
Sementara itu, Polda Metro Jaya telah memanggil 4 orang manajemen Holywings Kemang, Jakarta Selatan. Manajemen diperiksa terkait kasus kerumunan dan pelanggaran jam operasional Holywings Kemang.

"Ada 5 orang yang sudah kita lakukan pemeriksaan, termasuk 1 saksi, 4 dari manajemen Holywings, 1 saksi yang kita lakukan pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, kepada wartawan, Selasa (7/9).
Selain 4 orang dari manajemen, polisi memeriksa 1 saksi dari pihak lain. Polisi, kata Yusri, belum menetapkan status tersangka dalam kasus ini.

"Belum (ada tersangka), masih kita periksa sebagai saksi dulu," ucapnya.
Kerumunan di Holywings Kemang terjadi pada Minggu (5/9) dini hari. Saat itu petugas menemukan pelanggaran jam operasional dan adanya kerumunan di dua lokasi tersebut.

Pasrah
Manajemen Holywings Tavern Kemang pun pasrah menerima keputusan itu.

"Kami menerima apa yang sudah menjadi peraturan dari pemerintah. Dendanya sudah kita proses langsung hari ini," ujar Outlet Manager Holywings Tavern Kemang, Joseph Ado, kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/9).

Joseph Ado mengakui, pihaknya salah telah melanggar kapasitas pengunjung pada masa PPKM level 3 Jakarta.

"Kita di sini tetap ya, namanya kita sama-sama mencari uang, kita mencari makan, kita mengusahakan apa yang ada dulu. Tapi ternyata memang dari pemerintahnya sudah memberi kebijakan, kita juga mengakui kalau kita salah, jadi kita selaku dari Holywings ini kita juga menerima kesalahan itu dan menerima kebijakan itu," imbuhnya.

Soal nasib karyawan, Ado mengatakan tidak ada dari karyawannya yang dirumahkan, melainkan hanya dipindah tugaskan ke outlet Holywings lain.

"Untuk nasib karyawan mungkin kita sih tidak ada rencana akan dirumahkan atau gimana. Mungkin bisa menjadi perbantuan ke outlet lain yang mungkin masih bisa beroperasional," tuturnya. (detikcom/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com