Lika-liku Percintaan Jenderal Maruli dengan Putri Luhut Pandjaitan


543 view
Lika-liku Percintaan Jenderal Maruli dengan Putri Luhut Pandjaitan
Foto : Istimewa
Jenderal Maruli Simanjuntak dengan istrinya Paulina (Uli) Panjaitan

Jakarta (SIB)

Dalam masa persiapan SEA Games 1997 di Jakarta, Maruli Simanjuntak, yang pernah belajar bela diri judo di Korea Selatan, turut membantu memotivasi atlet judo Indonesia yang akan bertanding. Dari sekian banyak anggota panitia penghubung, perhatian Maruli terkesan pada penampilan seorang gadis yang lincah dan mahir berbahasa Inggris.

Tak cuma itu. Setelah berkenalan, diketahui ternyata mereka sama-sama orang Batak. Maruli bermarga Simanjuntak dan Paulina (Uli) Pandjaitan, nama si Gadis, bermarga Pandjaitan. "Yang lebih membuat surprise, ayah Uli adalah tokoh idola saya," kata Maruli dalam buku 'Luhut Pandjaitan Menurut Kita-kita' karya Peter F Gontha dan Mahpudi.

Di pihak lain, Uli punya penilaian tersendiri saat pertama kali mengenal Maruli. Atlet judo tersebut, kata Uli, punya wajah tampan, gagah, berkulit putih, dan matanya sipit. Dia mengira lelaki itu berlatar belakang dari Korea Selatan atau setidaknya masih ada darah Korea. Ketika Maruli memperkenalkan diri sebagai orang Batak kelahiran Bandung, dia tak percaya. "Mana mungkin, tentara kok putih sekali," ujarnya.

Singkat cerita, akhirnya mereka berpacaran. Maruli merasa bangga ketika teman-temannya di Kopassus memberikan selamat karena berani memacari anak jenderal. Apalagi Luhut, yang dikenal punya reputasi prestisius. Juga galaknya minta ampun. Meski begitu, Maruli nekat. Suatu hari dia menghadap Luhut Pandjaitan untuk melamar Uli.

Dia harus menjalani 'screening' khusus. Ditanyai mulai kesungguhannya untuk memperistri Uli, prestasi akademis, hingga kecakapan pribadi. Sekalipun semua nilainya mendekati sempurna, Luhut masih memerlukan waktu untuk pikir-pikir. "Saya kasih waktu setahun untuk bergaul sama Uli," ucapnya kemudian.

Padahal sejatinya, menurut Paulina Pandjaitan, yang menulis testimoni di buku yang sama, sang ayah sangat senang bukan kepalang bakal punya calon menantu seperti Maruli. Selain karena beragama dan suku yang sama, juga berlatar belakang prajurit Kopassus. "Papamu cerita sampai hampir menitikkan air mata lho, Li," tulis Uli mengulang cerita sepupunya.

Uli pribadi tak luput dari pemeriksaan oleh sang ayah soal keseriusannya dengan Maruli. "Maruli itu lucu, selalu melawak," ujar Uli menyampaikan salah satu alasannya kepada Luhut.

Ia sengaja menyampaikan hal itu karena sang ayah pernah menasihati agar menikah dengan orang yang membuat tertawa seumur hidup. "Kalau muka kegantengan, ketika tua, itu akan hilang, tapi kalau tampang lawakan, tak akan pernah sirna," Uli mengenang.

Maruli dan Paulina akhirnya menikah pada 1999. Mereka dikaruniai putri, Faye Hasian Simajuntak, yang lahir pada 2002.

Tak cuma memberi cucu, Maruli juga membuat bangga ayah mertuanya itu karena berhasil menjabat KSAD. Luhut Panjaitan, yang masih belum 100 persen fit, menyempatkan hadir di Istana Negara untuk menyaksikan pelantikan menantunya itu. Dia terlihat benar-benar terharu dibuatnya. (detikcom)

Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com