Lima Kabupaten/Kota di Sumut Zona Merah Covid-19

* Kasus Baru 951, Meninggal 4 Orang

141 view
Lima Kabupaten/Kota di Sumut Zona Merah Covid-19
Foto Dok/Kemenkes RI
Laporan Covid-19 di Indonesia
Medan (SIB)
Penyebaran kasus Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) semakin memprihatinkan. Hal ini dapat dibuktikan lima daerah di Sumut sebagai zona merah atau resiko tinggi penyebaran Covid-19. Kelima kabupaten/kota tersebut Medan, Deliserdang, Karo, Dairi, dan Padangsidimpuan.

Status zonasi penyebaran Covid-19 ini diperoleh jurnalis harianSIB.com, Leo Bukit, Rabu (21/7), berdasarkan hasil pembobotan skor dan zonasi risiko daerah seluruh Indonesia yang disampaikan pada website https://covid19.go.id/peta-risiko.

Dari zonasi tersebut, di Sumut tercatat juga 25 daerah zona oranye (risiko sedang), antara lain, Pakpak Bharat, Samosir, Tanjungbalai, Tebing-tinggi, Tapanuli Tengah, Nias, Toba, Padanglawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Sibolga, Labuhanbatu.

Berikutnya, Serdang Bedagai, Batubara, Padang-lawas, Gunungsitoli, Tapanuli Selatan, Simalungun, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu Utara, Nias Utara, Binjai, Tapanuli Utara, Langkat, Asahan, dan Pematangsiantar.

Kemudian, 3 wilayah zona kuning (risiko rendah) yakni Nias Barat, Mandailing Natal, dan Nias Selatan. Sedangkan zona hijau (tidak ada kasus) tidak ada.

Peta zonasi risiko daerah dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Indikator yang digunakan adalah epidemiologi, yaitu penurunan jumlah kasus positif, suspek dan sebagainya.

Kemudian, indikator surveilans kesehatan masyarakat, seperti jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama 2 minggu terakhir. Selanjutnya, indikator pelayanan kesehatan, yakni jumlah tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan mampu menampung sampai dengan lebih dari 20% jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat.

Sedangkan kasus Covid-19 di Sumut kembali memakan korban jiwa. Data yang diperoleh, kasus baru bertambah 951 orang, angka kesembuhan 200 orang, meninggal 4 orang.

Total kasus mencapai 47.000 orang, angka kesembuhan 35.952 orang, meninggal 1.350 orang. Jumlah itu diperoleh jurnalis harianSIB.com dari BNPB RI berdasarkan sumber data Kemenkes RI, Rabu (21/7).

Selain itu, informasi yang diperoleh dari covid19.sumutprov.go.id, jumlah kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) yang terisi pertanggal 19 Juli 2021 berjumlah 60 persen atau bertambah tiga persen. Hal ini dari total 4.974 tempat tidur tersedia telah terpakai sebanyak 2.968 tempat tidur.

Sementara di hari yang sama dilaporkan, Sumut peringkat sembilan sebagai daerah penyumbang kasus baru di Indonesia. Posisi menurun dari sehari sebelumnya peringkat delapan.

Peringkat itu berdasarkan laporan media harian Covid-19 dari Kemenkes RI, 21 Juli. Peringkat pertama kasus baru diraih Jawa Barat sebanyak 5.950 orang, DKI Jakarta peringkat kedua sebanyak 5.904 orang.

Jawa Tengah peringkat ketiga sebanyak 4.253 orang, Jawa Timur peringkat keempat sebanyak 3.859 orang, Banten peringkat kelima sebanyak 1.903 orang, DI Yogyakarta peringkat keenam sebanyak 1.648 orang.

Nusa Tenggara Timur peringkat ketujuh sebanyak 1.249 orang, Bali peringkat kedelapan sebanyak 1.111 orang, Sumatera Utara peringkat kesembilan sebanyak 951 orang.

Berikutnya kasus di Medan per 20 Juli, mencapai 22.439 orang, sembuh 18.180 orang, meninggal 614 orang, kasus aktif 3.645 orang, Deliserdang kasusnya 7.326 orang, sembuh 5.737 orang, meninggal 212 orang, kasus aktif 1.377 orang.

Kasus Simalungun 1.389 orang, sembuh 1.065 orang, meninggal 44 orang, kasus aktifnya 280 orang, kasus di Karo 1.190 orang, sembuh 877 orang, meninggal 34 orang, kasus aktif 279 orang.

Terpisah, selama berlangsungnya PPKM, tren kasus Covid-19 di Kota Medan masih bertambah. Hal ini dapat dilihat dari data kasus selama tiga hari yang diperoleh harianSIB.com melalui www.infosumut.id.

Data itu mencatat pada tanggal 18 Juli, kasus corona 21.871 orang, sembuh 17.992 orang, meninggal 613 orang, kasus aktif 3.266 orang. Tanggal 19 Juli, kasus mencapai 22.061 orang, sembuh 18.077 orang, meninggal 613 orang, kasus aktif 3.371 orang.

Tanggal 20 Juli, kasusnya 22.439 orang, sembuh 18.180 orang, meninggal 614 orang, kasus aktif 3.645 orang. Total kasus selama tiga hari itu bertambah 568 orang, sembuh 188 orang, meninggal 1 orang, dan kasus aktif 379 orang.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Medan dr Mardohar Tambunan membantah kasus corona bertambah.

Ia menyebutkan kasus yang meninggal memang ada bertambah. Bila kasus corona tersebut bertambah disebabkan pasien yang tadinya suspek menjadi terkonfirmasi.

"Itu saja penyebabnya. Sampai saat ini kasus corona di Kota Medan masih stabil ataupun terkendali," kata Mardohar kepada jurnalis harianSIB.com via telepon seluler, Rabu (21/7).

Menurutnya, manfaat PPKM ini diberlakukan pasti ada. "Kalau menurut saya, ya ada, banyak kekurangannya, sekarang bagaimana kita menyikapinya. Kalau masyarakat benar-benar menyikapi prokes, pasti bagus, tapi ini kita lihat sendirilah," ujarnya. (SS6/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com