Lima Terdakwa Pengguna Alat Swab Antigen Bekas di Bandara Kualanamu Disidangkan Secara Virtual


117 view
Lima Terdakwa Pengguna Alat Swab Antigen Bekas di Bandara Kualanamu Disidangkan Secara Virtual
Foto.SIB/Lisbon Situmorang
SIDANG VIRTUAL : Majelis hakim memimpin sidang pemeriksaan secara virtual terhadap 5 terdakwa yang berada di Lapas Lubukpakam, Rabu (15/9) di PN Lubukpakam.
Lubukpakam (SIB)
Didakwa menggunakan alat swab dakron dan tabung antigen bekas di Bandara Kualanamu sebagai salah satu syarat penerbangan di masa Pandemi, lima terdakwa disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Lubukpakam secara virtual, Rabu (15/9).

Sidang pemeriksaan perkara dipimpin majelis hakim diketuai Rosihan Juhriah Rangkuti SH MH yang juga Ketua PN Lubukpakam bersama hakim anggota, Makmur Pakpahan dan Munawwar Hamidi. Persidangan dilakukan menggunakan layar televisi. Sedangkan kelima terdakwa berada di Lapas Lubukpakam.

Kelima terdakwa adalah mantan manajer PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) Sumatera I berinisial PM (45) warga Griya Pasar Ikan Kelurahan Simpangperiuk Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kotamadya Lubuklinggau. Kemudian empat terdakwa lainnya berinisal Re (21) warga Desa Muarakelingi Kecamatan Muarakelingi Kabupaten Musirawas.

Selanjutnya, Ma (41) warga Dusun II Desa Lubukbesar Kecamatan Tiangpumpung Kepungut Kabupaten Musirawas, SR (20) warga Dusun III Desa Lubukbesar Kecamatan Tiangpumpung-kepungut, dan De (20) warga Dusun III Desa Lubukbesar Kecamatan Tiangpumpung-kepungut.

Dakwaan terhadap lima terdakwa dibacakan secara terpisah (splitszing) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eka Nugraha dari Kejati Sumut bersama tiga orang JPU Kejari Deliserdang yaitu, Faruok Fahrozy, Rahmaniar Tarigan dan Laoly Simanjuntak. Sidang itu juga dihadiri seorang penasehat hukum terdakwa.

Kelima terdakwa didakwa melanggar UU RI Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan, subsider UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Khusus kepada terdakwa PM selain melanggar UU tersebut, juga didakwa melanggar UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Kelimanya didakwa menggunakan alat swab dakron dan tabung antigen bekas dalam pelayanan jasa rapid test antigen di Bandara Kualanamu sejak Desember 2020 hingga tertangkap pada 27 April 2021. Atas perbuatan itu, terdakwa PM telah meraup keuntungan Rp 2.236.640.000, yang diterima dari SR secara bertahap.

Hasil keuntungan itu, terdakwa PM menggunakan untuk keperluan pribadi dan membangun rumahnya di Lubuklinggau Sumatera Selatan. (C1/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com