Longgarkan Pembatasan, Singapura Bersiap Hidup dengan Covid-19


150 view
Longgarkan Pembatasan, Singapura Bersiap Hidup dengan Covid-19
Foto: Getty Images/Ore Huiying
Warga Singapura diminta siap secara psikologis saat pemerintah menangani Covid-19 sebagai virus yang berakhir endemik.
Jakarta (SIB)
Menteri Kesehatan Ong Ye Kung tak menampik akan lebih banyak warga yang terpapar Covid-19 saat Singapura bertahap membuka sektor ekonomi. Warga Singapura diminta siap secara psikologis saat pemerintah menangani Covid-19 sebagai virus yang berakhir endemik.

"Tetapi kami dapat melakukan yang terbaik untuk meminimalkan insiden kasus Covid-19 bergejala parah dan tingginya kematian. Sebab, sangat penting bagi kami untuk terus memvaksinasi orang sebanyak mungkin," jelas Ong Ye Kung, dikutip dari Straits Times.

"Singapura juga akan terus membedakan antara orang-orang dengan status vaksinasi, dalam upaya untuk melindungi yang tidak divaksinasi dan membatasi paparan mereka terhadap virus," katanya.

Persiapan
Mulai Selasa (10/8), Singapura akan memulai tahap pertama persiapan hidup dengan Covid-19, masuk ke masa transisi, mengakhiri situasi darurat 'Fase II'.

Pembatasan usai Fase II dicabut, akan melonggarkan aturan perjalanan. Singapura juga mengizinkan aktivitas pekerjaan bagi para perusahaan yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dua dosis.

Sementara para pelancong yang sudah divaksinasi dari negara berisiko rendah Covid-19 bisa melakukan pemberitahuan tinggal di rumah (Stay-Home Notice-SHN) di tempat mereka, atau akomodasi lain yang sesuai, ketimbang di fasilitas khusus.

Kementerian Perhubungan juga sedang mengerjakan rencana untuk membuka 'jalur perjalanan yang divaksinasi' yang memungkinkan orang melakukan perjalanan antara Singapura dan negara-negara tertentu tanpa harus SHN.

"Persyaratan SHN akan diganti dengan tes Covid-19 masif," kata Ong.

"Perusahaan kita tidak bisa berkembang jika pengusaha dan manajer tidak bisa bepergian ke luar negeri untuk bertemu klien dan mitra. MNC (perusahaan multinasional) akan kesulitan berinvestasi di sini jika orang-orangnya tidak bisa bepergian keluar-masuk Singapura," tambahnya.

"Dan jika ini terus berlanjut, kemampuan kita untuk menciptakan lapangan kerja, mencari nafkah akan sangat terpengaruh."
Persiapan tersebut setidaknya akan berlangsung selama satu bulan hingga awal September.

Sebagian besar warga Singapura sudah divaksin
Menteri Keuangan Lawrence Wong menyebut warga Singapura yang sudh divaksinasi lengkap sekitar 80 persen.

"Singapura kemudian akan pindah ke 'tahap transisi A'. Tapi ini didasarkan pada tingkat vaksinasi yang tinggi dan situasi keseluruhan yang stabil, tanpa lonjakan yang mengancam sistem perawatan kesehatan penuh," kata Wong.

"Jadi itulah mengapa kami mengambil cara pembukaan kembali yang terkendali, selangkah demi selangkah ini. Setiap langkah yang kami ambil, kami mengamati situasi, kami memantau, dan jika semuanya terkendali, jika kami tidak berakhir dengan situasi di mana kami sistem perawatan kesehatan kewalahan, maka kami siap untuk mengambil langkah selanjutnya."

Satu hal yang terus dimasifkan saat Singapura melonggarkan pembatasan adalah masifnya testing Covid-19.

"Orang-orang juga harus terbiasa dengan pengujian rutin untuk memperlambat penularan virus," kata Ong.

"Jika semua berjalan lancar, Singapura akan mampu melangkah ke tahap ketiga, yang disebut tahap transisi B, dan akhirnya sampai pada tujuan akhir menjadi negara yang 'tahan' Covid-19." (Detikheatlh/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com