Luhut: PPKM Terus Dilakukan Selama Covid Jadi Pandemi

* Jangan Kita Hidup Mengkritik Saja, Mari Terlibat Langsung

177 view
Luhut: PPKM Terus Dilakukan Selama Covid Jadi Pandemi
Internet
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat konferensi pers evaluasi perpanjangan PPKM level.
Jakarta (SIB)
Pemerintah menyatakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akan terus diterapkan selama pandemi Covid-19. PPKM diterapkan untuk mengatur mobilitas masyarakat agar Covid-19 dapat dikendalikan.

"Saya ingin menjelaskan bahwa selama Covid-19 ini masih menjadi pandemi, PPKM akan tetap dilakukan sebagai instrumen untuk mengendalikan mobilitas dan aktivitas masyarakat," kata Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pada konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (16/8).

Dia mengatakan selama PPKM diterapkan, evaluasi level PPKM akan dilakukan tiap pekan. Interval 7 hari diambil agar penanganan Covid-19 di tiap daerah dapat dilakukan dengan baik.

"Jika situasi Covid-19 makin membaik, level PPKM akan diturunkan ke level lebih rendah, di mana level 3, 2, dan 1 akan mendekati situasi kehidupan normal," ujar dia.

"Evaluasi akan dilakukan setiap minggu sehingga perubahan situasi dapat kita respons secara cepat," tambahnya.

Luhut mengatakan perpanjangan PPKM kembali menunjukkan hasil yang baik dalam pengendalian Covid-19. Pada periode 7-16 Agustus, lanjutnya, terjadi penurunan tren kasus kembali.

"Hal ini dapat terlihat pada kasus konfirmasi pada 15 Agustus kemarin turun 76%. Kalau minggu lalu saya laporkan 59%. Sekarang di 76%. Dan kasus aktif turun 53% dari titik puncaknya," ucap dia.

Luhut mengatakan jumlah angka kesembuhan juga meningkat dan jumlah kematian terus mengalami penurunan. Dia mengatakan positivity rate pun mengalami penurunan.

"Kita jangan juga terlalu euforia dengan angka yang baik ini. Memang di kawasan ini sekarang Indonesia termasuk yang cepat melakukan tindakan dan hasilnya cukup baik," kata dia.

Dia mengatakan setiap pihak masih terus waspada. Dia mengingatkan ada 3 pilar utama yang harus dijaga dalam penanganan Covid-19 yaitu kapasitas vaksinasi yang cepat, 3T (testing, tracing, treatment), dan penerapan protokol kesehatan yang baik.

"Kita harus tetap superhati-hati. Kalau kita tidak ketat pada protokol kesehatan bukan tidak mungkin ini akan naik kembali baik dari aspek ekonomi maupun dari aspek kesehatan," ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah resmi memperpanjang PPKM di Jawa-Bali hingga 23 Agustus 2021. Keputusan ini berlaku bagi daerah yang menerapkan PPKM level 4, 3, dan 2.

"Maka PPKM Level 4, 3, dan 2 di Jawa-Bali akan diperpanjang sampai 23 Agustus," kata Luhut.

Jangan Mengkritik Saja
Menutup konferensi pers, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pesan khusus terkait penanganan pandemi Covid-19 menjelang HUT RI ke-76. Dia mengajak seluruh pihak tak hanya bisa mengkritik, tapi harus terlibat langsung dalam penanganannya.

Luhut awalnya menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama dan masukan selama penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air. Dia memastikan bahwa pemerintah melakukan yang terbaik dan mendengar segala masukan dari masyarakat.

"Percaya lah bahwa kami berbuat yang terbaik dan kami mendengarkan pendapat-pendapat orang banyak dan kita harus bangga jadi orang Indonesia dalam konteks kemerdekaan ini," kata Luhut.

Dia menyebut Indonesia merupakan bangsa yang hebat. Menurutnya, yang bekerja untuk Indonesia dalam menanggulangi Covid-19 ini juga merupakan orang-orang yang hebat di bidang masing-masing.

"Dan dari perguruan tinggi dari semua lapisan kami ajak duduk. Jadi ini, kalaupun berhasil, bukan keberhasilan pemerintah, tapi berhasilnya kita semua," ucap Luhut.

Luhut juga menyampaikan ucapan terima kepada tenaga kesehatan (nakes) di seluruh negeri. Dia menyebut banyak sekali nakes di sudut-sudut negeri yang berjuang mempertaruhkan nyawanya untuk Indonesia dalam membantu penanganan Covid-19.

"Kadang-kadang saya juga menyampaikan jangan sampai kalian pertaruhkan nyawa kalian dengan tidak mengikuti protokol kesehatan yang baik," ujarnya.

"Banyak sekali hal-hal yang menyentuh perasaan hati kita, kalau kita lihat pada suasana 17 Agustus ini. Banyak yang berjasa membuat negeri kita baik, jangan lah kita hidup hanya sekadar mengkritik-kritik saja, tapi marilah kita terlibat langsung dalam penanganannya," tambahnya. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com