Luhut Bantah Negara Tetangga Tuduh RI Palsukan Data Covid

* Angka Kesembuhan Covid-19 Terus Meningkat

347 view
Luhut Bantah Negara Tetangga Tuduh RI Palsukan Data Covid
Foto: Ist/harianSIB.com
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Jakarta (SIB)

Ternyata ada negara tetangga yang menuding Indonesia memalsukan data Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.


Ia tegas membantah tudingan tersebut. Luhut mengatakan hal ini saat menghadiri Rapat Pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia Tahun 2022 di Gedung Auditorium STIK-PTIK, Jakarta, Selatan, beberapa waktu lalu.


"Melihat kemampuan Indonesia mengatasi Omicron membuat negara tetangga mengatakan kita memanipulasi keterangan, tapi kita disini bicara pada data. Silahkan saja bilang ingin melihat data yang kita miliki tentang kuburan dan rumah sakit sesuai kenyataan di lapangan," jelasnya, dikutip situs Kemenko Marves, Minggu (6/3).


Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini rem pada ekonomi sedalam PPKM Darurat. Penangan pandemi berfokus pada rawat inap Rumah Sakit (RS) serta kematian pada kelompok masyarakat rentan.


Pemerintah juga memiliki strategi untuk mengejar suntikan dosis kedua vaksinasi pada kota/kabupaten yang belum memenuhi target. Luhut menjelaskan hal ini diperlukan peranan dari Polri.


"Semua ini perlu peran Polri yang selama ini telah berhasil pada vaksinasi. Untuk itu saat ini perlu dikejar mengakselerasi dosis dua dan booster," ujarnya.


Kebijakan yang didorong dengan kerja sama semua pihak, membuat kasus di provinsi wilayah Jawa-Bali mengalami penurunan. Bahkan pada 14 Maret 2022 mendatang, Bali juga akan dipertimbangkan untuk dibuka kembali.


Indonesia sudah berpengalaman dalam penanganan varian Covid-19 seperti Delta. Luhut mengatakan ini membuat realisasi penanganan pandemi menjadi terkendali pada varian Omicron.


"Keberhasilan kita menangani varian Delta menjadi kunci sukses dalam pemulihan ekonomi nasional. Semua ini patut diapresiasi karena kerja sama semua pihak, terutama Polri yang patut diapresiasi karena berhasil melakukan dalam pelaksanaan PPKM Darurat/Level, vaksinasi, testing, tracing," jelas Luhut.


Terus Meningkat

Sementara itu, angka kesembuhan Covid-19 kembali menunjukkan tren kenaikan. Data Kemenkes pada 5 Maret 2022 menunjukkan angka kesembuhan mencapai 46.669. Jumlah tersebut lebih tinggi dari angka pada Kamis (4/3) yang berada di angka 40.462.


Angka kesembuhan ini juga lebih tinggi dari kasus konfirmasi yang berada di posisi 30.156. Sementara itu, kasus aktif juga mengalami penurunan secara konsisten dan menyentuh 500.418, atau turun sebesar 16.835 kasus aktif dibanding kemarin (4/3) yang tercatat di angka 517.253.


Sementara itu, angka keterisian tempat tidur di rumah sakit juga masih bertahan di posisi 31 persen dari kapasitas nasional, sama seperti kemarin.


"Dari pantuan kondisi penanganan pandemi Covid-19 secara harian maupun mingguan, meskipun beberapa indikator menunjukkan angka yang positif secara konsisten, namun kita masih perlu kerja keras dan kerja sama semua pihak agar pandemi bisa terkendali seperti yang diharapkan," ungkap Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, dalam keterangannya, Minggu (6/3).


Pemerintah terus mengupayakan agar pandemi Covid-19 di Indonesia dapat terkendali. Salah satu indikator yang terus dipantau adalah positivity rate dengan target di bawah 5 persen. Positivity rate pada Jumat (4/3) lalu berada di posisi 13,58 persen, turun dari angka 17,43% di Kamis (3/3).


Dengan begitu, rata-rata positivity rate mingguan berubah menjadi 15,87 persen atau berkurang dari posisi sebelumnya di angka 16,49 persen.


"Mempertimbangkan rentannya lansia yang terinfeksi Covid-19 menjadi bergejala berat dan berisiko fatal, maka pemerintah mengimbau agar lansia berkonsultasi ke dokter dan ke rumah sakit untuk menerima perawatan. Langkah ini juga penting untuk membantu menekan angka kematian terutama pada golongan lansia," ujar Nadia.


Bagi masyarakat umum yang terinfeksi Covid-19 dan tanpa gejala (OTG) maupun bergejala ringan, bisa dirawat isolasi mandiri (isoman) di rumah maupun di isolasi terpusat (isoter) yang disediakan pemerintah. Fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan baik di puskesmas, isoter, maupun konsultasi jarak jauh menggunakan fasilitas telemedisin bisa dimanfaatkan masyarakat dengan gejala ringan ataupun OTG.


"Pemerintah juga terus memperluas dan mempercepat cakupan vaksinasi primer dua dosis ditambah vaksinasi lanjutan (booster), guna memperkuat pertahanan masyarakat dari infeksi Covid-19, terutama dari gejala berat dan risiko kematian," tandas dia. (CNBCI/Merdeka/f)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com