Luhut Jengkel Harga Sawit RI Terus Diatur Malaysia

* Barang dalam Negeri Mahal, Warga di Perbatasan Belanja Kebutuhan dari Malaysia

348 view
Luhut Jengkel Harga Sawit RI Terus Diatur Malaysia
Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Jakarta (SIB)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku jengkel selama ini harga sawit di Indonesia masih harus mengikuti standar yang ditetapkan Malaysia. Hal ini membuat Indonesia bagaikan diatur oleh negara tetangganya.


Luhut menyatakan Indonesia sebagai bangsa besar harus bisa berdiri sendiri. Dia tidak ingin harga sawit Indonesia terus diatur Malaysia.


"Bangsa kita tak bisa diatur orang, kita harus atur diri kita! Harusnya kita atur minyak kelapa sawit dunia. Masak dari Kuala Lumpur? Yang bener aja lah," tegas Luhut dalam Rapat Koordinasi AKPSI, di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (7/7).

Saat ini pemerintah mulai mengarahkan diri untuk bisa mengatur tata niaga kelapa sawit dunia. Apalagi Indonesia punya modal sebagai negara produsen kelapa sawit besar di dunia.


Lewat audit ini, Indonesia bisa memperbaiki tata kelola sawitnya sehingga bisa ikut mengelola sawit dunia. Luhut sangat yakin Indonesia dapat melakukannya.


"Sekarang audit ini tujuan kita buat itu. Biar kita bangsa yang besar ini bisa ngatur dunia juga, jangan kita yang diatur mulu.


Kelapa sawit kita bisa atur sekarang, saya yakin haqqul yakin. Asal kita bisa bekerja bersama-sama," kata Luhut.


Selama ini, Malaysia menentukan harga komoditas sawit dan CPO dunia, termasuk untuk Indonesia melalui Bursa Malaysia Derivatives (BMD). BMD sudah memiliki riwayat dalam perdagangan CPO sejak 1980.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com