Luhut Perintahkan Percepatan 3T, Menkes Bicara Kemungkinan Kasus Covid Naik

* Penyebaran Varian Delta Hampir Merata di Indonesia

274 view
Luhut Perintahkan Percepatan 3T, Menkes Bicara Kemungkinan Kasus Covid Naik
(Humas Kemenko Maritim dan Investasi)
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan 
Jakarta (SIB)
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, meminta upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) terus ditingkatkan hingga minimal ke lima orang yang memiliki kontak erat dengan penderita Covid-19. Untuk mendukung upaya tersebut, Luhut memerintahkan agar keberadaan laboratorium untuk tes PCR tidak hanya di ibu kota provinsi, tapi juga terdapat di kabupaten/kota.

Hal itu disampaikan Luhut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Vaksinasi bersama Menteri Kesehatan dan para ahli epidemiologi dari sejumlah universitas di Indonesia, seperti dalam keterangan tertulis, Rabu (28/7). Luhut tidak ingin peningkatan 3T ini terkendala karena lab PCR.

"Pak Dante (Wamenkes) coba dicek dulu untuk lab PCR ini supaya jangan sampai 3T ini gagal hanya karena lab PCR-nya tidak cukup," kata Luhut.

Wamenkes Dante Saksono Harbuwono menjawab arahan Luhut tersebut. Dante mengupayakan lab PCR dibuka di kabupaten/kota di Jawa-Bali.

"Memang ada beberapa hal yang perlu kita evaluasi mengenai pelaksanaan testing di puskesmas. Karena PCR di puskesmas itu banyak juga memberikan pelayanan kepada yang terkonfirmasi. Sementara untuk pembukaan lab PCR untuk kabupaten/kota akan coba kita lakukan untuk wilayah Jawa-Bali dahulu," jelas Dante.

Sementara itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan mayoritas kasus kematian Covid-19 terjadi pada pasien yang belum divaksinasi dan umumnya masih di IGD dengan saturasi yang rendah.

"Pasien datang dengan saturasi rendah, kemudian meninggal. Itu sudah dipastikan datangnya telat. Makanya, Pak Menko, kita akan ajarin untuk mengenali saturasi ini, jadi kita bisa menghindari kematian akibat telat dibawa ke rumah sakit," ucap Budi.

Kemungkinan Naik
Dalam kesempatan itu, Menkes mengingatkan Menko Luhut bahwa angka positif Covid-19 kemungkinan akan naik setelah upaya 3T digalakkan. Meski demikian, Menkes Budi menyatakan bahwa hal tersebut justru akan mempermudah proses penanganan pasien sejak dini dan mengurangi potensi penularan virus.

Menanggapi hal ini, Luhut mengatakan pemerintah dan semua pihak terkait harus bekerja mati-matian menurunkan angka kematian. Dia juga mengarahkan peserta rapat melihat keadaan di lingkungan masing-masing terkait pelaksanaan testing, tracing, dan treatment.

Selain itu, dia meminta Kemenkes bekerja sama dengan TNI dan Polri mengejar target vaksinasi sampai 2 juta dosis per hari.

"Dua juta ini bisa mulai dilakukan pada minggu pertama Agustus ya, kalau ada vaksinnya cukup saya harap bisa sampai 200 juta sampai dengan Desember 2021," tegas Luhut.

Hampir Merata
Sementar itu, Jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, ada tiga variant of concern Corona atau varian yang mendapatkan perhatian dunia sudah ada di Indonesia. Dari ketiga varian itu, persebaran Corona varian Delta sudah merata di Indonesia.

"Sampai saat ini Indonesia telah melaporkan 3 dari variant of concern yang saat ini terdaftar di data base global, yaitu varian Alfa, Beta, dan varian Delta," kata Siti Nadia Tarmizi di akun YouTube Sekretariat Presiden.

Corona varian Delta hampir separuh lebih mendominasi spesimen dua bulan terakhir dari 24 provinsi. Oleh sebab itu, persebaran Corona varian Delta sudah hampir merata di dalam negeri.

"Indonesia telah melaporkan sebanyak 1.019 variant of concern dari 3.647 sampel yang sudah diperiksa. Dan varian Delta ini sudah mendominasi sebesar 86% spesimen yang dilakukan sequencing dalam 60 hari terakhir, yang berasal dari 24 provinsi. Sehingga dapat dikatakan persebaran ini sudah hampir merata di Indonesia," ujar Nadia.

Corona varian Delta menjadi perhatian pemerintah. Sebab, varian ini menular secara cepat dan menjadi salah satu faktor tingginya angka kematian.

"Hal ini tentunya menjadi perhatian kita bersama, bahwa potensi penularan di masyarakat akibat varian ini sangat tinggi dan menjadi salah satu faktor peningkatan kematian," imbuhnya.

Meningkat 36 persen
Dalam kesempatan itu, Siti melaporkan adanya penurunan angka kasus Corona secara nasional. Kasus Corona nasional turun sebesar 17% dibandingkan pekan sebelumnya.

"Secara nasional kita melihat penurunan kasus 17% dibandingkan minggu sebelumnya. Yang tentunya ini berkaitan dengan fluktuasi testing yang kita lakukan," kata Siti.

Namun, angka kematian yang disebabkan Corona meningkat. Tercatat peningkatan angka kematian tersebut sebesar 36% secara nasional.

"Sementara itu, kematian pada kasus konfirmasi tercatat meningkat sebesar 36%," ujar Nadia.
Meningkatnya angka kematian yang disebabkan Corona mendapat perhatian pemerintah. Hal itu untuk menentukan upaya terbaik menyelamatkan pasien Corona.

"Ini tentunya menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menentukan upaya-upaya perbaikan untuk dapat menyelamatkan pasien yang ada di rumah sakit maupun yang saat ini menjalani isolasi mandiri, maupun isolasi terpusat," imbuhnya. (detikcom/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com