Luncurkan Golkar Institute, Jokowi Harap Cetak Kader Berkualitas-Punya Sense of Crisis


137 view
Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi peluncuran Golkar Institute. Jokowi berharap institusi pengkaderan tersebut mampu mencetak kader-kader yang berkualitas, berkompeten, dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

"Jika partai politik mampu mempersiapkan kadernya dengan baik, dan kualitas yang matang, maka sudah dapat dipastikan kepemimpinan nasional maupun daerah juga akan berjalan dengan baik," kata Jokowi dalam sambutannya di Soft Launching dan Public Lecture Golkar Institute yang disiarkan secara virtual, Selasa (2/2).

Jokowi mengatakan persoalan yang dihadapi Indonesia ke depannya akan makin kompleks dan berat. Karena itu, dia juga berharap semua kader Partai Golkar bisa memiliki sense of crisis dalam menghadapi situasi krisis.

"Saat ini pemerintah sedang mengerahkan seluruh sumber daya untuk mengatasi pandemi, melaksanakan vaksinasi dengan cepat untuk memutus rantai penyebaran Covid, kita juga sedang menyeimbangkan rem dan gas mengendalikan penyebaran virus sekaligus melaksanakan berbagai program pemulihan ekonomi nasional, menyiapkan berbagai kebijakan dan program untuk menjawab peluang pasca-pandemi, yang akan menjadi trigger untuk ekonomi bergerak lebih cepat," papar dia.

"Untuk itu, saya minta pada seluruh kader Partai Golkar dan juga calon kepala daerah untuk belajar dan menimba pengalaman dari situasi saat ini pentingnya untuk memiliki perasaan bahwa situasi yang kita hadapi tidak biasa-biasa saja sehingga ada sense of crisis dalam menghadapi situasi krisis seperti ini," imbuh Jokowi.

Jokowi pun menjelaskan pentingnya memiliki sense of crisis. Menurutnya, dalam menghadapi situasi krisis, diperlukan kecerdasan lapangan dan penguasaan manajemen lapangan.

"Memiliki kecerdasan lapangan, menguasai manajemen lapangan, mampu melihat hambatan dan kendala yang dihadapi di lapangan, dan segera mencari solusi untuk menyelesaikan masalah. Dalam menyelesaikan masalah, kita juga harus mampu menemukan smart shortcut, melakukan terobosan yang inovatif, tidak justru terjebak pada prosedur administratif, dan yang paling penting adalah berorientasi pada outcome, berorientasi pada hasil dan berorientasi pada kemajuan dan kesejahteraan rakyat," tutur Jokowi.

Lembaga Pendidikan-Riset Politik
Partai Golkar baru saja meluncurkan Golkar Institute, sekolah pemerintahan dan kebijakan publik untuk kader Partai Golkar. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan akan mendorong Golkar Institute sebagai lembaga pendidikan dan riset politik paling disegani di Indonesia.

"Kita akan mendorong agar dalam waktu yang tidak terlalu lama, Golkar Institute dengan jaringan nasional dan internasional yang luas akan tampil sebagai lembaga pendidikan dan riset politik yang paling disegani di Tanah Air," kata Airlangga yang juga Dewan Pembina Golkar Institute dalam soft launching Golkar Institute.

Airlangga mengatakan Golkar Institute merupakan terobosan baru dan wujud nyata Partai Golkar terhadap pentingnya pendidikan serta ide untuk perkembangan partai menghadapi dinamika zaman. Dia berharap dengan adanya Golkar Institute semakin banyak kader Beringin berkualitas yang lahir.

"Melalui Golkar Institute kita berharap akan lahir semakin banyak lagi politis Beringin yang tangguh, tokoh-tokoh yang memiliki pengetahuan, intuisi, dan penciuman politik yang tajam, sekaligus memiliki bekal pengetahuan yang luas, kearifan jiwa mendalam, pemahaman kebijakan yang canggih, serta kemampuan leadership efektif," ungkapnya.

Airlangga turut mengungkapkan rasa bahagia atas kemenangan Golkar di Pilkada Serentak 2020 lalu. Bahkan, kader muda Golkar yang menjadi pemenang berasal dari peserta gelombang pertama program Golkar Institute.

"Perlu saya sampaikan Golkar berhasil menjadi pemenangan dalam Pilkada Desember lalu, Partai Golkar adalah pemenang terbesar Pilkada lalu, secara keseluruhan kita berhasil melampaui target dengan kemenangan 162 daerah pemilihan dan sebagian pemenang adalah kader kita sendiri," ujarnya.

"Lebih dari 30 persen adalah kader Beringin di bawah usia 40 tahun. Sebagian besar kader muda Pilkada ini adalah peserta gelombang pertama dari program Golkar Institute," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Golkar Institute Ace Hasan Syadzily mengatakan para kader Golkar akan mengikuti kursus singkat selama 7 hari ke depan dalam soft launching hari ini. Mereka akan diberi bekal mengenai politik hingga ekonomi.

"Kursus singkat berorientasi pada 3 pilar kemampuan dalam bidang pemerintah dan kebijakan publik, pertama tentang kepemimpinan, kedua tentang politik, dan ketiga ekonomi," ujar Ace.

Ace berharap nantinya akan ada output dari program ini. Para kader yang telah mengikuti program dari Golkar Institute diharapkan bisa menghasilkan 100 program kerja saat nantinya memimpin.

"Diharapkan nanti para peserta sudah bisa menghasilkan 100 program kerja selama mereka memimpin," pungkasnya. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com