MUI Keluarkan Fatwa: Tes Swab Tidak Batalkan Puasa


262 view
MUI Keluarkan Fatwa: Tes Swab Tidak Batalkan Puasa
(merdeka.com/Arie Basuki)
Petugas medis mengambil sampel lendir saat tes swab PCR massal di Kantor Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Selasa (5/1/2021). Puskesmas Pancoran Mas melakukan tes Swab PCR kepada warga yang pernah memiliki riwayat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. 
Jakarta (SIB)
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa mengenai tes swab Covid-19 tidak membatalkan puasa. Fatwa itu menepikan kekhawatiran batalnya puasa seorang muslim yang dites swab karena pemeriksaan itu mengharuskan pengambilan sampel melalui hidung dan mulut.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni'am Sholeh melalui keterangannya, Kamis (8/4). Fatwa MUI Nomor 23 Tahun 2021 tentang Hukum Tes Swab untuk Deteksi Covid-19 saat Berpuasa.

Ketentuan Umum
Tes Swab adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus dengan cara pengambilan sampel dahak, lendir, atau cairan dari nasofaring (bagian pada tenggorokan bagian atas yang terletak di belakang hidung dan di balik langit-langit rongga mulut) dan orofaring (bagian antara mulut dan tenggorokan).

Ketentuan Hukum
1. Pelaksanaan tes Swab sebagaimana dalam ketentuan umum tidak membatalkan puasa.
2. Umat Islam yang sedang berpuasa diperbolehkan melakukan tes Swab untuk deteksi Covid-19.

Rekomendasi
1. Masyarakat diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan agar selamat dari penularan Covid-19.
2. Pemerintah agar melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan protocol kesehatan dengan ketat, supaya pandemic Covid-19 segera berakhir. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com