MUI Sesalkan Perusakan Masjid Ahmadiyah: Harusnya Serahkan ke Aparat

* 10 Pelaku Ditangkap

159 view
MUI Sesalkan Perusakan Masjid Ahmadiyah: Harusnya Serahkan ke Aparat
(istimewa)
Sejumlah massa mendatangi jemaat Ahmadiyah di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (3/9/2021) siang. Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, bangunan masjid mengalami kerusakan karena dilempar dan bangunan belakang masjid dibakar massa.
Jakarta (SIB)
Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mendapatkan informasi tentang perusakan Masjid Ahmadiyah di Tempunak, Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar). MUI pun terus memantau perkembangan kasus perusakan tersebut.

"Menurut keterangan Sekum MUI Kalbar, masalahnya sudah ditangani oleh MUI Sintang dan pihak-pihak terkait di sana, seperti kepolisian dan lain-lain," kata Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian MUI, Prof Utang Ranuwijaya, kepada wartawan, Sabtu (4/9).

Utang mengatakan bahwa sebelum terjadi perusakan sudah ada koordinasi pihak-pihak terkait membahas kegiatan jamaah Ahmadiyah di sana. Menurutnya, berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) 3 Menteri, memang kelompok Ahmadiyah tidak boleh menggelar kegiatan pengajian atau dakwah.

"Bisa jadi ini reaksi sekelompok orang di sekitarnya yang melihat ada kegiatan Ahmadiyah," ucapnya.

"Namun meskipun begitu, tindakan perusakan yang dilakukan oleh sekelompok orang itu juga tidak bisa dibenarkan," tambahnya.

Lalu, dia mengimbau agar umat Islam tidak melakukan tindakan kekerasan, termasuk kepada jemaah Ahmadiyah yang dinilai sebagai aliran sesat.

"Jika ada kegiatan dakwah dari aliran sesat hendaknya disampaikan kepada MUI setempat untuk diselesaikan bersama aparat kepolisian," ujarnya.

Tak hanya itu, Utang juga mengimbau agar aparat kepolisian terus mengawasi segala kegiatan Ahmadiyah. Sebab, kata dia, kegiatan Ahmadiyah seperti dakwah melanggar SKB 3 Menteri.

"Jangan sampai ada kejadian masyarakat mengambil tindakan gara-gara aparat kepolisian lambat merespons," katanya.
Sebelumnya, Mahfud Md menelepon Gubernur dan Kapolda Kalbar usai peristiwa perusakan Masjid Ahmadiyah di Tempunak, Sintang. Mahfud mengingatkan semua pihak harus mengikuti aturan yang berlaku.

"Saya sudah berkomunikasi dengan Gubernur dan Kapolda Kalimantan Barat agar segera ditangani kasus ini dengan baik dengan memperhatikan hukum, memperhatikan kedamaian dan kerukunan, juga memperhatikan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Semuanya harus ikut aturan hukum," kata Mahfud kepada wartawan, Jumat (3/9).

Mahfud mengingatkan peristiwa di Kalbar ini merupakan masalah sensitif. Dia menegaskan Indonesia adalah negara yang melindungi hak asasi warganya.

"Ini masalah sensitif, semuanya harus menahan diri. Kita hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia di mana hak-hak asasi manusia dilindungi oleh negara," tegas Mahfud.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas angkat bicara terkait kasus perusakan masjid Ahmadiyah. Dia menyebut aksi perusakan tempat ibadah sebagai pelanggaran hukum.

"Tindakan sekelompok orang yang main hakim sendiri merusak rumah ibadah dan harta benda milik orang lain tidak bisa dibenarkan dan jelas merupakan pelanggaran hukum," ujar Yaqut dilansir dari Antara, Jumat (3/9).

Ditangkap
Polisi menangkap pelaku perusakan masjid Ahmadiyah di Tempunak, Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar). Ada 10 orang yang diamankan.

"Sudah ada 10 orang yang diamankan," ujar Kabid Humas Polda Kalimantan Barat Kombes Donny Charles Go, Minggu (5/9).
Kini polisi masih melakukan pendalaman masing-masing peran dari pelaku tersebut. Saat ini mereka masih diperiksa lebih lanjut di Polda Kalimantan Barat.

"Semuanya ditangkap di Sintang, tadi siang," kata Donny.
"Masih pemeriksaan intensif," sambungnya. (detikcom/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com