Ketua Umum MUI Sumut Dr H Maratua Simanjuntak :

MUI Tetap Sebagai Pelayan Umat dan Mitra Pemerintah


167 view
MUI Tetap Sebagai Pelayan Umat dan Mitra Pemerintah
Foto Istimewa
Dr H Maratua Simanjuntak 
Medan (SIB)
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara Dr H Maratua Simanjuntak mengungkapkan, adanya keinginan kuat untuk membangun suatu masyarakat Indonesia yang adil, jujur, demokrasi dan beradab, maka suatu keharusan bagi MUI untuk menegakkan jatidiri dan iktikad mewujudkan peradaban Islam di dunia.

Hal ini dikatakannya kepada wartawan, Sabtu (24/7) di Medan, dalam rangka Milad ke-46 MUI yang jatuh pada, Senin (26/7).
Mewujudkan peradaban Islam, menurut ulama kondang ini, khususnya perwujudan masyarakat Indonesia yang berkualitas khoirul ummah, yang menekankan nilai-nilai persamaan keadilan, moderat, keseimbangan, dinamis dan demokrasi yang islami.

Untuk itu, katanya, MUI memiliki visi terciptanya kondisi kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan yang baik "Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghofur", yakni menuju masyarakat berkualitas demi terwujudnya kejayaan Islam dan muslimin dalam wadah NKRI sebagai menifestasi dari rahmat bagi seluruh alam.

Berdasarkan jati diri ulama sebagai pewaris Nabi, maka MUI menjalankan perannya sebagai ahli waris tugas para Nabi, sebagai pemberi fatwa, sebagai pembimbing dan pelayan umat, penegak amar makruf dan nahi munkar, pelopor gerakan pemurnian dan pembaharuan pemikiran Islam, pelopor gerakan perbaikan umat dan pengemban kepemimpinan umat.

Diceritakan Maratua, telah menjadi catatan sejarah bahwa MUI Sumut lebih dahulu berdiri pada tanggal 11 Januari 1975, di Medan di era pemerintahan Gubernur Marah Halim Harahap. Pendirian MUI Sumut itu merupakan hasil pertemuan 27 ulama dan tokoh Islam Sumut dengan membentuk kepengurusan MUI SU, yang diketuai Drs H Abdul Jalil Muhammad, dan Sekretaris Drs Pathi Dalan, Annas Tanjung, Syekh Mahmud Syamsuddin, Syekh H Abdul Halim Latif, H Zainal Arifin Abbas, HM Tahir, H Mahmud Abubakar dan H Abdullah Syah MA.

Hasil pertemuan itu ditetapkan sebagai Ketua MUI pertama dengan sturktur Pimpinan Umum Syekh H Dja'far Abdullah Wahab, periode 1975-1977. Sebelum masa bakti berakhir, Syekh H Dja'far wafat dan dilanjutkan Syekh H Yusuf Ahmad Lubis.

Kepengurusan ini tidak ditetapkan melalui Musda, tapi melalui musyawarah (1977-1980). Barulah pada periode berikutnya dilakukan Musda. Periode 1980-1990, terpilih Drs H Abdul Jalil Muhammad. Sebelum masa bakti periode berakhir, beliau wafat dan dilanjutkan H Hamdan Abbas periode 1990-1995.

Lalu pimpinan MUI Sumut untuk dua priode 1995-2005, dengan Ketua Umum H Mahmud Azis Siregar MA. Setelah itu MUI Sumut dipimpin Prof Dr H Abdullah Syah MA, selama 3 periode (2005-2020). Pada Musda IX MUI Sumut tahun 2020, terpilih Dr H Maratua Simanjuntak sebagai Ketua MUI Sumut priode 2020-2025.

"Pada Milad MUI ke-46 ini, Dewan Pimpinan MUI Sumut melaksanakan ziarah ke makam para pimpinan MUI yang telah mendahului kita dengan tujuan untuk mengenang jasa-jasa mereka dalam membangun MUI Sumut. Mengingat jerih payah mereka dalam membangun MUI Sumut yang sampai saat ini tetap berdiri kokoh dengan satu tekad memberikan bimbingan bagi umat. Sehingga MUI tetap sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shahibul hukumah (mitra pemerintah), ungkap Maratua Simanjuntak.

"Saya mengajak semua pihak, khusus pengurus MUI se-Sumatera Utara dapat menjadikan Milad 46 tahun MUI, sebagai momentum untuk menjadikan satu visi yang sama untuk tetap menjaga nama baik MUI. Karena perjuangan para tokoh-tokoh MUI, sangat berat dan berbagai tantangan dihadapi. Mari kita berdoa agar para pemimpin MUI Sumut yang telah berpulang ke rahmatullah, Allah Swt memberikan kelapangan dalam kuburnya. Bagi mantan Ketua MUI SU, Prof Dr H Abdullah Syah MA, kita doakan selalu dalam keadaan sehat wal afiat dan tetap memberikan bimbingan kepada kita semua," tutupnya.

Seperti diketahui, Senin 26 Juli 2021, bertepatan 17 Djulhijjah 1442 H, merupakan Milad 46 tahun MUI yang didirikan di Jakarta, 26 Juli 1975 lalu, dalam pertemuan alim ulama yang dihadiri Majelis Ulama Daerah, pimpinan ormas Islam tingkat nasional, pembinaan kerohanian dari 4 angkatan TNI dan Polri serta beberapa tokoh Islam yang hadir secara pribadi. Tanda berdirinya MUI diabadikan dalam bentuk penandatanganan piagam berdirinya yang ditandatangani 53 orang ulama, terdiri 26 ketua Majelis Ulama Provinsi se-Indonesia, 10 ulama dari organisasi Islam tingkat pusat serta 13 ulama yang hadir secara pribadi. (R6/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com