Ma'ruf: Hapus Kemiskinan Ekstrem Tak Bisa Cuma Pakai Bansos

* Bansos Tidak Boleh Jatuh ke Orang yang Tidak Berhak

151 view
Ma'ruf: Hapus Kemiskinan Ekstrem Tak Bisa Cuma Pakai Bansos
CNN Indonesia/Andry Novelino
Wapres Maruf Amin menyebut pemberantasan tingkat kemiskinan ekstrem memerlukan kebijakan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat.
Jakarta (SIB)
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengakui pemberantasan tingkat kemiskinan ekstrem di masyarakat tak bisa hanya mengandalkan pemberian bantuan sosial (Bansos). Lebih dari itu, perlu kebijakan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat.

"Kita tidak akan dapat mengentaskan kemiskinan hanya dengan memberikan bantuan sosial, tapi harus dibarengi dengan upaya pemberdayaan ekonomi rakyat," terang Ma'ruf di acara Halal Trade Forum 2021, Jumat (22/10).

Karena itu, perlu ada kebijakan pemberdayaan ekonomi yang dapat diakses oleh masyarakat dan salah satunya, menurut Ma'ruf, bisa dilakukan dengan mengembangkan industri dan produk halal Indonesia. Khususnya yang berskala UMKM.

Sementara secara sektoral, pengembangan industri halal utamanya bisa dimulai dari sektor makanan dan minuman serta pertanian. Sebab, kedua sektor ini selalu tumbuh positif di era pandemi covid-19 dan permintaan akan produk halalnya tinggi.

Lebih lanjut, Ma'ruf mengatakan, pemerintah akan memberikan dukungan pada pengembangan industri halal. Bahkan, harapannya industri halal Indonesia bisa menjadi hub bagi negara-negara lain di dunia.

Dukungan ini diberikan dalam bentuk akselerasi sertifikasi halal dan menguasai ekosistem pendukung ekspor produk halal, mulai dari bahan baku, produksi, standar dan prosedur ekspor, hingga pemasaran.

Kemudian, pemerintah juga memberi dukungan dalam bentuk pembukaan peluang ekspor dan kolaborasi serta integrasi usaha besar dengan koperasi dan UMKM.

Kendati begitu, ia menambahkan dukungan ini perlu juga dari swasta. Misalnya, dukungan pembiayaan syariah dari bank.

Untuk itu, ia mengajak semua pihak agar ikut berkontribusi pada pengembangan ekosistem industri halal agar bisa memberdayakan ekonomi masyarakat.
Tak Boleh Jatuh
Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah telah menyiapkan bansos dalam jumlah sangat besar di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Karena itu, Muhadjir ingin penyaluran bansos tepat sasaran dan tidak boleh jatuh ke orang yang tidak berhak.

"Pemerintah sudah menyiapkan bantuan yang sangat besar. Maka dari itu di lapangan harus betul-betul tepat sasaran. Tidak boleh jatuh ke tangan orang yang tidak berhak," ucapnya melalui keterangan tertulis dikutip pada Minggu (24/10).
Kemenko PMK, kata dia, akan terus melakukan pengawasan di lapangan terkait penyaluran bansos ini. Dengan begitu, masyarakat yang berhak bisa mendapatkan program pemerintah tersebut.

"Kemenko PMK melakukan koordinasi sinkronisasi dan pengawasan di lapangan untuk mengecek langsung bagaimana distribusi bantuan-bantuan sosial, serta mengecek keadaan wilayah-wilayah yang menjadi kantong miskin ekstrem," tuturnya. (CNNI/Okz/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com