Mabes Polri Ambil Alih Kasus Bentrok Laskar FPI-Polisi di Tol Jakarta-Cikampek

* Polri Persilakan Komnas HAM Lakukan Pengusutan

218 view
20detik
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menjelaskan soal penembakan pengikut HRS di tol.
Jakarta (SIB)
Mabes Polri mengambil alih penyelidikan kasus bentrokan antara aparat kepolisian dan laskar FPI di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Kasus tersebut kini ditangani Bareskrim Polri karena lokasi kejadiannya sendiri ada di luar wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Saya pertegas lagi di sini sekarang perkaranya diambil ke Mabes Polri karena memang locus delicti-nya ada di daerah Karawang wilayah hukum Polda Jabar, sehingga penanganannya itu dialihkan ke Mabes Polri," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (9/12).

Menurut Yusri, terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut kini telah menjadi wewenang dari Divisi Humas Mabes Polri. Perkembangan kasus tersebut akan disampaikan oleh Divisi Humas Polri.

"Silakan nanti ke Divisi Humas Mabes Polri akan dijelaskan nanti tiap sore akan di-update (perkembangan kasus)," kata Yusri.

Namun, terkait kasus kerumunan acara Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Yusri memastikan hal tersebut masih ditangani oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Yusri menyebut, hingga kini penyidik masih melakukan gelar perkara kasus tersebut sejak kemarin malam. Dia belum memerinci terkait hasil dari gelar perkara tersebut.

"Sampai tadi malam gelar perkara tentang Petamburan adanya kerumunan pada saat akad nikah anak dari saudara MRS. Hari ini kami masih menunggu hasil dari penyidik," ungkap Yusri.

Persilakan
Polri mempersilakan jika Komnas HAM RI ingin membentuk tim khusus untuk mendalami enam orang pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS) yang tewas ditembak saat bentrok dengan polisi di Tol Jakarta-Cikampek (Japek). Polri menganggap hal tersebut sebagai sebuah bentuk pengawasan eksternal.

"Ya, nggak apa-apa, itu bentuk pengawasan eksternal," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (8/12).

Awi menuturkan, Polri siap membantu menyediakan data yang dibutuhkan Komnas HAM. Awi menyampaikan Polri juga akan bersikap transparan terkait enam anggota laskar FPI yang tewas ditembak. "Nanti kita akan membantu terkait apa-apa saja data yang dibutuhkan. Selama ini kita transparan. Nanti silakan saja," tuturnya.

Lebih lanjut Awi mengatakan, Polri memiliki tim audit internal. Awi menyebut tim tersebut saat ini sedang bekerja. "Kita di dalam juga sudah ada tim audit internal. Tentunya tim juga bekerja," imbuhnya.

Bentuk Tim
Sebelumnya, enam pengikut Habib Rizieq Shihab tewas ditembak dalam insiden di tol yang disebut polisi karena melakukan penyerangan. Komnas HAM membentuk tim untuk mendalami kasus enam pengikut Habib Rizieq yang tewas ditembak.

"Komnas HAM RI melalui Pemantauan dan Penyelidikan telah membuat Tim Pemantauan dan Penyelidikan. Saat ini, tim sedang mendalami informasi untuk memperdalam berbagai informasi yang beredar di publik," tulis Komnas HAM di akun Twitter mereka seperti dilihat Senin (7/12).

Komnas HAM sedang bergerak mengumpulkan fakta. FPI pun digali keterangannya terkait tewasnya enam pengikut Habib Rizieq.

"Tim juga sedang mendalami informasi dan mengumpulkan fakta-fakta dari pihak langsung. Termasuk menggali keterangan dari FPI secara langsung yang saat ini sedang berlangsung," ucap Komnas HAM.

Komnas HAM berharap kerja sama dari semua pihak terkait enam pengikut Habib Rizieq yang tewas ditembak. Komnas HAM juga mengaku menyampaikan hal ini ke polisi.

Polri memastikan kasus enam pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS) yang ditembak di Tol Jakarta-Cikampek akan diusut secara transparan. Nantinya, proses penyelidikan akan diawasi oleh Divisi Propam Polri. "Semua tindakan yang dilakukan oleh anggota dalam sidik dilakukan pengawasan dan pengamanan oleh Divisi Propam. Semua itu dilakukan agar pengusutan kasus ini transparan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangannya, Selasa (8/12).

Argo menuturkan, Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo sudah membentuk tim untuk mengawasi kasus tersebut. Kasus penembakan tersebut, kata Argo, kini ditarik ke Mabes Polri. "Kadiv Propam sudah membentuk tim. Saat ini kasus tersebut sudah ditarik ke Mabes Polri," tuturnya.

Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Polri menjelaskan pihaknya sedang menginvestigasi tindakan bela diri anggota Polda Metro Jaya terhadap penyerangnya, yakni 6 anggota laskar FPI di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek (Japek). Div Propam hendak memastikan langkah tegas yang diambil anggota Polda Metro Jaya sesuai Peraturan Kapolri Nomor 1 dan 8 Tahun 2009 atau tidak.

"(Langkah Div Propam) terkait pengawasan terhadap tindakan kepolisian dalam kasus penyerangan anggota FPI terhadap anggota Polri. Akibat penyerangan itu, ada tindakan kepolisian yang menyebabkan penyerang meninggal dunia," kata Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Selasa (8/12).

Ferdy menjelaskan soal penggunaan kekuatan oleh anggota Polri diatur Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian. Sementara Perkap Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

"Itu yang kita lakukan pengawasan, apakah sudah sesuai dengan Perkap terkait penggunaan kekuatan. Kalau sesuai penggunaan kekuatannya berdasarkan Perkap, akan disampaikan secara transparan," ucap Ferdy.

Ferdy menyampaikan ada 30 anggotanya yang sedang menginvetigasi hal ini. Ferdy menuturkan Kapolri Jenderal Idham Azis telah meminta Div Propam bekerja optimal, cepat, sehingga keraguan publik terhadap peristiwa penyerangan anggota Polda Metro Jaya yang berujung penembakan 6 anggota laskar FPI dapat terjawab.

"Sesuai arahan Kapolri, Tim harus bekerja optimal, bekerja cepat, transparan, dan akuntabel serta mampu menjawab keraguan publik," pungkas Ferdy. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com