Mahfud MD: Pemerintah Gencarkan Sosialisasi Moderasi Beragama, Toleran Terhadap Perbedaan


97 view
Foto: istimewa
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah menggencarkan sosialisasi moderasi beragama.
Jakarta (SIB)
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah menggencarkan sosialisasi moderasi beragama. Konsep ini, kata dia, dengan beragama secara sungguh-sungguh, namun toleran terhadap perbedaan.

"Dan itu di dalam negara kita, negara Pancasila, dibenarkan,” ujar Mahfud saat kunjungan kerja di Pasuruan, Jawa Timur, Senin (3/5).

Mahfud MD lantas menyinggung perjalanan Indonesia dalam hal dasar negara. Menurutnya, ketika dulu Indonesia hendak didirikan, ada orang yang ingin mendirikan Indonesia sebagai negara sekuler, namun ada pula yang ingin mendirikan negara Islam.

Dia menyebutkan, tokoh-tokoh yang menginginkan negara sekuler kebangsaan, yaitu Soekarno, Mohammad Hatta, serta Mohammad Yamin. Sedangkan yang ingin mendirikan negara Islam itu adalah Wahid Hasyim, Agus Salim, Kahar Muzakkar, dan Bagoes Hadikoesoemo.

Mantan Ketua MK itu melanjutkan bahwa kelompok pejuang negara Islam berpendapat bahwa bentuk negara Islam harus terlaksana karena landasan demokrasi. Demokrasi itu yang terbanyak dari yang menentukan, sehingga Indonesia harus jadi negara Islam.

Akan tetapi, sambung Mahfud, kalangan negara sekuler kebangsaan seperti Soekarno, Mohammad Hatta, dan Mohammad Yamin juga beragama Islam. Namun, mereka tidak mau Indonesia menjadi negara Islam.

"Mereka ingin negara dimana nilai-nilai Islam itu bisa dilaksanakan dengan baik tapi tidak menjadi dasar negara. Lantas terjadi perdebatan, dan diambil jalan tengah yakni konsep NKRI berdasarkan Pancasila," ujarnya.

"Itulah ketemunya, sehingga di sini negara Pancasila itu negara yang di dalam penyelenggaraannya umat beragama itu dilindungi sepenuh-penuhnya untuk melaksanakan ajaran beragama tapi tidak boleh konflik karena perbedaan agama,” kata dia melanjutkan.

Hal yang diperlukan bersama, tutur Mahfud, adalah urusan-urusan yang tidak terbatas pada latar belakang agama mana pun. Sebagai contoh, dalam urusan membangun keadilan sosial, menegakkan hukum, dan melawan korupsi.

“Membangun keadilan sosial, kan tidak perlu agama apapun. Hindu, Islam, Kristen, Budha, itu bisa bersatu. Menegakkan hukum, itu bersatu di situ meski agamanya beda. Melawan kezaliman, menghantam korupsi, agama apa saja di situ. Itulah sebenarnya inti dalam kehidupan kita, berpancasila itu,” pungkasnya. (iNews/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Tag:Mahfud Md
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com