Jumat, 24 Mei 2024 WIB

Mahfud MD Sebut Ada Pejabat Bekingi Mafia, Singgung Rafael Alun dan Ferdy Sambo

Redaksi - Rabu, 31 Mei 2023 08:54 WIB
224 view
Mahfud MD Sebut Ada Pejabat Bekingi Mafia, Singgung Rafael Alun dan Ferdy Sambo
(YouTube Sekretarian Kabinet RI)
Menko Polhukam Mahfud MD soroti pejabat bekingi mafia terutama sumber daya alam.
Jakarta (SIB)
Menko Polhukam Mahfud MD terang-terangan menyebut adanya pejabat kerap bekingi mafia. Terlebih mafia sumber daya alam.
"Mafia itu terkadang bercampur antara orang ingin berusaha baik-baik, secara legal bercampur dengan preman, back up dari pejabat," ungkap Mahfud MD dikutip dari podcast youtube Sekretariat Negara, Selasa (30/5).
Terlebih mafia kekayaan alam. Hal itu ia ungkap saat ditanya tantangan terbesar bagi seorang Menko Polhukam.
"Mafia ya. Mafia peradilan, mafia hukum. Itu kan tugas saya, terutama mafia-mafia kekayaan alam," katanya.
Mahfud mengakui acap kali merasa tidak enak saat mengusut kasus mafia yang dibekingi oleh pejabat. "Tidak takut tapi tidak enak ya," ungkapnya.
"Kalau saya harus bilang ke orang (pejabat) tersebut 'Hei jangan back up itu dong'. Misal bilang ke atasannya dan seterusnya. Nah ini bagi saya agak rumit menyelesaikannya," beber Mahfud.
Hal itulah yang memicu Mahfud kerap 'nyanyi' melalui media sosial maupun awak media.
"Itulah sebabnya kalau saya daripada bicara berbisik, berdua ingin selesaikan masalah. Lebih baik bicara di luar agar tidak bisa menghindar. Speak up," katanya.
"Jadi orang tidak bisa menghinda. 'ituh Pak Mahfud sudah ngomong gitu lho'. Nah yang seperti itu," tuturnya.
Mahfud memberikan contoh kasus di Bengkulu. Ada seorang nenek renta yang dianiaya anak-anak pulang sekolah. Padahal peristiwa itu sudah viral, namun belum ada reaksi dari penegak hukum.
"Beberapa hari ndak ada beritanya. Saya ambil, saya kirim ke polisi. 'Pak masa ada begini nih. Cari dong'," ujar Mahfud menirukan ucapannya saat itu.
Tidak lama, pelaku langsung ditangkap polisi. Termasuk saat Mahfud berkomentar di kasus Ferdy Sambo.
"Sambo juga orang kan pada, eeuh (gemas). Ndak benar itu, masa orang mati sampai begitu. Itu bukan tembak menembak, itu pembunuhan. Selidiki," kata Mahfud.
Akhirnya peristiwa tembak menembak Ferdy Sambo berujung kasus pembunuhan berencana.
"Akhirnya ketemu juga kan," tuturnya.


Kasus Rafael Alun
Dalam kasus Rafael Alun, nyatanya Mahfud juga gemas. Ia kesal ada seorang anak pejabat yang hobi pamer dan melakukan penganiayaan.
"(kasus) Rafael. Yang saya katakan si Mario anaknya aniaya itu lalu apa kok orang jahat begitu dan sombong itu anaknya siapa. (anaknya) Rafael, Rafael itu siapa, itu pejabat eselon 3 di Departemen Keuangan, kan gitu kan," tuturnya.
Akhirnya Mahfud meminta daftar kekayaan Rafael Alun saat itu. Lantas, orang PPATK menghubunginya dan menyebut ada masalah dari harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo.
"Dari tahun 2012 sudah dilaporkan punya kekayaan tidak wajar," katanya.
"Lalu saya bicara ke pers. Kalau saya ndak teriak ndak kebuka."
Saat Mahfud 'bernyanyi' di depan publik, maka orang yang bersangkutan tidak akan bisa mengelak. Pun, dukungan publik akan mengalir.
"Kadang kala bukan saya ingin sok. Bukan begitu. Saya ngomong (ke publik) dukungan publik akan mengalir. Dia enggak bisa ngelak, iya kan," ungkapnya. (Merdeka/c)



Baca Juga:



Baca Juga:
Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sudah 5 Bulan Dilaporkan, Korban Penganiayaan Minta Kepastian Hukum dari Kapoldasu
DPRD SU Minta Menteri ATR/BPN Turun ke Sumut "Ganyang" Mafia Tanah yang Gunakan Preman
LBH Medan: Pemerintah Tidak Serius Berantas Mafia Tanah
DPRD SU Minta Polda dan Satgas Mafia Tanah “Gebuk” Kelompok Preman Bacok Warga Sampali
PH Warga Kampung Kompak: Kita Lawan Secara Hukum Mafia Tanah dan Preman
DPRD SU Minta Polda Satgas Mafia Tanah "Gebuk" Kelompok Preman Bacok Warga Sampali
komentar
beritaTerbaru