Mahfud Soal Penangkapan Farid Okbah dkk: Tak Ada Hubungan Teroris dengan MUI

* MUI Tegaskan Tidak Ada Guncangan Internal Usai Zain An Najah Ditangkap

167 view
Mahfud Soal Penangkapan Farid Okbah dkk: Tak Ada Hubungan Teroris dengan MUI
Internet
Mahfud Md
Jakarta (SIB)
Menko Polhukam Mahfud Md meminta semua pihak tidak mengaitkan penangkapan tersangka kasus dugaan terorisme Farid Okbah, Zain An Najah dan Anung Al Hamat dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dia menegaskan, tak ada kaitan tersangka teroris dengan MUI.

"Penangkapan ketiga terduga teroris tersebut tidak dilakukan di kantor MUI, sehingga jangan berpikir bahwa itu penggerebekan di kantor MUI dan tidak terkait dengan MUI karena memang tidak ada hubungan antara teroris itu dengan MUI," kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (22/11).

Mahfud mengatakan, Densus 88 tidak pernah mengumumkan salah satu dari tiga orang yang ditangkap merupakan pengurus MUI. Dia mengatakan para tersangka teroris itu telah dinonaktifkan dari MUI.

"Aparat penegak hukum dalam hal ini Densus juga tidak pernah mengumumkan ada mengatakan bahwa yang bersangkutan adalah pengurus MUI, nggak pernah. Polisi maupun Densus nggak pernah. Masyarakat dan media seperti saudara lah yang membuka identitas yang bersangkutan bahwa yang bersangkutan adalah pengurus MUI di bidang fatwa dan MUI kemudian menonaktifkannya," ujarnya.

Mahfud mengatakan pemerintah tidak melarang siapapun untuk berkomentar atau berpendapat terkait kasus tersebut. Namun, dia meminta semua pihak tidak melanggar aturan saat memberikan komentar.

"Pemerintah tidak melarang siapapun untuk menilai atau mengkritik serta mengekspresikan pendapat, aspirasi terkait kasus ini, baik pro-kontra hal itu bisa dilakukan oleh setiap warga negara sepanjang tidak dilakukan dengan tindakan kekerasan dan cara-cara melawan hukum. Indonesia adalah negara demokrasi sekaligus negara nomokrasi atau kedaulatan hukum," ucapnya.

"Boleh berpendapat pemerintah tidak fair, MUI kecolongan tapi yang membantah juga harus diberi tempat, itu tidak benar, asal jangan melanggar hukum, yang melanggar hukum itu sudah ditangkap, Misalnya membuat instruksi duduki kantor-kantor polisi dan bakar, ini kan sudah ada yang begitu. Tangkap itu melanggar hukum. Kalau cuma mengatakan MUI salah, pemerintah menyerang ini dan macam-macam silakan itu pendapat karena masyarakat sendiri membantahnya juga," lanjutnya.

Dia memastikan kerja sama pemerintah dengan MUI masih terus berjalan sesuai aturan. Dia mengatakan pemerintah selalu berupaya agar Indonesia aman dan damai.

"Pemerintah akan terus bekerja sama dengan MUI sesuai fungsi masing-masing untuk membangun hubungan sebagai baldatun toyyibatun warobbun ghofur yakni berjalan baik, aman damai bersatu di bawah ampunan dan lindungan Allah, Tuhan yang maha kuasa," tuturnya.

Farid Okbah merupakan Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI). Dia juga merupakan anggota nonaktif MUI Bekasi.

Tak Ada Guncangan
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar menegaskan tidak ada guncangan di lingkup internal MUI setelah Zain An Najah ditangkap Densus 88 Polri. Dia mengatakan, penangkapan tersebut membuat MUI menjadi mawas diri ke depannya.

"Secara umum, di internal MUI tidak ada kegoncangan dan semua berjalan normal. Tapi peristiwa ini bisa menjadi sarana introspeksi atau dikenal muhasabah, mawas diri kita lebih berhati-hati lebih teliti dan sebagainya untuk jaga marwah majelis para ulama bagian daripada anak bangsa ini," kata Miftachul Akhyar saat jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (22/11).

Seperti diketahui, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustaz Farid Okbah, anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain An Najah, dan Anung Al Hamat. Ketiganya ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, dan saat ini berstatus tersangka tindak pidana terorisme yang berkaitan dengan kegiatan terorisme Jamaah Islamiyah (JI). (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com