Malaysia Healthcare Expo di Centre Point Mall Medan, Pemerintah Malaysia Larang Dokter Tentukan Biaya Perobatan


399 view
Malaysia Healthcare Expo di Centre Point Mall Medan, Pemerintah Malaysia Larang Dokter Tentukan Biaya Perobatan
(f-wie/harianSIB.com)
Konjen Malaysia di Medan Aiyub Omar (kiri) bersama Director Marketing Malaysia MHTC Indonesia Farah Delah Suhaimi (kanan) berbicara kepada wartawan di Hotel Aryaduta Medan Senin (19/9/2022) malam.

Medan (SIB)

Director Marketing Malaysia Healthare Travel Council (MHTC) Indonesia, Farah Delah Suhaimi, mengatakan Pemerintah Malaysia melarang dokter menentukan biaya berobat.


Cara itu, menurutnya, menjamin biaya berobat di Negeri Semenanjung itu sesuai standar.


“Boleh dikatakan murah dibandingkan negara tetangga di mana dokter tidak boleh menentukan harga biaya berobat,” ujarnya di gathering MHTC di Medan, Senin (19/9) malam. MHTC diikuti sedikitnya 25 travel agen di Medan.


Farah Delah Suhaimi memastikan, dengan penentuan harga maka biaya dapat ditekan.


“Meski harga rendah, jaminan kualitas harus diberikan rumah sakit-rumah sakit di Malaysia sebab operasionalnya pun terus dipantau. Jika ada case pasien tak puas pelayanan, ada sanksi,” tambah perempuan enerjik itu.


Soal penetapan harga, lanjutnya, sebagai kebijakan yang disukai pasien yang berobat ke Malaysia.


“Target warga asing berobat ke Malaysia, melewati sebelum pandemi. Saat itu ada 1,6 juta pasien luar. Enam puluh persennya berasal dari Indonesia.


Komulatif pasien Indonesia itu, empat puluh persennya dari Sumatera didominasi pasien dari Medan,” tambahnya.


Di acara itu hadir organisasi profesional industri pariwisata di antaranya ASITA, ASTINDO, AMPHURI dan ASPPI Sumatera Utara.


En Mohd Daud Mohd Arif, CEO Malaysia Healthare Travel Council, mengatakan, sejak dibukanya kembali perbatasan Malaysia 1 April, antusias warga luar Malaysia datang untuk berobat demikian banyak.


"Ini terlihat dari mulai aktifnya bandara dan juga pelabuhan di Malaysia. Apalagi banyak masyarakat Indonesia ke Malaysia untuk melakukan perawatan yang sempat tertunda selama pandemi Covid- 19,” katanya.


Menurutnya, dibukanya perbatasan membuka dengan luas peluang kerjasama travel agent untuk dapat menawarkan paket perawatan ke Malaysia termasuk dengan paket wisatanya.


Ia berharap dengan adanya kerjasama antara travel agen dengan Malaysia Healthcare dapat saling menguntungkan bagi kedua belah pihak utamanya para pelancong.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com