Malaysia Tahan 5 Orang Termasuk WNI, Terkait ISIS dan Al-Qaeda


506 view
Kuala Lumpur (SIB)- Kepolisian Malaysia telah menangkap lima orang atas kecurigaan terkait dengan kelompok-kelompok militan seperti ISIS dan Al-Qaeda. Di antara kelimanya termasuk seorang WNI dan seorang warga Eropa yang bekerja sebagai guru. Malaysia tengah meningkatkan kewaspadaan menyusul laporan bahwa 10 warga Suriah terkait ISIS telah masuk ke Thailand pada Oktober lalu untuk menyerang kepentingan Rusia.

Kepala Kepolisian Malaysia Khalid Abu Bakar mengatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (5/12), empat dari lima orang yang ditangkap itu merupakan warga asing dan satu lagi warga Malaysia. Penangkapan itu dilakukan antara 17 November dan 1 Desember. Di antara kelimanya adalah warga Eropa berumur 44 tahun yang bekerja sebagai guru temporer di negara bagian Penang. Dia diduga terkait Al-Qaeda dan ikut serta dalam aktivitas-aktivitas militan di Afghanistan dan Bosnia.

Tiga tersangka lainnya -- seorang pria Indonesia berumur 31 tahun, seorang warga Malaysia dan seorang warga Bangladesh -- merupakan bagian dari sel terkait kelompok ISIS dan ditugaskan merekrut para relawan untuk ikut serta dalam aktivitas militan di luar negeri.

Pemimpin sel tersebut adalah WNI yang telah menyatakan kesetiaan kepada pemimpin ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi lewat postingan di Facebook pada tahun 2014. "Dia beserta warga Malaysia, diduga sebagai fasilitator yang mengatur orang-orang dari Malaysia dan sejumlah negara Asia Tenggara untuk bergabung ISIS di Suriah," kata Khalid. Bulan lalu, seorang menteri Malaysia mengatakan, Asia Tenggara menghadapi ancaman serangan-serangan terinspirasi ISIS yang dirancang untuk "mengagungkan terorisme". Pada September lalu, kepolisian Malaysia menggagalkan plot untuk meledakkan bom-bom di kawasan turis di Kuala Lumpur, Bukit Bintang.

Tanggapan Wakil Dubes RI

Terkait adanya laporan dari Kepolisian Malaysia mengenai penangkapan seorang WNI berusia 31 tahun karena dicurigai memiliki keterkaitan dengan jaringan ISIS dan Al Qaeda, Wakil Duta Besar (Dubes) RI untuk Malaysia, Hermono, mengakui hal tersebut.

Menurutnya, penangkapan WNI yang dicurigai terlibat dengan jaringan ISIS itu dilakukan oleh Kepolisian Malaysia pada 1 Desember 2015 di Kota Johor Bahru.

“Saya mengakui adanya kabar penangkapan itu. Informasi itu diberikan oleh Kepolisian Malaysia. Jadi, penangkapan terjadi pada 1 Desember 2015,” ujar Wakil Dubes RI untuk Malaysia, Hermono, melalui pesan singkat, Sabtu (5/12).

“Saat ini kepolisian setempat sudah menginformasikan hal itu kepada Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Malaysia. Namun, KBRI Kuala Lumpur belum menerima notifikasi resmi atau tertulis dari Kemlu Malaysia,” lanjutnya. (detikcom/Okz/d)

Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com