Final Liga Champions Malam Ini

Man City Vs Chelsea: Duel Dua Tim dengan Pertahanan Terbaik


177 view
Man City Vs Chelsea: Duel Dua Tim dengan Pertahanan Terbaik
(Foto: Getty Images/Pool)
Manchester City vs Chelsea mempertemukan dua tim dengan pertahanan terbaik di Liga Champions. 
Jakarta (SIB)
Final Liga Champions menyajikan Manchester City vs Chelsea. The Citizens dan Chelsea merupakan dua tim dengan pertahanan terbaik di Liga Champions.

Di Estadio Do Dragao, Porto, Portugal, Minggu (30/5) dini hari WIB, Man City vs Chelsea digelar. Tim asuhan Pep Guardiola berburu treble, sedangkan tim besutan Thomas Tuchel memburu trofi pertama.

Man City nyaris sempurna di Liga Champions musim ini. Dalam 12 pertandingan yang sudah dijalani, Raheem Sterling cs menang 11 kali dan imbang sekali.

Di sisi Chelsea, Si Biru menang 8 kali, 3 kali imbang, dan 1 kali menelan kekalahan. Satu kekalahan didapat tim London barat saat ditaklukkan oleh FC Porto di Stamford Bridge.

Soal urusan pertahanan, Man City dan Chelsea seimbang menatap final Liga Champions. Kedua tim baru kebobolan sebanyak 4 gol.

Man City sudah membukukan sebanyak 8 clean sheet. Chelsea membukukan torehan bersih dari kebobolan dengan catatan yang sama. Kedua tim sama-sama belum pernah kebobolan lebih dari satu gol di laga-laga Liga Champions musim ini.

Dalam 3 pertemuan Man City dengan Chelsea di musim ini, ada total 8 gol yang tercipta. Man City membukukan 4 gol, sekali gagal membobol gawang Chelsea. Sedangkan Chelsea juga membukukan 4 gol, selalu bisa mencatatkan gol ke gawang Man City.

"Kami tahu seperti apa mereka sekarang ini dan akan menjadi tantangan besar di final, tapi ini pertandingan satu laga saja, semuanya bisa terjadi," kata penggawa Man City, Phil Foden, menatap duel dengan Chelsea di final Liga Champions di situs UEFA.

Antisipasi Perlawanan The Blues
Menurut pemainnya Ferrari Torres Manchester City melawan Chelsea di final Liga Champions, bersiap The Blues akan menyusahkan.

Menatap final Liga Champions musim ini, City sudah meraih dua trofi. Gelar juara Piala Liga Inggris dan Liga Inggris yang sudah diraih.

Di Liga Inggris, City enam kali menelan kekalahan. Chelsea menjadi salah satu tim yang menumbangkan Raheem Sterling cs.

Kekalahan itu ditelan oleh City di Etihad Stadium pada 8 Mei 2021. Chelsea menang 2-1.

Man City sudah tiga kali berhadapan dengan City. Satu laga lainnya menang, sekali lainnya juga kalah.
Ferran Torres sadar dengan potensi besar Chelsea. Oleh karena itu, dia siap untuk menjalani pertandingan yang berat.

"Mereka menyusahkan, dalam cara yang bagus, karena mereka selalu mengejar bola. Mereka terus berlari dan mereka menginginkan bola. Mereka tak cuma mengancam dengan serangan balik, mereka juga ingin merebut bola dari anda, yang mana layak dipuji," kata Torres di situs UEFA.

"City adalah tim yang suka menguasai bola, dan terkadang sangat susah untuk merebutnya dari kami, tapi mereka sudah melakukan pekerjaan bagus saat melawan kami. Pada faktanya, mereka sudah mengalahkan kami dua kali. Maksud saya, anda tak pernah tahu di final Liga Champions," kata dia menambahkan.

City Tak Boleh Lagi Bikin Kesalahan
Manchester City tak boleh bikin kesalahan saat jumpa Chelsea di final Liga Champions. Di dua duel sebelumnya, The Blues mampu menghukum kesalahan The Citizens.

The Citizens bertekad meraih trofi Si Kuping Besar untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Gelar juara Liga Champions juga bakal membawa Man City menorehkan trebel musim ini. Mereka sebelumnya sudah lebih dulu mengamankan gelar Piala Liga Inggris dan Liga Inggris. Meski demikian, ambisi Manchester Biru tersebut jelas takkan mudah untuk terealisasi. Chelsea bukan lawan yang mudah untuk Man City.

The Blues mampu menumbangkan Man City di dua laga terakhir. Chelsea menang 1-0 atas Man City di semifinal Piala FA, serta mampu menumbangkan pasukan Pep Guardiola 1-2 pada laga pekan ke-35 Liga Inggris.

Berkaca pada hal tersebut, Ederson Moraes menyakini duel di final Liga Champions nanti bakal berlangsung sengit. Ia menilai Chelsea berkembang pesat terutama di sektor pertahanan sejak Thomas Tuchel menduduki kursi manajer pada Januari lalu.

Maka dari itu, kiper asal Brasil ini mewanti-wanti timnya untuk tak membuat sedikit pun kesalahan di laga nanti. Ederson tak ingin Chelsea menghukum kesalahan mereka lagi seperti di dua pertemuan sebelumnya. "Konsistensi pertahanan mereka telah meningkat pesat. Mereka sangat kuat dalam bertahan dan punya banyak permain berkualitas saat menyerang. Saya pikir Tuchel memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Chelsea," ujar Ederson dikutip dari Manchester Evening News.

"Dalam dua pertemuan terakhir kami kalah melawan mereka. Namun, saya pikir kami bermain bagus secara keseluruhan.
Jelas, kami melakukan kesalahan yang tidak boleh lagi terjadi di laga final. Saya pikir tim sudah siap," jelasnya.

Dag Dig Dug City
Manchester City menatap final Liga Champions pertama dalam sejarahnya akhir pekan ini. Tak pernah sebelumnya Man City sedekat ini dengan trofi Liga Champions.

Manchester City menghadapi Chelsea di Estadio Do Dragao, Porto. Ini adalah final pertama The Citizens, setelah pencapaian terbaik sebelumnya adalah semifinal pada 2015/2016.

Memenangi Liga Champions adalah ambisi besar selanjutnya dari Man City, sejak diakuisisi oleh Abu Dhabi United Group pada 2008. Sebab Premier League sudah tertaklukkan di lima kesempatan dan tak ada cara lain untuk menyejajarkan diri dengan raksasa-raksasa Eropa lainnya, kecuali dengan titel Liga Champions.

Meski demikian, final Liga Champions pertama dan segala pertaruhannya niscaya menghadirkan tekanan yang tak kecil. Gelandang Man City Oleksandr Zinchenko mengakui partai melawan Chelsea akhir pekan ini bikin ia dan rekan-rekannya cukup deg-degan.

"Saya antusias banget menyambut final, tapi disaat yang sama agak gugup yang mana normal karena saya manusia biasa dan bukan mesin. Saya rasa semua orang sedikit merasakan ketegangan, yang mana normal," katanya.

"Segera setelah memasuki lapangan, Anda harus menyingkirkannya dan fokus saja ke pertandingan. Semua orang memimpikan ini dan ingin mengangkat trofinya. Kami cuma melakukan tugas kami dan sisanya bukan urusan kami lagi," ujar pemain asal Ukraina itu di situs resmi klub.

Detail-detail kecil berpotensi menjadi pembeda di partai-partai semacam ini. Oleh karena itu menekan kesalahan hingga seminim mungkin adalah sebuah keharusan, salah satunya dengan penampilan fokus dan solid.

"Pertama-tama, saya rasa kami cuma perlu fokus, fokus ke permainan dan apa yang harus dilakukan di lapangan. Juga kebersamaan, kami harus tampil sebagai satu tim dan seperti yang sudah kami tunjukkan dalam beberapa tahun terakhir," sambung Zinchenko.

"Mungkin pada akhirnya Anda harus sedikit beruntung, tapi Anda juga perlu membuat diri Anda layak mendapatkan keberuntungan itu, inilah yang terpenting. Anda mesti bekerja keras dan mengupayakannya," ucapnya jelang laga final Liga Champions akhir pekan ini. (detiksport/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com