Sidang Kasus Kerumunan HRS

Mantan Kapolres Jakpus Ungkap Pihak HRS Tutup Jl KS Tubun Tiba-tiba


145 view
Dwi Andayani/detikcom
Sidang kerumunan Habib Rizieq
Jakarta (SIB)
Mantan Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto, menceritakan kronologi ditutupnya Jalan KS Tubun, Jakarta Pusat, saat Habib Rizieq Shihab (HRS) menggelar pernikahan putrinya. Heru mengungkapkan jalan tersebut ditutup tiba-tiba.

"Pada awalnya pagi tenda itu sudah terpasang, tetapi jalan masih terbuka. Tetapi pada saat sore menjelang jam 16.00, jam 17.00 massa sudah banyak. Tiba-tiba jalan ditutup dari ujung ke ujung untuk aktivitas kegiatannya rencana Maulid dan rencana pernikahannya anak terdakwa," kata Heru, yang menjadi saksi yang dihadirkan JPU dalam sidang pemeriksaan saksi kasus kerumunan, di PN Jaktim, Senin (12/4).

Jaksa kemudian menanyakan siapa yang menutup Jalan KS Tubun tersebut. Heru pun menjawab pihak Habib Rizieq-lah yang melakukan penutupan.

"Siapa yang lakukan penutupan jalan itu?" tanya Jaksa.

"Dari pihak mereka sendiri mereka memasang kursi dan memasang mobil di ujung ke ujung sehingga akses tidak bisa dilewati," jawab Heru.

Jaksa kembali bertanya apakah saksi mengenal orang-orang yang melakukan penutupan. Heru menjawab tidak mengenal.

"Kami dapat anggota di lapangan yang menutup menggunakan baju putih-putih. Kita tidak bisa memastikan apakah itu dari ormas FPI atau tidak, tapi yang jelas mereka menggunakan baju putih-putih menutup dari ujung dekat sebelum dinas pemakaman sampai di ujung di U-turn setelah rumah sakit," papar Heru.

Heru kemudian ditanya mengenai dampak penutupan jalan tersebut. Dia lantas menjawab bahwa penutupan tersebut berdampak pada lalu lintas di kawasan Petamburan.

"Apakah penutupan jalan itu berdampak pada terganggunya ketenteraman?" tanya Jaksa.

"Saya kira berdampak. Karena masyarakat kita yang tadinya bisa melalui akses itu, memutar lewat belakang di pinggir sungai, sehingga menyulitkan dan mengganggu aktivitas Petamburan 1, 2, 3, sampai 6," jawab Heru.

Minta Dibatalkan
Heru dalam kesaksiannya mengaku sempat bertemu dengan Panglima Laskar Pembela Islam (LPI) Maman Suryadi dalam sidang lanjutan Habib Rizieq. Heru mengaku kala itu meminta acara di Petamburan tersebut dibatalkan, tapi Maman tidak menyanggupi itu.

"Pada saat itu saya dengan kasat intel bertemu dengan saudara Maman, dimana saudara Maman ini salah satu pengurus FPI yang direkomendasikan oleh kasat Intel untuk ketemu saya. Pertemuan itu sekitar pukul 16.30 WIB, kami duduk di lobi Hotel Santika. (Acara) belum (dimulai), tapi akan dimulai," kata Heru dalam sidang.

Heru menyebut Maman sebagai orang yang direkomendasikan FPI yang bertugas melakukan komunikasi terkait perizinan acara. Saat itu, kata Heru, dia tidak bertemu langsung dengan Habib Rizieq.

Dalam pertemuan itu, Heru mengaku sempat meminta acara itu dibatalkan. Namun, Maman tidak menyanggupi itu dan berjanji akan meminimalkan jumlah warga yang datang ke acara tersebut.

"Saya meminta kepada Ustaz Maman, kalau bisa acara tersebut dibatalkan, mengingat pada saat itu kita masih PSBB. Sedangkan Ustaz Maman sendiri merasa kesulitan, tetapi berusaha untuk meminimalisir jumlah yang datang," ungkap Heru.

Tetapi kenyataannya, kata Heru, massa yang datang banyak. Heru memperkirakan orang yang hadir dalam acara maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri Habib Rizieq sekitar 5.000-7.000 orang.

"Ya dalam praktiknya tetap massa yang datang banyak, diperkirakan 5 ribu sampai 7 ribu (orang), kami tidak bisa memastikan, tapi pada saat itu cukup ramai," kata Heru. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com