Cairkan Kredit Rp 2,39 M dengan Emas Palsu

Mantan Kepala UPC Pegadaian Stabat dan Suaminya Jadi Tersangka Korupsi


266 view
Mantan Kepala UPC Pegadaian Stabat dan Suaminya Jadi Tersangka Korupsi
Foto Istimewa
Tersangka SRS (rompi merah) digiring ke mobil tahanan Kejatisu
Medan (SIB)
Penyidik Pidsus Kejati Sumut,Kamis (14/10) menahan seorang warga Binjai berinisal SS (35) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Rp 2,39 miliar melalui pencairan jaminan kredit di PT Pegadaian (Persero) Unit Pelayanan Cabang (UPC) Perdamaian Stabat dengan jaminan atau agunan emas palsu selama periode 2019-2020.

Kajati Sumut IBN Wiswantanu melalui Kasipenkum Yosgernold Tarigan menginformasikan hal itu kepada wartawan, Kamis (14/10). SS ditahan di Rumah Tahanan Negara Labuhandeli setelah penyidik memeriksa tersangka di ruang Pidsus.

Disebutkan, dalam kasus ini penyidik di Pidsus telah menetapkan dua tersangka yaitu SS dan isterinya DAS (35) sebagai Kepala UPC Perdamaian Stabat pada waktu itu. DAS menerima permohonan kredit/gadai yang diajukan tersangka SS, yang juga suaminya. Dalam periode Juli 2019 s/d Maret 2020 telah terjadi pencairan uang pinjaman total 306 transaksi yang menggunakan jaminan fiktif berupa perhiasan emas palsu.

Kasi Penkum menjelaskan, dari pemeriksaan penyidik ada 306 lembar bukti surat gadai dengan total pencairan penjaminan dilakukan DAS atas permohonan suaminya SS alias Ridho sebesar Rp. 2.394.468.800. DAS selaku Kepala UPC Perdamaian diduga menyalahgunakan jabatannya dengan mencairkan uang pinjaman kepada suaminya dan digunakan untuk kepentingan pribadi. Perbuatan DAS bersama suaminya SS telah merugikan keuangan negara, khususnya BUMN PT Pegadaian (Persero) UPC Perdamaian Stabat.

Disebutkan,dari keterangan ahli independen dan tim audit dari PT Pegadaian sendiri yang melakukan uji kadar emas ternyata diketahui bahwa yang dijadikan jaminan itu bukan emas melainkan emas palsu.

Sebelumnya, Rabu (13/10), penyidik telah memanggil dan memeriksa tersangka DAS, namun tidak dilakukan penahanan di Rutan, tetapi hanya tahanan kota. Pertimbangannya karena DAS mempunyai dua anak yang masih balita yang salah satunya masih menyusui.

Kedua tersangka dikenakan melanggar Pasal 2 ayat 1 Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undang(UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 KUHPidana. (BR1/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com