Mantap, Kepatuhan Prokes Masyarakat Indonesia Semakin Baik

* Luhut Wanti-wanti Gelombang Ketiga Ingatkan Ada Varian Mu

130 view
Mantap, Kepatuhan Prokes Masyarakat Indonesia Semakin Baik
Foto: Agung Pambudhy
Ilustrasi seorang wanita berjalan pakai masker.
Jakarta (SIB)
Data Satgas Covid-19 menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan kian meningkat selama periode PPKM. Satgas Covid-19 mengimbau agar kondisi tersebut dapat dipertahankan meskipun angka Covid-19 sudah menurun.

Skor kepatuhan memakai masker dengan skala 1-10 meningkat dari 7,72 pada periode 3-17 Juli 2021) menjadi 7,88 di 20 Agustus-3 September 2021. Selanjutnya, skor kepatuhan menjaga jarak juga meningkat dari 7,53 pada periode 3-17 Juli 2021 menjadi 7,75 pada periode 20 Agustus-3 September 2021. Sementara itu, skor kepatuhan mencuci tangan meningkat dari 7,64 pada periode 3-17 Juli 2021 menjadi 7,86 pada periode 20 Agustus - 3 September 2021.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dr. Sonny Harry B. Harmadi menerangkan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat, Satgas Penanganan Covid-19 menerapkan 4 strategi utama. Pertama, kampanye masif dan membangun komunikasi risiko tentang pentingnya protokol kesehatan 3M, melalui berbagai media.

"Kampanye menjangkau berbagai kelompok masyarakat, termasuk materi edukasi berbasis seni budaya seperti wayang kulit, wayang golek, kesenian Minang, syair Melayu, dan sebagainya. Juga melalui lagu, komik, video, dan sebagainya," jelas Sonny dikutip dari laman satgascovid19.go.id, Senin (6/9).

Strategi kedua, melalui penggerakan lapangan oleh para duta perubahan perilaku (DPP). Sonny mengulas, sejak 7 September 2020 hingga saat ini, jumlah DPP mencapai 116.550 orang yang tersebar di 34 provinsi dan 429 kabupaten/kota. Khusus selama periode 3 Juli-3 September 2021, jumlah DPP yang bergerak di lapangan mengedukasi masyarakat mencapai 20.340 orang di 32 provinsi dan 279 kabupaten/kota.

"Mereka mengedukasi secara langsung hampir 7 juta orang dan membagikan sekitar 2,5 juta masker," kata Sonny.
Ketiga, Satgas bersama BNPB menyelenggarakan program mobil masker untuk masyarakat. Sonny menyebut ada lebih dari 2 juta masker dibagikan di wilayah Jawa, Bali, dan Aceh.

Keempat, penguatan posko desa/kelurahan oleh hampir 10 ribu DPP untuk penguatan fungsi pencegahan di tingkat komunitas.

"Peningkatan kepatuhan prokes juga didukung oleh kerja keras TNI, Polri dan Satgas Daerah terutama melalui operasi yustisi untuk penegakan disiplin penerapan prokes masyarakat dan penguatan fungsi posko desa/kelurahan," ungkapnya.

Sonny menegaskan capaian positif tersebut harus terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan. Ia mengingatkan, meskipun kasus mulai melandai, masyarakat tidak boleh abai. Sebab, banyak contoh di negara lain kasus Covid-19 kembali naik saat kepatuhan prokes menurun.

"Bagaimanapun juga, penerapan prokes harus terus dilakukan sebagai sebuah adaptasi kebiasaan baru, sehingga secara bertahap kita dapat menurunkan status pandemi menjadi endemi, dan hidup berdampingan bersama Covid-19, namun dengan tingkat penularan yang rendah," imbaunya.

Ingatkan
Terpisah, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mewanti-wanti masyarakat perihal gelombang ketiga Covid-19. Luhut meminta masyarakat disiplin protokol kesehatan agar Indonesia tidak mengalami gelombang ketiga.

"Saya sekali lagi mengimbau kita semua supaya kompak untuk disiplin, saling mengingatkan, supaya kita jangan kena lagi gelombang ketiga," kata Luhut dalam konferensi pers, Senin (6/9).

Apalagi, kata Luhut, saat ini terus bermunculan varian baru virus Corona. Salah satunya varian Mu.

"Karena tadi sudah dijelaskan ada tadi varian Mu dan juga ingin saya ingatkan kalau ini berlanjut seperti ini terus akan bisa timbul varian-varian lain kita tidak tahu apakah lebih dahsyat atau lebih keras atau bagaimana," tuturnya.

Luhut juga meminta tidak ada pihak yang mempolitisasi perihal pandemi Covid-19 di Indonesia. Dia sekali lagi mengingatkan masyarakat kompak demi keselamatan bangsa.

"Jadi kita semua kita harus paham jangan kita politisasi ini, kita bicarakan, betul-betul ini adalah keselamatan rakyat Indonesia, keselamatan kita semua. Jadi kita semua harus kompak ini adalah musuh bersama kita," ungkapnya.

Varian Mu
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan perihal varian Mu. Dante mengungkapkan mutasi virus Corona ini mulanya terjadi di Kolombia.

"Salah satu mutasi varian Delta yang baru saja kita alami, sekarang sudah ada varian Mu. Mengenai varian Mu ini terjadi di Kolombia, tetapi kelihatannya berdasarkan concern pada varian Mu ini adalah bahwa varian Mu ini secara laboratorium itu mempunyai resensi terhadap kondisi vaksin, karena itu perlu diperlukan, tapi dalam konteks laboratorium, tidak dalam konteks epidemiologis," papar Dante.

Dante mengatakan penyebaran varian Mu ini tidak sehebat varian Delta. Dia pun memastikan hingga saat ini belum ditemukan varian tersebut di Indonesia.

"Tetapi penyebarannya tidak sehebat penularan dari varian Delta. Di beberapa tempat di sekitar kita varian Mu ini belum terdapat. Kita sudah melakukan genome sequencing terhadap 7 ribuan orang di seluruh Indonesia dan belum terdeteksi varian Mu," pungkas dia. (detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com