Masalah di Pasar Murah Gedung Serbaguna Pancing

* Plt Kadis Koperasi dan UMKM Sumut Haikal: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

239 view
Masalah di Pasar Murah Gedung Serbaguna Pancing
SIB/Danres Saragih
MENGIMBAU : Wakil Ketua Pasar Murah KUMKM Unggul Sitanggang menyampaikan imbauan kepada warga di lapangan Yon Zipur Helvetia Medan, Senin (18/9). 
Medan (SIB)
Masalah yang terjadi di lapangan, Gedung Serbaguna Pancing Medan adalah masyarakat mengabaikan protokol kesehatan saat mengantre. Hal itu disampaikan Plt Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi Sumut Haikal saat live streaming Covid-19 Sumut, Senin (18/5).

Dia mengaku berbagai cara dilakukan petugas agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan, tetapi tidak digubris karena banyaknya masyarakat yang datang. “Kami kewalahan karena jumlah masyarakat yang datang terutama di Gedung Serbaguna Pancing sangat banyak. Kami tidak menduga masyarakat sangat antusias. Bahkan khusus di Gedung Serbaguna kami melepas 1.200 paket yang harusnya hanya per hari 600, karena membludaknya masyarakat,” tambahnya.

Walau ada kendala di hari pertama, Haikal menegaskan, pasar murah akan tetap dilakukan di empat hari berikutnya (Senin, Selasa, Rabu dan Kamis). Pasar murah akan dibuka pukul 10:00 hingga 12:00 WIB (bazar hingga pukul 18:00). “Kita akan tetap melanjutkan pasar murahnya dengan beberapa perbaikan. Kami akan bagikan kupon di luar lokasi dan yang hanya memiliki kupon boleh masuk ke area pembelian. Kemudian kami akan membuat sistem paket, jadi kami menyiapkan paket seperti 10kg beras, 1kg minyak goreng, 1kg gula pasir dan paket-paket lainnya agar proses jual beli cepat. Kami juga akan lakukan penambahan petugas,” jelasnya.

Dia menuturkan, wabah Covid-19 yang berkepanjangan membuat keadaan masyarakat Sumut semakin sulit, baik secara ekonomi dan juga sosial. Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut berupaya meringankan beban masyarakat dengan melakukan berbagai program, salah satunya pasar murah.

Dia mengatakan, pasar murah digelar di empat titik lokasi, yaitu lapangan terbang eks Polonia, Batalion Zeni Tempur 1, Rumah Dinas Wali Kota Binjai dan Gedung Serbaguna Pancing. Pada tiap lokasi, Dinas Koperasi dan UMKM Sumut menyiapkan 600 paket sembako yang bisa dibeli dengan harga murah oleh masyarakat. Pasar murah ini dilaksanakan Minggu (17/5) hingga Kamis (21/5) atau selama lima hari.

“Minggu itu merupakan hari pertama kita melakukan pasar murah dan antusias masyarakat begitu luar biasa di empat titik. Kita menyiapkan 600 paket per titik, tetapi dalam prosesnya harus ada yang dilebihkan karena banyaknya masyarakat yang datang,” katanya.

Dia mengatakan, total ada 12.000 paket yang disiapkan Dinas Koperasi dan UMKM bekerja sama dengan mitra-mitra untuk pasar murah ini. Kegiatan ini bertujuan selain membantu masyarakat, gugus tugas juga ingin membantu UMKM yang kesulitan pada saat ini. “Kami menyiapkan 12.000 paket sembako yang akan dilepas dengan harga murah kepada masyarakat selama lima hari,” ucapnya.

Sementara itu, Hari kedua Pasar Murah KUMKM yang digelar Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Sumut di 4 lokasi yakni di Lapangan Yon Zipur Helvetia Medan, GSG Provsu, Gedung eks Bandara Polonia dan Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Binjai berlangsung relatif lebih kondusif.

Hal itu dikatakan Ketua Pasar Murah KUMKM Provinsi Sumut Ridha Haykal Amal melalui Wakil Ketua Unggul Sitanggang kepada wartawan di Pasar Murah KUMKM Yon Zipur Helvetia Medan, Senin.

Dijelaskan, Pasar Murah KUMKM merupakan bagian dari kegiatan Gugus Tugas Covid-19 bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM Provsu yang dilaksanakan selama 5 hari dengan sasaran membantu warga yang terdampak Covid-19.

Dalam kesempatan itu Unggul menyampaikan maaf atas terjadinya desak-desakan dari warga pada hari pertama. Menurut dia, hal itu kemungkinan besar disebabkan tingginya animo warga serta adanya kekhawatiran tidak mendapatkan paket sembako yang dijual mengingat di setiap lokasi hanya disediakan 600 paket.

Padahal, sebutnya pihak panitia telah menetapkan standar operasional prosedur (SOP) guna mengatur proses penjualan paket dengan mengutamakan menjaga social distancing dan physical distancing guna mencegah penyebaran virus corona.

Sementara pantau wartawan di Lapangan Yon Zipur Medan pada hari kedua, warga terlihat tertib berbaris dengan memakai masker serta menjaga jarak satu dengan yang lain. Panitia bersama petugas dari Yon Zipur selalu mengarahkan warga untuk melalui beberapa proses sebelum pembelian paket, di antaranya menyemprot disinfektan dan mencuci tangan. (M11/M12/f)
Penulis
: redaksisib
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com