Masjid Ahmadiyah di Kalbar Dirusak, Komnas HAM Minta SKB Tiga Menteri Dicabut

* Polisi Buru Otak Perusakan Masjid, 9 Orang Ditetapkan Tersangka

125 view
Masjid Ahmadiyah di Kalbar Dirusak, Komnas HAM Minta SKB Tiga Menteri Dicabut
Dok. Pedoman Tangerang/@Sejuk/
Masjid milik Jemaat Ahmadiyah Indonesia dirusak dan dibakar kelompok ormas. 
Jakarta (SIB)
Komnas HAM mendorong Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri Nomor 3 Tahun 2008 dicabut. Komnas HAM menilai SKB tersebut menjadi salah satu akar permasalahan yang dihadapi jemaah Ahmadiyah di Indonesia.

"Komnas HAM itu punya catatan panjang terhadap persoalan jemaah Ahmadiyah Indonesia. Mungkin salah satu catatan paling lengkap yang dimiliki dan itu salah satu akarnya memang SKB 3 Menteri, SKB Nomor 3 Tahun 2008," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Annam, saat jumpa pers secara virtual, Senin (6/9).

"Kalau di situ ada empat klausul, satu, dua, tiganya efektif tapi nomor empatnya enggak pernah diabaikan dan terbukti gagal. Karenanya, memang sejak awal Komnas HAM memang mendorong SKB ini dibatalkan. Jadi uji bahwa negara kita saat ini komitmen terhadap HAM, terhadap negara hukum ya cabut SKB itu," sambungnya.

Anam menyampaikan banyak kekerasan terhadap kelompok Ahmadiyah yang terjadi akibat munculnya SKB tersebut. Menurutnya perusakan Masjid Ahmadyah di Sintang mencuat ke publik karena dinilai sebagai sebuah bentuk kekerasan.

"Karena faktanya adalah banyak kekerasan yang terjadi. Banyak tindakan diskriminasi yang terjadi. Ini yang muncul di publik karena ada kekerasan, yang enggak muncul di publik juga banyak sebenarnya. Mulai dari tindakan-tindakan yang sederhana," ujarnya.

Selain menyoroti SKB, Anam menyoroti soal izin PBM (Pendirian Rumah Ibadah). Menurut Anam, perlu ada peninjauan dan evaluasi kembali terkait izin PBM tidak hanya untuk kelompok Ahmadiyah tetapi juga kelompok minoritas lainnya.

"Di samping SKB 3 menteri soal Ahmadiyah, penting juga untuk ditinjau soal PBM. Karena ini salah satu akarnya juga yang dihadapi Ahmadiyah di banyak tempat itu dipersoalkan, walaupun pendirian rumah ibadah tidak hanya dihadapi oleh teman-teman jemaah ahmadiyah tapi juga kelompok minoritas yang lain. Ini penting untuk dievaluasi," imbuhnya.

TETAPKAN TERSANGKA
Polda Kalimantan Barat (Kalbar) menetapkan 9 orang sebagai tersangka perusakan Masjid Ahmadiyah di Sintang, Kalbar. Polisi kini memburu otak yang mendalangi perusakan Masjid Ahmadiyah itu.

"Tim Polda Kalbar sedang mengejar aktor intelektual peristiwa tersebut," ujar Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Senin (6/9).

Terpisah, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Donny Charles Go menyebut 9 tersangka perusak Masjid Ahmadiyah sudah ditahan. Donny mengatakan polisi juga menyita barang bukti berupa baju dan alat yang digunakan untuk merusak masjid dari mereka.

"Iya (9 tersangka) ditahan. Ada (barang bukti). Baju yang digunakan saat kejadian, alat yang digunakan," kata Donny.
Adapun Donny mengungkapkan jumlah orang yang ditangkap bisa saja bertambah. Dia menyatakan polisi masih bekerja.
"Ada potensi berkembang jumlah pelakunya. Masih berproses," imbuhnya.

Diketahui, polisi menangkap total 12 orang dalam kasus perusakan Masjid Ahmadiyah di Sintang, Kalbar. 9 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, sementara 3 lainnya berstatus saksi.

Kasus ini bermula saat ratusan orang merusak Masjid Ahmadiyah di Tempunak, Sintang ,Kalbar. Situasi bisa diredam usai ratusan personel kepolisian turun tangan.

Selain merusak masjid, menurut polisi, massa juga membakar sebuah bangunan di sekitar masjid.

"Ada. Yang sempat terbakar adalah gudang material di samping masjid. Untuk masjid ada bagian yang rusak karena lemparan batu," ujar Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Donny Charles Go, saat dimintai konfirmasi, Jumat (3/9).

Donny mengatakan aksi tersebut diduga dipicu warga yang kecewa karena Pemkab Sintang hanya menghentikan operasional masjid. Padahal, kata Donny, mereka menuntut agar masjid itu dibongkar.

"Mereka kecewa karena Pemkab Sintang hanya menghentikan operasional di tempat ibadah. Sedangkan massa menuntut agar tempat ibadah dibongkar," tuturnya. (detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com